Beranda blog Halaman 35

Nicolo Bulega Desak Ducati Beri Kesempatan ke MotoGP: “Saya Pantas Mendapatkannya”

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Nicolo Bulega menegaskan dirinya layak mendapatkan kesempatan tampil di MotoGP pada musim 2027 setelah tampil dominan di ajang World Superbike musim ini.

Bulega bahkan mengaku tidak akan merasa senang apabila Ducati mengabaikannya untuk promosi ke kelas premier dalam waktu dekat.

“Saya pikir sekarang saya pantas mendapatkan kesempatan di MotoGP. Jika saya tidak mendapatkannya, saya tidak tahu. Yang pasti saya tidak akan bahagia,” ujar Bulega.

Pebalap Italia berusia 26 tahun tersebut memang sedang tampil luar biasa bersama Ducati di ajang Superbike World Championship. Setelah kembali mendominasi seri Most, Bulega kini mencatatkan 19 kemenangan beruntun, termasuk empat kemenangan terakhir musim lalu.

Catatan itu bahkan disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah WorldSBK modern, meski kejuaraan tersebut pernah didominasi nama-nama besar seperti Jonathan Rea, Alvaro Bautista, hingga Toprak Razgatlioglu.

Bulega sendiri saat ini juga merupakan bagian dari tim penguji resmi Ducati MotoGP, sehingga peluang naik kelas ke MotoGP semakin terbuka.

Namanya santer dikaitkan dengan tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team milik Valentino Rossi untuk musim 2027.

Namun jalan Bulega menuju MotoGP tidak mudah. Pebalap Luca Marini disebut juga menjadi kandidat kuat untuk salah satu kursi VR46 musim 2027.

Situasi ini muncul karena masa depan Franco Morbidelli di VR46 mulai diragukan setelah performanya kurang konsisten musim ini.

Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio diprediksi bakal meninggalkan Ducati dan bergabung dengan KTM pabrikan pada era baru mesin 850cc mendatang.

Sementara itu, rookie muda Fermin Aldeguer diperkirakan akan bergabung ke VR46 musim depan. Kondisi tersebut membuat perebutan satu kursi tersisa diperkirakan hanya akan melibatkan Bulega dan Marini.

Valentino Rossi sebelumnya juga sempat menegaskan bahwa dirinya ingin setidaknya memiliki satu pebalap Italia di tim VR46. Hal tersebut membuat peluang Bulega tetap terbuka lebar, meski Marini memiliki keuntungan hubungan keluarga dengan Rossi.

Meski begitu, jika gagal promosi ke MotoGP, bertahan di Ducati WorldSBK juga bukan pilihan buruk bagi Bulega. Motor Ducati Panigale V4 R saat ini dianggap sebagai motor terbaik di grid dan memberinya peluang besar untuk terus memburu gelar juara dunia WorldSBK dalam beberapa musim ke depan.

Lewis Hamilton Ungkap Alasan Jarang Gunakan Simulator Ferrari F1

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Lewis Hamilton akhirnya memberikan penjelasan detail mengenai alasannya jarang menggunakan simulator milik Scuderia Ferrari, meski dirinya mengakui fasilitas tersebut merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ia gunakan.

Hamilton memang dikenal bukan penggemar simulator Formula 1 sejak awal kariernya. Menurutnya, pengalaman di simulator sering kali tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi nyata di lintasan.

Meski begitu, juara dunia tujuh kali tersebut tetap memuji simulator Ferrari yang dianggap memiliki teknologi luar biasa dan didukung tim teknis terbaik.

“Simulator Ferrari luar biasa. Tempatnya sangat hebat untuk bekerja. Itu simulator terbaik yang pernah saya lihat dan tim di belakangnya juga sangat luar biasa,” ujar Hamilton.

Pebalap asal Inggris itu mengungkapkan dirinya mulai mengenal simulator sejak era McLaren Formula 1 Team pada akhir 1990-an. Saat itu teknologi simulator masih sangat sederhana dan belum memiliki pergerakan kokpit seperti sekarang.

Hamilton mengaku cukup sering menggunakan simulator saat membela McLaren, namun ia merasa sesi yang terlalu panjang justru membuat proses belajar menjadi kurang efektif.

“Kadang Anda melakukan terlalu banyak lap dan akhirnya tidak lagi belajar apa pun,” katanya.

Ketika bergabung dengan Mercedes-AMG PETRONAS Formula One Team pada 2013, Hamilton juga mengaku simulator tim saat itu belum benar-benar akurat. Karena itulah dirinya sangat jarang memanfaatkan fasilitas tersebut selama periode dominasinya bersama Mercedes.

Hamilton bahkan menyebut hanya sekali dalam kariernya setup simulator benar-benar cocok dengan mobil di lintasan, yakni saat meraih pole position di GP Singapura 2012.

Memasuki era ground effect dan kepindahannya ke Ferrari pada 2025, Hamilton sempat mencoba lebih rutin menggunakan simulator. Namun hasilnya tetap belum memuaskan.

Menurut Hamilton, setup yang terasa sempurna di simulator justru sering kali berlawanan ketika diterapkan langsung di sirkuit.

“Sering kali setelah bekerja keras di simulator, ketika tiba di trek semuanya terasa berbeda. Anda akhirnya harus mengubah lagi pendekatan menikung, setup mobil, hingga keseimbangan pengereman,” jelasnya.

Karena itu, Hamilton memilih fokus mendalami data teknis bersama para engineer Ferrari dibanding terlalu bergantung pada simulator.

Ia kini lebih banyak mempelajari keseimbangan mobil saat menikung, mechanical balance, distribusi pengereman, hingga optimalisasi sistem rem yang selama ini menjadi salah satu kelemahannya.

Hamilton menegaskan dirinya bukan sepenuhnya meninggalkan simulator. Ia masih melihat alat tersebut berguna, terutama untuk pengembangan power deployment dan korelasi data.

Namun untuk beberapa balapan, Hamilton memilih tidak menggunakan simulator sama sekali. Menariknya, strategi tersebut justru memberikan hasil positif.

“China menjadi contoh terbaik. Saya tidak menggunakan simulator sebelum balapan dan itu justru menjadi akhir pekan terbaik saya,” tutup Hamilton.

Honda Safety Generation 2026, Upaya Honda Tanamkan Budaya #Cari_Aman kepada Generasi Muda

0
Honda Safety Generation 2026

BANDUNG – PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku Main Dealer Sepeda Motor Honda di Jawa Barat kembali menghadirkan program edukasi keselamatan berkendara bertajuk Honda Safety Generation (HSG) 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Honda dalam memperkuat budaya berkendara aman sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Melalui Honda Safety Generation 2026, Honda ingin terus hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Honda juga mengajak para pelajar untuk lebih memahami pentingnya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman.

Rangkaian kegiatan Honda Safety Generation 2026 dimulai melalui roadshow ke 20 SMA di Kota Bandung yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 27 April 2026. Dalam kegiatan roadshow tersebut, para siswa mendapatkan edukasi safety riding, sosialisasi program Honda Safety Generation, penampilan ekstrakurikuler sekolah, hingga exhibition yang menghadirkan berbagai produk Honda.

Setelah roadshow, peserta mengikuti kegiatan HSG Camp pada 4–5 Mei 2026 yang dilaksanakan di Gedung Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora. Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari materi safety riding oleh instruktur Honda melalui teori, praktik skill, hingga penggunaan Honda Riding Trainer (HRT) Simulator. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan public speaking bersama Ale Aulia, pembekalan pembuatan artikel, hingga materi pembuatan konten kreatif bersama influencer Mada Riyanhadi.

Honda Safety Generation 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi yang diikuti para pelajar, di antaranya Safety Riding Skill Competition yang diikuti oleh 40 peserta siswa dan siswi, Article Competition yang diikuti 20 grup pelajar, Campaign Content Competition sebanyak 20 grup, serta Eskul Competition yang juga diikuti oleh 20 grup sekolah.

Puncak acara Grand Final Honda Safety Generation 2026 berlangsung pada 20–21 Mei 2026 di Gedung Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora. Pada babak final ini, para pelajar dari 20 SMA di Kota Bandung mengikuti berbagai kompetisi edukatif dan interaktif, mulai dari Cerdas Cermat, Public Speaking, HRT Challenge, Cari Aman Skill Competition, hingga penampilan Ekskul Competition.

Selain penilaian individu pada beberapa kategori kompetisi, terdapat juga penilaian antar sekolah yang diakumulasikan dari seluruh rangkaian kompetisi seperti Article Competition, Campaign Content Competition, serta performa peserta di setiap sesi kegiatan untuk menentukan predikat Best of The Best School Honda Safety Generation 2026. Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi Awarding sebagai bentuk apresiasi bagi peserta dan sekolah terbaik dalam Honda Safety Generation 2026.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic DAM, Handi mengatakan, “Honda Safety Generation 2026 menjadi salah satu upaya kami untuk terus menghadirkan edukasi keselamatan berkendara yang dekat dengan generasi muda. Melalui konsep yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan, kami berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga dapat mengimplementasikan budaya #Cari_Aman dalam aktivitas sehari-hari.

Kami juga berharap melalui Honda Safety Generation 2026 dapat lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif dan aktif, tetapi juga mampu menjadi Duta Honda Safety Riding Generation serta role model keselamatan berkendara di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Honda Safety Generation 2026

Melalui program Honda Safety Generation 2026, DAM berharap generasi muda dapat menjadi pelopor budaya berkendara aman di lingkungan sekitarnya. Dengan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, Honda ingin terus membangun kedekatan emosional dengan generasi muda sekaligus menanamkan semangat #Cari_Aman dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Tidak hanya menjadi Duta Honda Safety Riding Generation, para peserta juga diharapkan dapat menjadi kepanjangan tangan Honda dalam menyebarkan pesan keselamatan berkendara melalui karya artikel, kampanye konten kreatif, serta berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah maupun media sosial.

FPQ Superprix Boyolali : Alfi Husni Kembali Mengganas! Cuma Butuh 3 Lap untuk Amankan Posisi Di Underbone 130cc

0

Otomotifzone.com – Boyolali. Nama Alfi Husni tampaknya benar-benar menjadi momok yang menakutkan bagi para rivalnya dalam gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5). Setelah sukses menguasai kelas Expert, pembalap andalan SAE Racing Team ini lagi-lagi menunjukkan taringnya di kelas bergengsi Bebek 2T TU 130cc (Underbone).

​Alfi Husni seolah tidak memberikan celah bagi pembalap lain untuk bernapas lega. Sejak bendera sesi Free Practice & Qualifying (FPQ) dikibarkan, pembalap asal Jawa Barat ini langsung tampil agresif dan sangat efisien.

​Bagaimana tidak, Alfi hanya membutuhkan 3 lap pertama untuk langsung mengunci posisi start terdepan. Pada lap ketiga tersebut, ia sukses mencetak waktu fantastis 54.260 detik, yang langsung membawanya bertengger kokoh di urutan terbaik tanpa bisa digoyahkan hingga sesi berakhir.

​Meski sudah mengunci best time di awal sesi, Alfi tidak langsung bersantai. Pembalap bernomor start 143 ini terus melakoni putaran demi putaran demi mencari data setup terbaik dan memaksimalkan performa motornya untuk simulasi race. Secara keseluruhan, Alfi menghabiskan total 10 lap di atas lintasan sirkuit sepanjang 1,200 km tersebut.

​Ketajaman waktu Alfi Husni kali ini dikawal ketat oleh Fendi Oding (AS Grup Racing Team) di posisi kedua dengan catatan waktu 54.370 detik (gap 0.110 detik), serta M Syirat Syauqi (No Limit Racing Team) di tempat ketiga dengan torehan 54.382 detik.

​Kembali sukses mengamankan pole position di kelasnya dedengkot balap (Underbone 130cc) setelah sebelumnya juga menguasai kelas Bebek 4Tak Expert, Alfi Husni jelas menjadi calon kuat peraih podium tertinggi pada balapan superpole Race maupun race yang akan dilakukan esok hari.

FPQ Bebek 2T STD 125 Novice Superprix Boyolali : Hafid Rasya ft Toger Antivirus Amankan Pole Position

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Penampilan impresif kembali tersaji dalam sesi Free Practice & Qualifying (FPQ) gelaran Superchallenge Superprix 2026 Seri 2 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5). Di kelas Bebek 2T STD 125cc Novice, pembalap asal Jawa Timur, Hafid Fahril Rasyadan, sukses menasbihkan diri sebagai yang tercepat dan mengunci posisi start terdepan.

​Menunggangi motor tim Toger Anti Virus Racing Team, pembalap bernomor start 96 ini langsung tampil on-fire sejak menit-menit awal sesi kualifikasi dimulai. ​Hafid Rasya tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan ritme terbaiknya di atas lintasan sepanjang 1,200 km tersebut. Strategi serangan cepat yang dilancarkannya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil mencetak best time 56.376 detik tepat pada lap ke-6. Catatan waktu yang tajam itu terus bertahan kokoh di puncak klasemen kualifikasi hingga bendera finish dikibarkan.

​Meskipun sudah mengunci waktu terbaik di lap ke-6, Hafid tetap melanjutkan sesi untuk menguji konsistensi motornya dengan melahap total 14 lap sepanjang sesi FPQ berlangsung.

​Rival terdekatnya, Nicky Hayden dari tim RMF Trans (DIY), harus puas membayangi di posisi kedua setelah hanya mampu mencetak waktu terbaik 56.471 detik—terpaut tipis 0.095 detik saja dari Hafid Rasya. Sementara itu, melengkapi barisan tiga besar, pembalap Febrian M Yusuf (Buana Karya) menempel di urutan ketiga dengan torehan 56.681 detik.

​Keberhasilan Hafid Rasya menemukan setup terbaik dan mengunci pole position di lap awal ini menjadi sinyal bahaya bagi para rivalnya. Jalannya balapan di kelas bebek goreng standar 125cc Novice esok hari dipastikan bakal berlangsung sengit, mengingat rapatnya selisih waktu di barisan depan!

ADS Putaran 1 Jambi Siap Digelar, Usung Tema Bhayangkara Presisi 2026

0

OtomotifZone.com – Jambi, Gelaran balap bergengsi Aspira Premio Andalas Drag Series (ADS) 2026 kembali hadir di Pulau Sumatera. Kali ini, Kota Jambi dipercaya menjadi tuan rumah putaran pertama yang akan berlangsung pada 6-7 Juni 2026 di Sirkuit NP Perkantoran Gubernur Telanaipura, Jambi. Event ini akan menggabungkan balapan Drag Race dan Drag Bike dalam tajuk “Bhayangkara Presisi Drag Race & Dragbike 2026”.

Ketua Predator Organizer, Hary Kurniady, mengungkapkan bahwa persiapan menuju event sudah hampir rampung. Dukungan besar dari berbagai pihak juga menjadi semangat tersendiri untuk menyukseskan ajang tersebut.

“Untuk persiapan kita sudah 85 persen. Alhamdulillah kegiatan di-support semua Forkompinda, Bapak Gubernur Jambi, Bapak Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi dan Bapak Kapolda Jambi untuk acara ini bertema ‘BHAYANGKARA PRESISI 2026’. Sekaligus menyalurkan dan menjaring bakat-bakat atlet khususnya Drag Race dan Dragbike di Provinsi Jambi, sekaligus mengurangi balap liar. Dalam kegiatan ini juga bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara ke-80,” ujar Hary Kurniady.

Ajang ini menjadi tahun kedua Jambi dipercaya menggelar Andalas Drag Series. Namun, pada musim 2026 ini panitia menghadirkan nuansa berbeda dengan lokasi baru yang sarat sejarah dunia balap di Jambi.

“Yang jelas kita setiap tahun berbeda bang. Mulai dari tahun 2025 itu di sirkuit Tugu Keris Kota Baru. Dan sekarang 2026 kita adakan di Sirkuit NP Perkantoran Gubernur Telanaipura Kota Jambi, ini termasuk sirkuit legend-nya di Jambi tentunya suasana yang baru lagi,” pungkas Hary.

Tidak hanya menghadirkan pertarungan sengit antar pembalap Sumatera, event ini juga diprediksi menjadi magnet bagi tim-tim luar daerah. Dengan konsep kompetisi sekaligus pembinaan, ADS 2026 Jambi diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit potensial balap drag sekaligus menjadi wadah positif bagi pecinta otomotif.

FPQ Bebek 4T TU 150cc Superprix Boyolali : Strategi Cerdas! Cuma Butuh 3 Lap, Alfi Husni Langsung Sikat Pole Position!

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Penampilan luar biasa diperlihatkan oleh pembalap papan atas Alfi Husni pada sesi Free Practice & Qualifying (FPQ) kelas utama Bebek 4T TU 150cc Expert dalam gelaran Seri 2 Superchallenge Superprix 2026 di Sirkuit Karting Boyolali, Jumat (22/5).

Tanpa pikir panjang, pembalap andalan SAE Group Racing Team ini langsung tampil menggebrak sejak awal sesi dimulai.
​Alfi Husni menunjukkan kematangan strateginya di atas lintasan sepanjang 1,200 km tersebut. Berbeda dengan pembalap lain yang menghabiskan banyak lap untuk mencari time attack, Alfi justru langsung menuntaskan misinya dengan sangat cepat dan efektif.

​”Satu dan dua lap awal memang sengaja dipakai untuk memanaskan ban dulu agar traksinya optimal. Nah, masuk lap ketiga, kita langsung push habis-habisan,” ungkap Alfi Husni membocorkan strateginya.

​Strategi instan push tersebut terbukti sangat ampuh. Tak disangka, baru masuk lap ketiga, pembalap asal Jawa Barat ini langsung menembus angka fantastis 54.390 detik. Catatan waktu yang sangat tajam ini langsung membawanya bertengger kokoh di urutan terbaik dan gagal dipatahkan oleh rival-rivalnya hingga sesi kualifikasi usai.

​Menariknya, setelah berhasil mengunci waktu terbaik, Alfi tidak mau membuang-buang bahan bakar dan performa mesinnya. Pembalap bernomor start 143 ini sempat masuk ke pit area untuk memantau pergerakan waktu lawan. Sepanjang sesi FPQ berjalan, Alfi tercatat sangat efisien dengan hanya melakoni total 9 lap saja di lintasan.

​Dominasi Alfi Husni di posisi puncak dikawal ketat oleh M Syirat Syauqi (No Limit Racing Team) di posisi kedua dengan waktu 54.674 detik, dan Bintang Nur Alif (Demet’s P232 GDT Racing Yogyakarta) di tempat ketiga dengan torehan 54.799 detik.

​Keberhasilan merebut pole position dengan efisiensi lap yang luar biasa ini menjadi bukti kesiapan mental dan ketajaman setup motor dari The Stroke55 selalu peracik kuda besi SAE Group Racing Team. Jalannya balapan race kelas Expert esok hari dipastikan bakal berlangsung sengit, mengingat barisan pembalap top di belakang Alfi juga mengincar podium tertinggi di Boyolali!

QTT Superprix Boyolali : Alfi Husni Tercepat di bebek 2T STD 125cc Expert, Sayang Motor Malah Trouble!

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Sesi Free Practice (FP) dan Kualifikasi (QTT) gelaran Seri 2 SuperChallenge Superprix 2026 sirkuit Boyolali 22 Mei 2026 langsung menyajikan drama di kelas pembuka, Bebek 2T STD 125cc Expert. Pembalap andalan tim SAE Group, Alfi Husni, sukses mencuri perhatian setelah langsung bertengger di urutan terbaik.

​Hebatnya, Alfi Husni tidak membutuhkan waktu lama untuk mengamankan posisi teratas. Ia hanya membutuhkan 2 lap efektif dari total 3 lap yang dilakoninya di dalam lintasan untuk mencatatkan waktu tajam 55.610 detik. Setelah mencetak best time tersebut, Alfi justru “menghilang” dari sirkuit dan terlihat berada di paddock sambil memantau jalannya sisa sesi melalui aplikasi.

​Usut punya usut, hilangnya Alfi dari lintasan bukan karena sengaja menyimpan tenaga, melainkan karena pacuannya mengalami kendala teknis. Motor Bebek Goreng andalannya mengalami trouble engine, yang membuatnya harus segera dilarikan ke markas The Stroke55 di Sukoharjo untuk proses pembenahan total.

​Meski didera masalah mesin, Alfi tetap menunjukkan optimisme tinggi untuk sesi race esok hari. ​”Optimis mas besok bisa tarung lagi, sudah cukup baik time saat ini tadi. Alhamdulillah pokoknya, namun sedihnya motor trouble setelah 3 lap tadi,” ungkap Alfi Husni saat dikonfirmasi.

​Dengan catatan waktu yang sudah sangat kompetitif, mampukah pasukan mekanik The Stroke55 Sukoharjo mengembalikan performa terbaik motor Alfi Husni tepat waktu demi mengamankan podium di sesi final besok? Kita tunggu kejutannya!

​Mau fokus menonjolkan sisi kerja cepat mekanik The Stroke55 di Sukoharjo, atau ada tambahan data time dari rival TERDEKAT

FPQ Superprix Boyolali : ​Aksi Di Menit Akhir! Taufik Hidayat Rebut Pole Position Bebek 2T STD 116cc Novice

0

Otomotifzone.com – ​Boyolali. Sesi Kualifikasi (FPQ) putaran kedua gelaran Superchallenge Superprix 2026 yang berlangsung di Sirkuit Karting Boyolali benar-benar menyajikan drama tingkat tinggi. Kejutan besar tercipta di kelas Bebek 2T STD 116cc Novice, di mana pembalap asal Jawa Barat, Taufik Hidayat, sukses merebut urutan pertama secara dramatis di menit-menit akhir sesi.

​Pembalap yang identik dengan nomor start 7 tersebut membuktikan mental petarungnya di atas lintasan sepanjang 1,200 km ini. Mengusung bendera tim Codet Balap Rashspeed Team Uwa, Taufik berhasil mencetak waktu terbaik 56.982 detik.

​Aksi Taufik terbilang sangat cerdik. Sepanjang sesi berjalan, nama Nicky Hayden, pembalap andalan RMF Trans, sebenarnya tampil sangat dominan dan kokoh memimpin jalannya time attack.

Namun, peta persaingan berubah total ketika sesi menyisakan sedikit waktu.
​Taufik Hidayat melakukan flying lap yang sempurna tepat di lap ke-12 dari total 14 lap yang ia lahap. Secara mengejutkan, catatan waktunya langsung menggeser Nicky Hayden ke posisi kedua dengan selisih yang sangat tipis, yaitu hanya 0.014 detik saja!

Nicky harus puas di tempat kedua dengan torehan 56.996 detik. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh pembalap Jawa Tengah, Febrian M Yusuf (Buana Karya) dengan catatan waktu 57.033 detik, disusul Chessy Meilandri di posisi keempat.

​Keberhasilan Taufik Hidayat mengamankan pole position di kelas bebek goreng standar 116cc Novice ini menjadi modal berharga untuk menghadapi sesi race nanti. Dengan rapatnya selisih waktu di barisan depan, pertarungan sengit memperebutkan podium tertinggi di Sirkuit Boyolali dipastikan bakal berlangsung panas dan ketat sejak lampu start padam!

FPQ Superprix Boyolali : M. Syirat Syauqi Melejit Tercepat di Bebek 4T TU 130cc Expert!

0

OtomotifZone.com – Boyolali. Dominasi dan aksi memukau kembali tersaji di Sirkuit Karting Boyolali dalam lanjutan Seri kedua gelaran SuperChallenge Superprix 2026 sirkuit Boyolali 22-23 Mei 2026. Masuk di kelas bergengsi Bebek 4T TU 130cc Expert, pembalap asal Aceh, M. Syirat Syauqi, sukses mencuri panggung kualifikasi (QTT) setelah tampil melejit dan mengunci posisi start terdepan.

​Di bawah kendali penuh Syirat Syauqi, pacuan andalan milik No Limit Racing Team langsung melesat tajam sejak menit-menit awal sesi dimulai. Syauqi menunjukkan efisiensi dan kematangan strategi yang luar biasa di atas lintasan sepanjang 1,200 km tersebut.

​Dari total 11 lap yang ia lakoni secara keseluruhan, Syirat Syauqi berhasil mencatatkan waktu terbaiknya (Best Time) pada lap ke-7. Catatan waktu fantastis 55.254 detik miliknya langsung kokoh bertengger di puncak daftar dan gagal dipatahkan oleh para rivalnya hingga sesi kualifikasi berakhir.

​Persaingan di barisan depan sendiri terbilang sangat ketat dan sengit. Syauqi ditempel ketat oleh pembalap Jawa Barat, Akbar Abud Afdallah (HMS95 Racing Team Sekaranom), di posisi kedua dengan gap super tipis 0.076 detik saja, serta Bintang Nur Alif di urutan ketiga. Sementara itu, pembalap SAE Racing Team, Alfi Husni, menguntit di posisi keempat dengan waktu 55.445 detik.

​Keberhasilan mengamankan pole position ini tentu menjadi modal yang sangat berharga bagi M. Syirat Syauqi dan No Limit Racing Team untuk menghadapi pertarungan sengit di sesi Race final besok.