OtomotifZone.com – Jakarta, Debut yang sangat dinantikan Toprak Razgatlioglu di MotoGP harus berakhir dengan insiden setelah ia terjatuh dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Buriram, Sabtu (28/2).
Juara dunia World Superbike tiga kali itu menjalani balapan perdananya di kelas utama bersama tim Pramac Racing. Memulai dari baris ketujuh, Razgatlioglu memang tidak berada dalam perebutan poin pada lomba 13 lap tersebut, namun tampil cukup solid dengan mengikuti rekan setimnya, Jack Miller.
Sayangnya, pada akhir lap ke-11, pebalap Turki itu terjatuh di tikungan terakhir. Ia sempat melanjutkan balapan dan finis di posisi ke-20, tepat di depan pebalap pengganti Gresini, Michele Pirro.

Hampir Jatuh Sejak Lap Pertama
Usai balapan, Razgatlioglu mengungkapkan bahwa ia sudah merasakan masalah engine braking sejak awal lomba — dan itulah yang akhirnya membuatnya kehilangan kendali.
“Awalnya tidak buruk, terutama saat start,” ujarnya.
“Di tikungan pertama saya melihat Jack mengerem sedikit lebih awal. Saya langsung menggunakan rem, karena saya tidak tahu apakah rem karbon sudah cukup panas atau belum. Saya benar-benar takut di tikungan pertama.”
Ia mengaku hampir terjatuh sejak lap pertama akibat roda depan sempat mengunci dua kali saat pengereman di tikungan terakhir.
“Sejak awal saya punya masalah dengan engine brake di tikungan terakhir. Biasanya kami memakai mapping yang sama, tapi saya merasakan perbedaan di sana.”
Kehilangan Kendali Saat Menyerang
Meski demikian, Razgatlioglu mencoba beradaptasi dengan set-up tersebut dan tetap menjaga ritme saat membuntuti Miller.
“Saya mengikuti Jack beberapa lap dan merasa cukup baik. Saya bisa melihat di sektor mana dia lebih cepat dan di mana saya lebih kuat,” katanya.
Namun saat mencoba mendekat di tiga lap terakhir untuk melancarkan serangan, ia mengerem sedikit lebih lambat — keputusan yang berujung petaka.
“Semuanya terasa sempurna sampai saya mulai memiringkan motor, karena saya merasakan kuncian pertama. Masalahnya, saat saya memiringkan lebih dalam, bagian belakang kembali dengan cepat dan saya kehilangan grip depan.”
Insiden tersebut menutup debut balapannya dengan kekecewaan, meski ia tetap mampu menyelesaikan lomba. Bagi Razgatlioglu, Sprint Buriram menjadi pelajaran awal penting dalam proses adaptasi dari World Superbike ke MotoGP — terutama dalam memahami karakter motor dan sistem pengereman di level tertinggi ini.

