Beranda blog Halaman 46

Paser Cup Race 2026 Tambah Semarak dengan Hadiah Motor untuk Exrider

OtomotifZone.com – Jakarta, Paser Cup Race 2026 dipastikan akan menjadi salah satu ajang balap paling meriah tahun ini. Panitia kembali menghadirkan kejutan besar dengan menambah hadiah istimewa untuk para pembalap.

Selain konsep awal Juara Umum di tiga kategori utama, tahun ini akan ada tambahan Juara Umum Exrider yang akan mendapatkan satu unit motor. Hadiah spesial tersebut merupakan persembahan dari komunitas Exrider Kalimantan.

Tambahan ini tentu semakin menyemarakkan perebutan gelar di lintasan. Juara Umum Exrider kini memiliki nilai prestise lebih tinggi karena tidak hanya membawa pulang trofi dan uang pembinaan, tetapi juga satu unit motor sebagai bentuk apresiasi atas performa terbaik sepanjang event.

Tiga Kategori Juara Umum

Pada konsep awal, Paser Cup Race 2026 sudah menyiapkan tiga kategori Juara Umum dengan nominal hadiah yang luar biasa. Tiga kategori tersebut adalah:

  • Expert
  • Novice
  • Lokal Paser

Menariknya, di setiap kategori akan ada tiga Juara Umum yang berhak mendapatkan penghargaan sesuai klasemen akhir.

Dukungan Tambahan dari H. Putra Rizky

Tidak hanya itu, hadiah tambahan dengan nominal yang setara dengan penyelenggara juga diberikan oleh H. Putra Rizky, pemilik LFN HP969. Dukungan tersebut semakin memperbesar total hadiah yang diperebutkan para pembalap.

Dengan tambahan satu unit motor untuk Juara Umum Exrider serta berbagai bonus lainnya, Paser Cup Race 2026 dipastikan akan berlangsung semakin kompetitif dan penuh gengsi. Antusiasme pembalap dan tim pun diprediksi meningkat, mengingat hadiah yang diperebutkan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan ajang tersebut.

Memimpin Lalu Terjatuh, Bezzecchi: Kesalahan Kecil, Dampak Besar

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengambil tanggung jawab penuh atas kecelakaan yang membuatnya gagal finis saat memimpin Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Sabtu (28/2) di Buriram.

Bezzecchi tampil kuat sepanjang akhir pekan dan sukses meraih pole position pertamanya musim ini, meski sempat terjatuh di penghujung sesi kualifikasi. Dalam sprint 13 lap, ia terlibat duel sengit dengan Marc Marquez sejak lap pembuka.

Pada lap kedua, Bezzecchi berhasil merebut posisi terdepan dari Marquez di Tikungan 3. Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah ia terjatuh di Tikungan 8 dan tidak dapat melanjutkan balapan.

Sentuh Garis Putih, Kehilangan Grip Depan

Menjelaskan insiden tersebut, Bezzecchi mengaku melakukan kesalahan kecil yang berujung konsekuensi besar.

“Saya minta maaf atas kesalahan ini. Saya merasa cukup baik,” ujarnya.

“Lintasan saat balapan sedikit lebih buruk dibanding kondisi sebelumnya selama akhir pekan. Tapi itu bukan alasan. Saya membuat kesalahan kecil, menyentuh sedikit garis putih di bagian dalam untuk menutup racing line.”

Menurutnya, sentuhan pada garis putih membuat ban depan kehilangan grip.

“Saya kehilangan bagian depan sedikit. Saya coba menyelamatkannya, masih bertahan sebentar, tapi setelah itu saya benar-benar kehilangannya. Kesalahan kecil, tapi konsekuensinya besar.”

Bezzecchi pun meminta maaf kepada timnya, namun menegaskan bahwa insiden tersebut bagian dari risiko balapan.

“Saya harus tetap mendorong dan mencoba memberikan yang terbaik. Besok saya akan melakukan hal yang sama.”

Tekanan Marquez Bukan Faktor Utama

Duel awal dengan Marquez menjadi pertemuan pertama mereka di lintasan sejak insiden di Indonesia tahun lalu. Meski mendapat tekanan kuat dari juara dunia bertahan itu, Bezzecchi menegaskan hal tersebut bukan penyebab kecelakaannya.

“Saya tahu Marc akan menggunakan strategi seperti itu. Dia selalu sangat kuat dalam duel dan pengereman,” jelasnya.

“Saya merasa mungkin sedikit lebih cepat dari sisi pace, dan jika bisa bertahan di depan sedikit lebih lama, mungkin saya bisa membuka jarak kecil. Tapi saat mencoba melakukannya, saya justru melakukan kesalahan.”

Meski gagal meraih poin di sprint, Bezzecchi tetap akan memulai Grand Prix Thailand hari Minggu dari posisi terdepan, dengan Marquez berada tepat di sampingnya di grid. Kesempatan untuk menebus kesalahan pun masih terbuka lebar di balapan utama musim ini.

Debut Dinanti Berakhir Insiden, Toprak Jelaskan Penyebab Jatuhnya

OtomotifZone.com – Jakarta, Debut yang sangat dinantikan Toprak Razgatlioglu di MotoGP harus berakhir dengan insiden setelah ia terjatuh dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).

Juara dunia World Superbike tiga kali itu menjalani balapan perdananya di kelas utama bersama tim Pramac Racing. Memulai dari baris ketujuh, Razgatlioglu memang tidak berada dalam perebutan poin pada lomba 13 lap tersebut, namun tampil cukup solid dengan mengikuti rekan setimnya, Jack Miller.

Sayangnya, pada akhir lap ke-11, pebalap Turki itu terjatuh di tikungan terakhir. Ia sempat melanjutkan balapan dan finis di posisi ke-20, tepat di depan pebalap pengganti Gresini, Michele Pirro.

Hampir Jatuh Sejak Lap Pertama

Usai balapan, Razgatlioglu mengungkapkan bahwa ia sudah merasakan masalah engine braking sejak awal lomba — dan itulah yang akhirnya membuatnya kehilangan kendali.

“Awalnya tidak buruk, terutama saat start,” ujarnya.

“Di tikungan pertama saya melihat Jack mengerem sedikit lebih awal. Saya langsung menggunakan rem, karena saya tidak tahu apakah rem karbon sudah cukup panas atau belum. Saya benar-benar takut di tikungan pertama.”

Ia mengaku hampir terjatuh sejak lap pertama akibat roda depan sempat mengunci dua kali saat pengereman di tikungan terakhir.

“Sejak awal saya punya masalah dengan engine brake di tikungan terakhir. Biasanya kami memakai mapping yang sama, tapi saya merasakan perbedaan di sana.”

Kehilangan Kendali Saat Menyerang

Meski demikian, Razgatlioglu mencoba beradaptasi dengan set-up tersebut dan tetap menjaga ritme saat membuntuti Miller.

“Saya mengikuti Jack beberapa lap dan merasa cukup baik. Saya bisa melihat di sektor mana dia lebih cepat dan di mana saya lebih kuat,” katanya.

Namun saat mencoba mendekat di tiga lap terakhir untuk melancarkan serangan, ia mengerem sedikit lebih lambat — keputusan yang berujung petaka.

“Semuanya terasa sempurna sampai saya mulai memiringkan motor, karena saya merasakan kuncian pertama. Masalahnya, saat saya memiringkan lebih dalam, bagian belakang kembali dengan cepat dan saya kehilangan grip depan.”

Insiden tersebut menutup debut balapannya dengan kekecewaan, meski ia tetap mampu menyelesaikan lomba. Bagi Razgatlioglu, Sprint Buriram menjadi pelajaran awal penting dalam proses adaptasi dari World Superbike ke MotoGP — terutama dalam memahami karakter motor dan sistem pengereman di level tertinggi ini.

Start Sulit Musim 2026, Bagnaia: Saya yang Harus Memperbaiki Situasi

pecco bagnaia
Pecco Bagnaia #1 - Rider MotoGP Ducati Lenovo

OtomotifZone.com – Jakarta, Pebalap Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, mengakui dirinya masih kesulitan beradaptasi setelah kembali tampil kurang meyakinkan pada Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).

Setelah musim 2025 yang penuh tantangan, Bagnaia sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada awal kampanye baru. Namun performanya di Thailand belum mencerminkan potensi tersebut.

Ia gagal lolos dari sesi Q1 saat kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi ke-13. Dalam sprint sepanjang 13 lap, Bagnaia hanya mampu finis kesembilan, tertinggal 6,9 detik dari pemenang lomba.

Kesulitan Memahami Kondisi Trek

Bagnaia sebelumnya menyalahkan perubahan set-up pada Jumat yang tidak berjalan sesuai rencana. Namun pada Sabtu, ia mengakui masalah utamanya adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berubah.

“Sulit dijelaskan. Trek sama, motor sama,” ujarnya kepada Sky Italia.

“Kondisinya jelas berubah dan saya tidak mampu memahaminya atau memaksimalkannya seperti yang seharusnya. Tapi itu kesalahan saya.” jelas Bagnaia

Menurutnya, tingkat grip berbeda dibandingkan saat tes pramusim, ditambah fakta bahwa balapan berlangsung dalam kondisi ramai membuat segalanya lebih rumit.

“Grip jelas lebih rendah dibanding saat tes. Anda tidak berkendara sendirian, dan itu membuat perbedaan besar. Saya mencoba memperbaiki, mencoba memahami bagaimana bisa lebih cepat, tapi saya yang harus menyelesaikannya.”

Masalah di Pengereman dan Entry Tikungan

Bagnaia juga mengungkapkan bahwa para pebalap Ducati mengalami kesulitan saat pengereman dan memasuki tikungan di Sirkuit Buriram.

“Dengan ban bekas saya merasa cukup baik, tapi saya kurang feeling saat lap cepat. Berbeda dengan 2025, sekarang semua Ducati kesulitan menghentikan motor saat pengereman dan masuk tikungan.”

Ia menambahkan bahwa perbedaan kondisi cuaca dan karakter aspal membuat arah pengembangan yang diambil saat tes tidak efektif di balapan kali ini.

“Ini garis yang sangat tipis antara mengerem dengan baik atau tidak bisa berhenti sama sekali. Saya perlu menyesuaikan ulang. Saat tes kami mengambil arah set-up yang tidak membayar di sini, dengan iklim dan aspal seperti ini.”

Poin Perdana Sejak Malaysia 2025

Meski hanya finis kesembilan, hasil tersebut menjadi poin pertamanya sejak memenangkan sprint di MotoGP Malaysia Oktober lalu. Ia bahkan menyebut secara matematis perolehan poin kali ini lebih baik dibanding lima balapan terakhir musim lalu.

“Kami tetap mendapat satu poin. Ini proses panjang, tapi saya tetap tenang. Saya menerima situasi ini dan mencoba berkembang.”

MotoGP Thailand 2026 pun menjadi pengingat bahwa meski Ducati masih kompetitif, tidak semua pebalapnya langsung menemukan ritme terbaik — dan bagi Bagnaia, proses adaptasi ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang ia harapkan.

Duel Panas di Buriram Berujung Penalti, Marquez: Kami Harus Ikuti Aturan

OtomotifZone.com – Jakarta, Juara dunia bertahan Marc Marquez menerima penalti yang membuatnya kehilangan kemenangan pada Sprint Race MotoGP Buriram, Sabtu (28/2/2026). Meski mengakui harus mengikuti aturan di “era baru MotoGP”, Marquez mengkritik waktu pemberitahuan penalti yang menurutnya datang terlalu terlambat.

Pebalap Ducati itu terlibat duel ketat dengan bintang muda KTM, Pedro Acosta, sepanjang balapan. Marquez mewarisi posisi terdepan setelah favorit pra-balapan, Marco Bezzecchi, terjatuh pada lap kedua.

Sejak saat itu, Acosta terus membayangi dan beberapa kali mencoba melakukan pengereman lebih dalam di tikungan terakhir. Marquez mampu menutup celah setiap serangan tersebut. Namun kesalahan di Tikungan 5 pada lap penultimate membuka peluang bagi Acosta untuk merebut pimpinan lomba.

Menyadari ancaman tersebut, Marquez berbalik menyerang di tikungan terakhir. Manuver bloknya memicu kontak kecil dengan Acosta, yang melebar hingga melewati kerb sebelum kembali ke lintasan di posisi kedua, sementara Marquez tetap berada di dalam trek.

Diperintahkan Turun Satu Posisi

Stewards FIM kemudian menjatuhkan penalti turun satu posisi kepada Marquez atas insiden “menyebabkan kontak”. Sembilan kali juara dunia itu pun membiarkan Acosta menyalipnya di tikungan terakhir jelang garis finis.

“Itu pertarungan yang bagus, dan sebenarnya masih dalam kontrol karena saya mencoba mengatur ritme balapan,” ujar Marquez.

“Ketika melihat Bezzecchi jatuh, saya mencoba memperlambat tempo dan mengontrol situasi. Rencananya menyerang di dua lap terakhir, tapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 5.”

Terkait insiden overtake, ia menegaskan bahwa para pebalap kini harus beradaptasi dengan pendekatan steward yang lebih ketat.

“Aturannya sekarang seperti ini. Ini era baru di MotoGP. Kami harus beradaptasi. Saya menerima penalti di dashboard, jadi saya turunkan posisi, dan selesai. Kami dapat sembilan poin, besok masih ada balapan lagi.”

Kritik soal Waktu Pemberitahuan

Meski menerima keputusan tersebut, Marquez mempertanyakan waktu pemberitahuan penalti.

“Menurut saya, pesan itu datang terlalu terlambat, hanya di tikungan terakhir,” katanya.

“Kalau memang ingin sistem seperti ini dan lebih ketat, kirim penalti lebih cepat, misalnya saat keluar dari Tikungan 3 yang ada trek lurus untuk melihat dashboard. Jangan menunggu sampai tikungan terakhir.”

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, bahkan menilai penalti tersebut tidak adil. Namun Marquez tetap menekankan bahwa pebalap tidak punya pilihan selain mematuhi regulasi.

“Mereka ingin seperti ini, jadi kami harus mengikuti aturan,” tegasnya.

Menariknya, catatan resmi lomba menyebutkan bahwa Marquez telah diberi tahu penalti pada pukul 15:21:25 waktu setempat — sekitar 27,1 detik sebelum Acosta melintasi garis finis.

Namun karakter Sirkuit Buriram yang memiliki rangkaian tikungan cepat dari Tikungan 5 hingga 11 kemungkinan membuat Marquez baru bisa melihat notifikasi di dashboard saat memasuki trek lurus menuju tikungan terakhir, sehingga ia merasa pesan tersebut datang terlambat.

Sprint race di Buriram pun menjadi sorotan, bukan hanya karena duel panas dua generasi pebalap, tetapi juga karena interpretasi aturan yang kini dinilai lebih tegas dalam persaingan ketat MotoGP 2026.

Bintang Pranata Sukma Kibarkan Merah Putih di Thailand pada Debut Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026

Bintang Pranata Sukma

OtomotifZone.com, Buriram – Pembalap muda berbakat asal Tangerang, Banten, Bintang Pranata Sukma, sukses memberikan kejutan besar di kancah balap internasional. Berstatus sebagai pendatang baru (rookie), pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) ini berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada Sabtu (28/2/2026).

Turun di ajang bergengsi Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 putaran pertama, Bintang langsung tampil menggebrak dengan mengamankan podium ketiga pada Race 1.

Jalannya Balapan yang Sengit

Skuad muda Indonesia yang terdiri dari Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf, Maulana Malik, dan Muh Badly Ayatullah datang dengan motivasi tinggi untuk menaklukkan sirkuit sepanjang 4,5 km tersebut. Berdasarkan hasil kualifikasi, Resky memulai balapan dari grid ke-4, disusul Bintang di posisi ke-5, Badly ke-11, dan Maulana ke-14.

Sejak lampu merah padam, balapan langsung berjalan alot. Pada lima lap pertama, ketiga jagoan AHRT—Bintang, Resky, dan Badly—sempat merangsek naik dan bersaing di barisan depan untuk memperebutkan zona podium. Namun, ketatnya tensi balapan membuat posisi para rider terus bertukar.

Menghadapi persaingan yang intens, para pembalap muda ini menunjukkan kedewasaannya dengan melakukan manajemen ban yang apik di atas motor Honda NSF250R, sembari tetap fokus pada strategi tim.

Drama Tikungan Terakhir

Memasuki lap pamungkas, agresivitas pembalap memuncak. Bintang dan Resky yang bertahan di persaingan 10 besar mulai melancarkan serangan di berbagai sektor, berusaha menyelinap di antara kepungan rival.

Momen paling dramatis terjadi saat mendekati tikungan terakhir sebelum garis finis. Bintang, yang saat itu masih tertahan di posisi kelima, menunjukkan insting pembunuhnya. Dengan titik pengereman (late braking) yang sangat presisi, ia menusuk masuk dan melewati dua pembalap sekaligus. Eksekusi cornering yang mulus membawanya melesat mengamankan posisi ketiga, tepat di belakang dua pembalap asal Jepang yang menduduki posisi pertama dan kedua.

Sementara itu, rekan-rekan setimnya juga berhasil merampungkan balapan dengan usaha maksimal. Resky Yusuf finis di urutan ke-10, disusul Muh Badly di posisi ke-14, dan Maulana Malik di posisi ke-15.

Fokus Menatap Race 2

Hasil gemilang di Race 1 ini tentu menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Bintang dan tim AHRT.

“Bintang memulai musim balap dengan hasil gemilang. Sebagai pendatang baru di ajang Moto4 Asia, langsung menggebrak. Merebut podium ketiga di race pertama di Thailand hari ini,” tulis pernyataan resmi Astra Honda Racing Team.

Kini, fokus tim langsung tertuju pada Race 2 yang akan digelar esok hari. Harapan besar kembali disematkan agar Bintang dan pembalap Indonesia lainnya bisa kembali menduduki tangga podium dan mengharumkan nama bangsa di kancah Asia. Gaspol!

Kualifikasi MotoGP Thailand, Marcobez Luar Biasa Di Grid Terdepan

OtomotifZone.com – Thailand. Marco Bezzechi benar-benar digdaya di seri 1 MotoGP sirkuit Buriram, Thailand pekan ini. Dari free practice 1 sampai kualifikasi dia berada di posisi teratas. Pencapaian yang membuat decak kagum pemerhati MotoGP sejak dia bergabung di kelas ini.

Aprilia RS-GP semakin menyatu dengan pola pikirnya. Dia tidak terbawa pacuan akan tetapi dia yang membawa arah kendali motor. Bukan berarti aman melenggang di depan. Marc Marquez yang kabarnya masih recovery pun menempel 0.035 detik. Bukan itu saja, 16 pembalap di belakangnya terpaut 0 koma saja. Usaha melarikan diri untuk menjadi yang tercepat masih mendapat ujian. Detik-detik terakhir Bezzechi alami crash. Slide roda depan membuatnya tersungkur dan harus kembali ke paddock.

Untungnya sesi berakhir tepat waktu, dia tetap ada di puncak posisi. Berikut hasil kualifikasinya..

Veda Ega Pratama Buat Kagum Free Practice Jum’at Di Moto3 Thailand, Sejarah Sebut Pembalap Indonesia

OtomotifZone.com – Thailand. Seri 1 MotoGP di sirkuit Buriram, Thailand pekan ini sudah di mulai dengan beberapa sesi Free Practice. Salah satunya di kelas Moto3 dimana ada sosok Veda Ega Pratama yang sedang menjadi pantauan. Debut perdana yang ia mulai pada sesi ini langsung membuat kejutan. FP 1 dia nangkring di urutan 6!!!!!

Apa-apaan ini? Belum pernah terjadi rider Asia Tenggara dengan hasil seperti ini. Veda bermain lihai mencatatkan waktunya 1.41.854 selisih 0.652 dengan pemimpin catatan terbaik milik Andrian Fernandez yang cetak waktu 1.41.202. Salah satu dedengkot di Moto3. Ada 13 rider yang mencatatkan waktu 0 koma di bawah Andrian. Gebrakan istimewa bukan….

Setelah itu ada sesi Practice saja. Veda berangkat di awal waktu lalu kembali ke paddock. Jelang 10 menit terakhir dia keluar dan langsung berada di posisi keempat! Gilakk…  Semacam bertarung dengan kawan lama dj JuniorGP. Time semakin habis sebenarnya banyak peluang yang ia dapat. Sayang beberapa pembalap merusak moment penting buat memperbaiki catatan waktu lebih baik. Akhirnya Veda torehkan waktu 1.41.508. Terlihat lebih baik dari FP1 namun dia harus bertengger di posisi 8.

Walau ada di posisi delapan, sesi ini cukup ketat. Urutan 2 sampai 20 jarak waktunya sangat tipis. Semuanya 0 Koma sekian! Khusus Veda ini membuat senyum Honda Team Asia. Nampak seperti tak ada kecemasan melihat Veda berputar. Veda lolos Q2 alias ikut kualifikasi top rider 14 besar. Besok gas lagi lebih tajam..

Yamaha Racing Indonesia Resmi Luncurkan Skuad 2026: Siap Mendunia dengan Semangat #LiveInsideTheRacingBlue

Yamaha Racing Indonesia Resmi Luncurkan Skuad 2026

OtomotifZone.com – Jakarta. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) resmi membuka lembaran baru musim balap 2026 dengan menggelar acara Season Launch yang spektakuler. Mengusung tema #LiveInsideTheRacingBlue, Yamaha Racing Indonesia (YRI) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan pembalap muda berbakat dari tanah air untuk bersaing di kancah internasional. Langkah ini menjadi bukti konsistensi Yamaha dalam menciptakan jalur karier balap yang terstruktur bagi para talenta lokal menuju panggung dunia.

Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi YRI dengan formasi pembalap yang semakin kompetitif di berbagai kelas bergengsi. Di level dunia, Aldi Satya Mahendra tetap menjadi ujung tombak di kelas World Supersport (WorldSSP) setelah mencatatkan sejarah gemilang di musim sebelumnya. Sementara itu, Arai Agaska Dibani Laksana dipersiapkan untuk naik kelas ke ajang yang lebih tinggi, membawa ekspektasi besar bagi para pecinta balap di Indonesia untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di podium internasional.

Untuk kompetisi tingkat regional Asia Road Racing Championship (ARRC), Yamaha Racing Indonesia tetap mengandalkan kekuatan di kelas SS600 dan AP250. Nama-nama seperti Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi Tonny tetap menjadi andalan di kelas SuperSports 600cc untuk memperebutkan gelar juara Asia. Sedangkan di kelas AP250, YRI memberikan kesempatan bagi bintang muda seperti Candra Hermawan dan Muhammad Fadhil Musyavi untuk terus mengasah kemampuan dan jam terbang mereka di sirkuit-sirkuit terbaik Asia.

Selain memperkenalkan line-up pembalap, Yamaha juga memamerkan livery terbaru yang didominasi warna biru khas Yamaha dengan sentuhan desain yang lebih agresif dan modern. Presiden Direktur PT YIMM menyampaikan bahwa target utama musim ini bukan sekadar meraih podium, melainkan juga memperkuat mentalitas juang para pembalap. Dengan dukungan teknis yang maksimal dan program pelatihan yang intensif, Yamaha Racing Indonesia optimis dapat mendominasi musim 2026 dan terus menginspirasi generasi muda otomotif Indonesia.

CEO MKRT: Balap Gak Balap, Gak Butuh Validasi

Screenshot

Otomotifzone.com — JAKARTA. Pemilik dari Motokids_id — Justin Harijawan, ucapkan soal pertarungannya kembali dari perhelatan balap Vespa 2026 nanti.

Lewat komunikasi ringan bersama Penulis, pria yang identik dengan tattoo-nya ini. Menyebutkan tidak terlalu memikirkan kondisi balap untuk saat ini.

“Buat sekarang Follow the Flow aja sih engga ada target apa-apa. Saya ikut balap karena senang. Engga ada yang dikejar, engga butuh validasi juga,” ucap dari Justin langsung kepada Penulis secara ekslusif.

Moto kids
Justin Harijawan CEO Moto Kids

Tapi disamping itu, ia juga menyebutkan kembali bahwa jika nantinya akan ada sebuah event kejuaraan terkait balap Vespa. Justin dengan Moto Kids Racing Teamnya, secara siap buat loss dan all in buat balapan.

Untuk musim sebelumnya di 2025. Dirinya bersama dengan Pebalap andalan kontrak matinya, Reynaldi Pradana. Bersaing secara kompeten di garda terdepan. 

Tidak sedikit dari penampilan Rere 171 itu, berhasil meraih torehan prestasi. Tapi menuju putaran selesai, mereka absen saat balapan. 

Moto kids
Moment P1 MKRT (2024)

“Buat putaran terakhir, sengaja engga ikut. Memang lagi engga pengen balap aja. Motor sebenarnya siap. Buat nanti balap pun motor siap,” lanjut olehnya lagi. 

Sambil menunggu update terkini dari jadwal balap, Justin berharap nantinya kelas FFA Small Frame 2T, yang mana kelas tersebut diikutinya juga. Agar bisa semakin ramai.

“Denger-denger si ada yang baru ya. Semoga starter nambah si di kelas FFA Small Frame biar ada perlawanan baru, seru. Semoga semuanya lancar. Ditambah penyelenggara bisa Release jadwal, agar tim bisa Prepare,” tutupnya.