Beranda blog Halaman 3197

Kalajengking NgeJap’s – Yamaha Scorpio 2010 Cirebon

Kalajengking NgeJap’s

OtomotifZone.com – Berbekal motor Yamaha Scorpio keluaran tahun 2010, Adit seorang  mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman ini menyambangi maestro platilizer Purwokerto. Yups, siapa lagi kalo bukan Billy Cuztom. Pesan modifnya singkat, “Sob, bisa bikin motorku jadi Japs Style ga nich?, deadline sebelum lebaran harus sudah ready” tanya Adit kepada Suswanto pemilik gerai Billy Cuztom Purwokerto.

Bukan hal sulit bagi Suswanto untuk mengerjakan permintaan Adit. Tanpa pikir panjang, seluruh bodi motor ditelanjangi hingga menyisakan rangka dan mesin saja. Kemudian bagian rangka belakang dikepras 20cm agar sesuai dengan konsep japstyle yang berciri khas simple dan padat. Kelar pemotongan sasis, bentuk ideal Japs pun di buat tanpa menghilangkan tampang asli si kalajengking dari pabrikan berlogo garputala ini.

Tang… teng… tang… teng… suara palu yang menjadi senjata utama Suswanto beradu dengan plat galvanis 0,8mm. Ditangan dingin builder berjambang ini plat galvanis mampu disulap menjadi sebuah bentuk yang diinginkanya. Dari mulai tanki, spakboard, panel spidometer dan dudukan jok, semua dibuat dengan rapi jali. Berkolaborasi dengan seniman cat dan fiberglass Jack Garrage, finishing motor inipun semakin sempurna. Berlatar belakang warna hitam berpadu putih. Punggawa Jack Garage, Jaka Permana berhasil memunculkan efek retro yang fresh dan kagak katrok. (Penulis : Bani / Foto : Uung Feri)

DATA MODIFIKASI

Shock depan Standar Custom
Shock belakang Stndar
Ban Depan Corsa 110/70-17
Ban belakang Champ 2.50 inch ring 17
Velg belakang Champ 2.50 inch ring 17
Swing arm Handmade
Headlamp Honda CB
Taillamp Variasi
Knalpot Standar Custom
Bodyset Fullplat Galvanis 0,8mm

Modifikator

Billy Cuztom

Jl. Unwiku 26, Karang Salam Purwokerto

085227966604

 

Jack Garage

Jl. Lesanpura Purwokerto

085726104555

BCC Goes To Campus

The Power Of Community

OtomotifZone.com – PT. Djarum dan BCC (Black Car Community Banyumas) bekerja sama dengan HMJM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen) Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto menggelar acara bertajuk The Power Of Community. Diskusi interaktif yang mengambil tema Kekuatan sebuah komunitas dalam membangun brand sebuah perusahaan dihadiri oleh 50 mahasiswa fakultas ekonomi unsoed.

Dalam hal ini, BCC Banyumas yang telah dinobatkan sebagai duta PT. Djarum untuk wilayah Banyumas juga menghadiri acara tersebut. Pembicara interaktif dilakukan oleh PT. Djarum yang diwakilkan oleh Aris Prasetyo dan Wahadi Santosa perwakilan dari BCC Banyumas yang didampingi oleh Johanes Biantara selaku ketua BCC Banyumas. “Komunitas memang sangat tepat untuk membangun brand image kepada masyarakat luas khususnya di dunia otomotif” jelas Aris Prasetyo, karena salah satu bidikanya adalah para pelaku otomotif di Indonesia.

Dengan adanya jaringan yang kuat dan tersebar di berbagai kota di Indonesia BCC (Black Car Community) dengan tanpa disadari memang sudah menjadi icon salah satu produk dagang PT. Djarum. Dalam acara tersebut Aris Prasetyo juga menjelaskan sebuah komunitas yang solid dan kekompakan sangat diutamakan.

Dengan adanya kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara pasti akan menumbuhkan sebuah hubungan yang harmonis dan berjalan dengan lancar. ”Kami sangat berterimakasih kepada para pembicara karena dengan adanya acara ini banyak manfaat yang didapat oleh mahasiswa” ungkap Ezza Fauziah A.N selaku koordinator acara dari HMJM.

Dengan adanya jaringan yang kuat dan tersebar di berbagai kota di Indonesia BCC (Black Car Community) dengan tanpa disadari memang sudah menjadi icon salah satu produk dagang PT. Djarum.  (Penulis & Foto : Uung Feri)

JAMBORE PENGPROV IMI JABAR

IMI Jabar Pasti Bisaaa,…

OtomotifZone.com – Siapa yang tidak tau Subang, sebuah kota yang mempunyai perkembangan cukup pesat dalam bidang otomotif. Hanya butuh 70 menit perjalanan santai dari Bandung yang notabene adalah markas besar Pengprov IMI Jabar. Kota ini menjadi pilihan IMI pengprov Jabar untuk penyelenggaraan event akbar tahunan (25/10). Insan otomotif jabar membuktikan acara tersebut berjalan dengan sukses. Berbagai lomba dan kegiatan otomotif dikolaborasikan menjadi satu event. Kota Subang yang didukung penuh oleh pemda setempat. Orang nomer wahid di Subang sendiri, Drs. Eep Hidayat, Msi dan jajarannya sangat mendukung penuh event ini. satu lagi kenapa kota ini menjadi barometer otomotif di Jawa Barat, karena pemerintah sangat memperhatikan kegiatan positif otomotif, adanya sirkuit permanen Road Race, track Off road Rangga Wulung, Grass track Kasomalang, sudah cukup membuktikan pilihan tepat IMI Jabar menjatuhkan kota Subang sebagai central kegiatan otomotif.

Meskipun cuaca mendung kemudian diguyur hujan yang terus menerus sepanjang gelaran ini, tidak menyurutkan semangat 45 para pencinta otomotif. 344 club roda 2 maupun 4 yang di undang menjejali alun-alun kota Subang.

Isi acara yang meliputi Road Race, Freestyle, Slalom, off Road, Grasstack, trail Adventure sampe pentas music cukup menghibur ditengah dinginnya hujan yang membasahi sekujur tubuh. OZ juga sempat terkagum dengan event ini.

Kesuksesan event ini juga  bisa dilihat dengan hadirnya D-1 Gubernur Jawa barat  Ahmad Heryawan yang membuka acara pada malam harinya serta didampingi tokoh otomotif nasional Tinton Suprapto dan Oke Junjunan selaku Ketua IMI Jabar. Kemudian beramah tamah dengan anggota club dan para sponsor yang ikut mendukung Jambore kali ini. Meskipun lapangan becek dan kotor, Pak gubernur berkeliling ke seluruh stand promosi dan venue club sambil berbincang bincang ringan. Sampe akhirnya didaulat media untuk naik moge dan menggeber gass mobil rally. Senyum ringan tersungging sambil berjanji akan mengajukan anggaran untuk otomotif. Ditunggu ya pak gubernur janjinya… hehehehhe

Mendengar janji pasti Gubernur, “Kita akan terus mem follow up biar janji terserbut teralisir” sumringah Oke Junjunan dan Eep Hidayat .

Meskipun dalam pelaksanaannya ada insiden kecil yang terjadi tapi tidak mempengaruhi suksesnya kegiatan. Banyak PR buat IMI jabar, evaluasi yang terus menerus pasti akan menjadikan IMI Jabar tetap mempertahankan supremasi sebagai Pengprov IMI terbaik Indonesia. Caranya semua jajaran pengurus, anggota dan pelaku dunia otomotif harus saling merangkul, terbuka, bersatu, mengedepankan kepentingan dan kemajuan dunia otomotif Jabar. AYOO PASTI BISSSSAAAA,… (Penulis & Foto : Edi Batrawan)

Silverblade – Honda Tiger Revo 2007 Purwokerto

Silverblade

OtomotifZone.com – Purwokerto, Nama Wisnu Eyank memang agak sedikit tak asing dikalangan penikmat motor di Banyumas dan sekitarnya. Doi memang paling demen dengan guuratan-guratan pensil 2b diatas kertas HVS. Guratan tangan itu yang pada akhirnya membentuk sebuah sketsa motor. “Aku selalu mencoba dengan bentuk desain motor yang baru dari setiap pemikiran dan isi hatiku” ungkap Wisnu Eyang.

Termasuk konsep Silverblade yang terealisasikan pada Honda Tiger keluaran 2007 semplakanya. Dalam mewujudkan konsepnya itu Wisnu menggandeng builder kenamaan macam Ui punggawa Evolution Young Street Custom (EYSC) untuk penggarapan fiberglas bodi dan rangka kemudian untuk urusan finishing cat diserahkan pada Yanto & Budi dari Destha Colour.

Munculnya konsep silverblade alias pedang perak hadir ketika kegundahan hati Wisnu yang sedang tidak karuan. “Rasanya ingin mencabik-cabik sesuatu dengan pedang dan pisau tajam” geram Wisnu. Eitssss,… akhirnya diambilah sebuah kertas kosong dan pensil. Dengan penuh emosional dan rasa curahan hati yang ingin dituangkan kedalam kertas kosong. Alhasil guratan aneh dan penuh garis-garis acak,… kemudian jadilah sebuah konsep visual yang membuat Wisnu tertarik untuk merealisasikanya kedalam motor pribadi Wisnu. (Penulis & Foto : Uung Feri)

Dijual (For Sale) Via email : weeshnews@yahoo.com

Boks

Pedang Perak

Pedang identik dengan ketajaman dan kilatanya, makanya dalam setiap lekukan fiberglass meruncing dan tajam. Kemudian diberi aksentuasi warna silver agar lebih berdimensi.

DATA MODIFIKASI

Ban Depan Delli Tire 120/80-16
Ban belakang Michelin Pilot R2 190/50-17
Sok depan Standart
Sok belakang Unitrack CBR 900RR Fireblade, Showa Nitrogen Gas, 8 levels, Double Adjusment
Pelek CBR 900RR
Cakram depan CBR 900 RR 320 mm
Cakram belakang CBR 900 RR 240 mm
Headlamp Shogun 110
Visor Satria FU 150
Lampu sein Vario 110

Modifikator

1. Evolution Young Street Custom (EYSC) Mugi Eling (UI)

Jl. Pemuda 11/709 Purwokerto

08816636930

2. Destha Paint

Jl. Prof. Dr. Soeharso Purwokerto

081327558060

Off Road VS Sound Quality – Nissan Frontier 2005 Purwokerto

Off Road VS Sound Quality

OtomotifZone.com – Nama Johanes Biantara tidaklah asing terdengar ditelinga pelaku otomotif Banyumas. Dulu banget doi merupakan off roader jempolan dari wilayah Banyumas. “Aku paling suka dengan off road mobil, karena mencerminkan kebebasan berkendara” buka Johanes Biantara yang akrab disapa Om Joe. Ternyata tak Cuma itu saja hobinya, mendengarkan dan bermain musik juga tak pernah lepas dari kehidupanya. Makanya kedua hobi tersebut dituangkan pada Nissan Frontier keluaran tahun 2005 miliknya.

Hmmm… perpaduan dimunculkan dari kedua hobi Om Joe, dari segi penampilan luar gaya off road diterapkan. “Ini tidak terlalu sulit karena basic mobil memang sudah off road” jelas Om Joe pemilik Indra Auto Acesories Purwokerto. Perubahan juga tak banyak, hanya pada sektor kaki-kaki saja. Untuk mengejar ground clearance yang tinggi maka Sok breker mengandalkan Old Man Emu. Kemudian untuk urusan ban dan pelek Om Joe mengaplikasi ban Mickey Thompson ukuran 31×11.50×16 yang membalut pelek MT (Mickey Thompson).

Kelar urusan kaki-kaki, kemudian berlanjut untuk memanjakan telinga saat melakukan perjalanan. “Sangat jarang sekali yang mau memodifikasi off road di padu dengan sound quality” papar Om Joe yang juga ketua umum Black Car Community Banyumas. Mau tau kedahsyatan suara yang di hasilkan dari racikan Om Joe. Sekadar catatan sebelum di terapkan pada mobil, Om Joe selalu melakukan riset terlebih dahulu melalui komputer dengan berbagai software penghasil suara.

Hmmm… hasilnya memang sangat memuaskan dan membuat hati berdebar ketika berada didalam mobil. Ssssttt… OZ membuktikanya sendiri lho, asyiknya meskipun musik dalam keadaan volume tinggi namun untuk mengobrol tetap bisa didengarkan tanpa harus teriak-teriak. Pemilihan peranti penghasil suara pun gak sembarangan lho. “Aku pilih yang high-end sperti Rockford Fosgate supaya suara yang dihasilkan juga berkelas tinggi” tukas Om Joe sembari mendengarkan lagu slow rock kesukaanya. Berikut rahasia racikan SQ ala Om Joe.

Bermuara pada head unit berlabel Clarion VXZ 756 didampingi oleh satu set Procesor ThreeSixty-2 merek Rockford Fosgate. “Dari sinilah kita melakukan riset, suara yang dihasilkan menyatu seolah dari depan kita bukan dari belakang” jelas Om Joe yang di dampingi anaknya Andreas Biantara. Perpaduan tersebut dapat mewujudkan keseimbangan suara.

Semua perangkat speaker yang dipasang berlabel Rockford Fosgate. Nah, suara yang telah disaring oleh ThreeSixty-2 kemudian disalurkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing yaitu tweter, middle dan bas. Ketiga bagian tersebut mempunyai muara masing-masing pula yaitu 1 set T1500.4 untuk mendongkrak 10 buah speaker RFP1 62s. Sedangkan Middle dihasilkan dari T1500.2 yang mendongkrak 16 buah speaker P2 8 D2. Terakhir adalah suara mendenggung yang membuat dada bergetar, yaitu T1000.1.BD yang mendongkrak 8 buah Subwoofer P212 D2. Wow… luar biasa dech… dari music dangdut sampai hardrock pun tetap enak didengarkan…

(Penulis & Foto : Uung Feri)

DATA MODIFIKASI

SOKBREKER        : Old Man Emu

BAN              : Mickey Thompson 31 x 11.50 x 16

VELG             : Mickey Thompson

KNALPOT          : Custom

Cat              : Spies Hecker

Audio            : By Indra Auto Accessories

MODIFIKATOR      :

Indra Auto Acceories

Jl. Gerilya Timur No. 54 Purwokerto atau

Telp : (0281) 625 555 / 625 777.

Website http://www.indravariasi.com

DUCK LADIES COMMUNITY (CILACAP)

duck ladies community

Ladies Bikers Cilacap

OtomotifZone.com – Pesatnya perkembangan dunia otomotif berdampak pada euforia klub-klub motor ditanah air. Sebagian besar dari mereka didominasi oleh kaum pria. Meskipun demikian, tak menyurutkan niatan segerombol gadis penyemplak kuda besi dari berbagai pabrikan di seputaran kota Cilacap.

Duck Ladies Community begitulah mereka menamakan diri. Klub yang seluruh anggotanya para gadis belasan tahun ini resmi berdiri pada 1 Juli 2007 silam. “Tak terasa udah udah 2 tahun lebih ya??? ” sahut Vina selaku Buketu alias Ibu Ketua Umum. Menjunjung tinggi persahabatan dan mengedepankan kepentingan bersama merupakan slogan wajib mereka.

Sabtu malam atau malam Minggu di seputaran Jl. S Parman merupakan saksi bisu bukti kekompakan dan kesolidan mereka. “ Ngobrol tentang otomotif sudah menu wajib kalau kita lagi ngumpul. Selebihnya kita curhat-curhatan “ Lanjut Vina. Jangan salah brur, mereka juga ikut aktif dalam kegiatan kontes modifikasi lho.

“Sekali-kali kita kepengin mencoba turing ke luar kota. Tapi itu kan butuh persiapan yang matang“ tutup Vina. Wahhh… OtoZoners ikuuut!!! (Penulis : Uung Feri / Foto : Wisnu)

DUCK LADIES COMMUNITY (CILACAP)

Ketua        : Vinanta

Wakil        : Dilla

Sekretaria   : Lupita

Bendahara    : Devita

Secretariat : Jl. Indraloka No. 3 Cilacap

Kontak       : 085647605105/0282538777

Seting Rebound Sok Belakang Yamaha Mio

Balap Oke, Harian Lebih Mantab…

OtomotifZone.com – Wow… maraknya balap motor matic di Indonesia membuat semua mekanik berlomba-lomba meriset mesin secepat mungkin. Cuma, sayangnya yang namanya variasi balap harganya cukup mahal. Hmmm… gak perlu pusing deh mikirin harga sok variasi balap untuk mio yang harganya selangit. Sudah pasti yang namanya balap butuh rebound sok yang lembut, agar saat digeber pada RPM tinggi kondisi motor tetap stabil. Jangan di buang tuh sok bawaan Mio atau malah digadaikan buat nambahin beli sok racing… gak perlu sampai kayak gitu kalee! Yang ada malah pembengkakan biaya. Sok bawaan mio juga masih bisa dirubah reboundnya menjadi lembut.

Solusi sederhana nan hemat ini muncul dari otak cerdas Starko mekanik Sapi Balap Internusa Starco Racing Team Purwokerto. Untungnya Starko gak pelit ilmu, buktinya doi mau berbagi sedikit ilmunya. “Selanjutnya tinggal dikembangkan sendiri dong… he…he…” canda Starko asli wong mbanyumasan. Sebenarnya Starko mempunyai dua resep racikanya untuk balap dan untuk dipakai harian. Makanya Starko pengin berbagi tips dengan OtoZoners mengenai seting rebound sok belakang Yamaha Mio. Mari kita coba jabarkan satu persatu…

Langkahnya gampang banget sob, tinggal ganti oli sok dengan grease yang biasa digunakan untuk pelumasan CVT matic atau bisa juga meramu oli sok dengan oli mesin. Tentu saja untuk memasukan ramuan pelumasan kedalam tabung sok belakang ada beberapa langkah yang harus dilewati. Yang pertama adalah membongkar sok belakang, Kemudian batang sok dan as dibuka setelah itu dibersihkan agar tidak ada kotoran didalamnya. Oia… termasuk oli yang ada didalamnya juga dikuras sampai bersih.

“Nah sekarang tinggal mengganti seal as dengan seal buatan sendiri dari besi cor yang dilapisi teflon” jelas Starko. Jangan lupa sob sebelum Teflon ditempelkan terlebih dulu dibuatkan untuk jalur sirkulasi kira-kira 5 mm serta dibuatkan lubang 4 titik dipinggirnya. Hal ini dilakukan karena cairan grease lebih padat agar bisa menahan tekanan yang lebih besar maka seal diganti dengan besi cor.

Gampang kan…? Langkah terakhir adalah memasukan grease pelumasan CVT kedalam tabung sok belakang. Banyak dan sedikitnya tergantung kebutuhan. “Harus disesuaikan pula dengan berat badan pembalap atau sesuai keinginan pembalap” ungkapnya lagi. Untuk mengejar rebound yang lebih lembut lagi bisa saja. Caranya adalah dengan memperbesar lubang diameter baru yang dibuatnya sekitar 3 mm.

Sebenarnya setingan ini juga bisa dipakai buat harian, namun Starko menyarankan kalo buat harian mending pakai ramuan oli sok dan oli mesin saja. “Karena motor harian kan gak selalu mengendarai sendirian kadang berboncengan dengan teman atau pacar, berarti kekuatan reboundnya berubah pula” jelas Starko. Caranya sama saja, kalo yang ini sama sekali tidak menggunakan grease cukup pakai oli sok kemudian dicampur dengan oli mesin yang mempunyai kekentalan lebih. Soal hitunganya pun disesuaikan dengan kebutuhan pengendara, kalo untuk mengejar rebound yang pas-pasan untuk Mio biasanya 1:2 artinya 1 ml oli mesin dicampur dengan 2 ml oli sok. Gak perlu cemas menghadapi tikungan yang bergelombang, dijamin stabil deh. Beres kan… (Penulis & Foto : Uung Feri)

Bengkel :

Starco Racing

Kebanggan, Sumbang Purwokerto

Telp. 0281-5775930 / 08122786263

BCC Banyumas (Black Car Community)

Solid Dan Kompak…!!!

OtomotifZone.com – Membentuk sebuah komunitas yang solid bukanlah hal mudah untuk semua orang. Pasti ada lika-liku yang mewarnai dalam setiap perjalanan sebuah klub atau komunitas. Termasuk BCC Banyumas (Black Car Community) yang selalu mengutamakan persaudaran, kekompakan dan jiwa social yang tinggi. BCC Banyumas adalah sebuah klub mobil dibawah naungan PT. Djarum, keberadaanya di Banyumas menjadi kebanggaan tersendiri. “Tinggal bagaimana suatu kelompok membentuk sebuah tujuan yang sama dengan dasar rasa persaudaraan” papar Johanes Biantara ketua Black Car Community Banyumas.

Banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh BCC Banyumas. Mulai dengan touring, social activity, dan kegiatan-kegiatan lainya yang mendukung pihak sponsor. “Menumbuhkan rasa persaudaraan diantara anggota klub memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran” ungkap Wahadi Santosa selaku wakil ketua BCC Banyumas. Pun, tak sia-sia kerja keras dan kemauan yang kuat untuk menjalin sebuah hubungan yang dinamis dan kekeluargaan dalam sebuah keluarga BCC akhirnya memperoleh hasil yang maksimal. Terbukti anggota atau yang bisa disebut sebuah keluarga selalu kompak dalam segala hal. Bravo… BCC Banyumas… (Penulis & Foto : Uung Feri)

Link Facebook BCC Banyumas

Sekretariat BCC Banyumas

Alamat : Jl. Gerilya Timur No. 54, Purwokerto 53147 – Indonesia
Telepon : (0281) – 625555 / 625777
Fax : (0281) – 625888

Street Fighter Impian – Honda Tiger 2000, Kendal

Street Fighter Impian

OtomotifZone.com – Bagi Ibnu Hambali Al Ghozali mengendarai motor bergaya street fighter adalah sebuah impian yang sangat besar. Kebebasan jiwa pria yang biasa disapa Ibnu ini hanya dapat terwujudkan lewat Honda Tiger keluaran tahun 2000 yang di rubah menjadi motor street fighter. Bicara tentang street fighter memang tak bisa lepas dari kota Purwokerto yang mempunyai julukan Republic Of Street Fighter (ROSF). Makanya Agus Djanuar builder andalan kota street fighter ini menjadi rujukan Ibnu yang tinggal di Krajan Kaliwungu, Kendal.

Well OtoZoners, Bukan hal sulit untuk merealisasikan konsep street fighter bagi Agus Djanuar. Karena keseharian Builder yang akrab disapa Koh Agus memang memotong sasis dan merubahnya menjadi motor petarung jalanan. “Aku sangat respect dengan karya dia, selain simple ubahan tidak terlalu radikal” ungkap Ibnu Hambali.

Kali ini konsep yang diterapkan memang bukan radikal. Konsep ini disebut sebagai konvensional fighter karena masih mengaplikasi jok double seater. Kemudian desain dan penerapan bodi yang tergolong desain lawas. Jangan salah meskipun konsepnya konvensional namun kaki-kaki sudah menggamit sistem upside down bukan teleskopik. (Penulis & foto : Uung Feri)

BUKAN SETANG BAPLANG

Ciri khas setang baplang dengan panjang hampir 1 meter selalu jadi pilihan para fighter untuk diaplikasin pada setiap tungganganya supaya tampil gahar. Bukan untuk Ibnu, justeru setang yang diaplikasikan berbasis motor trail. Hal ini dilakukan agar sesuai dengan up side down. “Sok depan variasi trail jadul” jelas pria asal Kendal.

 

SEDIKIT MERUBAH SASIS

Untuk rangka sasis memang tak banyak yang harus dirubah. Karena rangka sebelumnya memang sudah terbukti kokoh. Nah, pemotongan hanya dilakukan pada center bone sekitar 5 cm saja. Sedangkan pipa tubular dibuat dari pipa 1 inchi dan lekukannya mengikuti alur tangki yang aero dinamis.

DATA MODIFIKASI

Ban depan        : Bridgestone Batlax 110/60-17

Ban belakang     : Pirelli MT 180/60-17

Sok depan        : Suzuki GSX 400

Sok belakang     : Suzuki GSX 400

Pelek depan      : Suzuki GSX 400

Pelek belakang   : Suzuki GSX 400

Stang            : Trail

Tangki bensin    : Cagiva Planet

 

 

 

Bengkel

X-K Bike Design (kalika)

Jl. Pasir Muncang (Belakang SD II Pasir Muncang)

Purwokerto, Jawa Tengah

Telp. 0281-621811

Hp. 0816692964

 

BILLY CUZTOM (Platizer Otomodify)

Spesialis Platizer

OtomotifZone.com – Wow… mungkin Suswanto bukanlah pribadi yang idealis namun dalam hal modifikasi motor idealismenya muncul dan mencuat menyesuaikan karakter sangar pria yang akrab disapa Wanto ini. “Banyak yang bilang kalau aku memang mempunyai kepribadian yang sulit ditebak, bahkan sampai dalam hal konsep modifikasi motor. Tapi biasa saja sih, hehe” buka Wanto sembari bercanda.

Hebatnya disaat builder Purwokerto yang berlomba-lomba menggunakan bahan fiberglass sebagai media kreasi. Justeru Wanto dengan bendera Billy Cuztom (BC) menjelajahi dunia modifikasi dengan lekukan plat galvanis atau istilah kerenya platizer. “Aku belajar seni melekuk plat dari kakak dan orang tuaku yang sudah menekuninya sejak aku masih kecil” kenang pemilik gerai BC Platizer ini. Memang berbeda jalur, kalau kakak Wanto bermain di plat bodi mobil.

Hmmm… menurut pria berwajah klasik ini banyak sekali detail dan desain bodi mobil yang bisa diaplikasin buat motor. Jangan khawatir buat sobat OZ yang pengin mencoba jasa BC, karena sejak tahun 2006 awal berdirinya BC, Wanto sudah berkomitmen kalau garapanya harus benar-benar memenuhi standarisasi laik jalan serta fungsional. “Hal itulah yang menjadi patokan utama saya” papar Wanto.

Nah, untuk urusan konsep memang harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Betul kan…? Pasalnya BC tidak menginginkan spesialisasi konsep pada salah satu aliran modifikasi saja. “Untuk spesialisasi kami tetap pada bahan media kreasi platizer” imbuh Wanto. Hmmm… cetak… cetok… cetak… cetok… jadi deh bodi dari platizer. (Penulis & Foto : Uung Feri)

Billy Custom

Jl. Unwiku No.26

Karangsalam Kidul, Kedung Banteng

Purwokerto

Hp. 085227966604