Beranda blog Halaman 87

Regulasi Umur IMI 2026 Dinilai Salah Arah: Willy Octra Buka Data Lama, Pertanyakan Kajian Lapangan

OtomotifZone.com – Jakarta, Polemik regulasi usia balap motor yang direncanakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) berlaku mulai musim 2026 kian memanas. Mantan Ketua Komisi Pembinaan Prestasi (PP) IMI, Willy Octra, kembali angkat bicara dengan nada lebih tegas. Ia menilai regulasi tersebut tidak hanya prematur, tetapi juga bertentangan dengan hasil kajian dan keputusan resmi yang telah disepakati dalam forum Rakernas IMI.

Menurut Willy, ramainya perdebatan soal regulasi Motor Prix (MP) justru mendorong dirinya membuka kembali data dan arsip hasil perlombaan nasional dari tahun 2021 hingga 2025. Dari sana, ia menemukan bahwa batas usia pembinaan yang selama ini berjalan tidak pernah berubah dan terbukti efektif.

“Melihat situasi yang lagi rame soal regulasi MP, akhirnya saya buka lagi file-file lama dan hasil lomba dari 2021 sampai 2025. Terkait umur yang diributkan ini seharusnya dilakukan analisa dan kajian di lapangan, bukan hanya melihat kepentingan tertentu. Saya bicara berdasarkan data dan kajian lapangan,” tegas Willy.

Willy memaparkan, selama dirinya menjabat, regulasi usia pembinaan tidak pernah diubah. Beginner tetap di usia 8–12 tahun, Rookie 10–16 tahun, Novice 14–20 tahun, dan Expert 16–50 tahun. Aturan tersebut, kata Willy, selalu dikaji dari tahun ke tahun dan dinilai paling cocok dengan kondisi pembinaan balap motor di Indonesia, baik untuk tim privat maupun pabrikan.

Pada Rakernas IMI akhir 2025, Willy yang juga menjadi peserta Komisi C mengungkapkan bahwa pembahasan regulasi sudah dilakukan secara resmi dan melibatkan usulan dari berbagai provinsi. Dalam materi yang dibahas, komisi mengusulkan:

Expert: 16–50 tahun
Novice: 14–23 tahun
Rookie: 10–16 tahun
Beginner: 10–12 tahun

Termasuk di dalamnya pembahasan penambahan kelas Motor Prix (MP). Namun secara tegas, Komisi C saat itu justru meminta agar regulasi usia dan kelas MP dikembalikan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam
Willy Otra, ketua penyelenggara MP Batam

“Alasan pertama, dengan empat kelas saja peserta masih sepi, apalagi kalau ditambah jadi tujuh kelas. EO bisa nombok, apalagi hadiahnya non-kuota,” ungkap Willy.

Alasan kedua, lanjutnya, berdasarkan data dan kajian yang ia pegang, jumlah pembalap pembinaan di tiap region Indonesia masih belum mencukupi. Menurutnya, kondisi peserta baru mulai ramai dan justru tidak ideal jika regulasi usia diubah secara mendadak.

Tak hanya itu, Willy juga menyinggung usulan kelas tambahan Women yang saat itu hanya disetujui untuk region Jawa, karena memang baru wilayah tersebut yang memiliki jumlah peserta perempuan signifikan.

Seluruh pembahasan Komisi C, kata Willy, telah dirumuskan dan disahkan dalam Rakernas. Namun yang menjadi tanda tanya besar, kini justru muncul regulasi usia baru yang berbeda dari materi resmi Rakernas, seperti Novice 15–23 tahun, Rookie 12–16 tahun, dan Beginner 11–14 tahun.

“Pertanyaannya, anak-anak sekolah balap yang umurnya di bawah 11 tahun mau balap di mana? Ini yang harus dijawab Pembalap Indonesia saat ini balapanya sampai ke dunia Internasional awalnya balap dengan motor bebek baru naik ke sport. Kembalikan saja regulasi tahun sebelumnya. Biar MP bisa rame kembali, ” kritiknya.

Willy menilai, jika regulasi ini diterapkan tanpa kajian lapangan yang matang, justru berpotensi merusak sistem penjenjangan yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

“Saran saya sederhana. Kalau belum ada kajian nyata dan belum melihat realita di lapangan, tidak usah diubah. Regulasi ini malah berpotensi merusak sistem penjenjangan. Kembalikan saja seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong komisi IMI yang baru dilantik untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan melibatkan tim besar, tim kecil, pabrikan, pengurus lama, serta penyelenggara Kejurnas MP.

“Duduk bersama, diskusi tanpa kepentingan. Kita bicara masa depan balap motor Indonesia,” ujarnya.

Menariknya, Willy juga mengungkap hasil diskusi dengan sesama komisaris dan penyelenggara MP, khususnya terkait kelas Novice. Menurutnya, banyak masukan agar pembalap yang sudah menjuarai kelas Novice diwajibkan naik ke Expert, meski usia belum mencukupi, atau diberikan toleransi penangguhan maksimal satu tahun.

“Justru di situ penjenjangan bisa jalan sehat,” tutup Willy

2-Stroke High Voltage Wonogiri : 116 Gaya Bebas Jogja Masih Jadi Pemborong Dyno Contez

OtomotifZone.com – Karanganyar. Salah satu spot yang selalu tersaji dalam acara party rekan-rekan mesin dua langkah adalah Dyno Contez. Dalam event 2-Stroke High Voltage – Tak Terkendali berlokasi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri 21 Desember 2025 peserta dalam lomba adu power ini seperti tempat pelampiasan adu dyno yang sudah mereka lalui di event-event sebelumnya.

Terbukti pasukan 116 Gaya Bebas Jogja hadir di event perdana kongkow-kongkownya user 2T berbagai penjuru kota ini. Menurunkan beberapa spek motor andalan yang mayoritasnya adalah spek bebek. Yang pasti spek 2T to ya…..

“Ada lima motor yang bertarung di tiga kelas tersaji 2-Stroke High Voltage. Bebek 125 Std Sunmori Juara 2 dan 3, Bebek 125 TU Juara 1 dan 3 terakhir Bebek 130 TU Juara 1 dan 2. Istimewa pokoknya..” ucap Deon yang mengkoordinir pasukan 116 Gaya Bebas Jogja yang di bagian mekanik tetap di percayakan Rhisdianto.

“Terima kasih support dari Heaven Spa, Raden Roro, AJB Project, Kendar Karburator. Tak lupa knalpot D2T yang selalu kami andalkan selalu ada risetan terbaru untuk motor kami,” tutup mereka. 2026 berharap bisa konsisten tetap dalam persaingan dyno battle..

Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang

Honda Daya Jayadi Racing Team Tuntaskan Kejurda Road Race IMI Jabar 2025 di Subang
Daffa SK

OtomotifZone.com, Subang – Honda Daya Jayadi Racing Team, tim balap binaan PT Daya Adicipta Motora, tampil pada ajang Kejurda Road Race IMI Jawa Barat Seri 3 atau seri terakhir yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di Sirkuit Gery Mang Subang. Pada seri ini, dua pebalap muda DAM, Dafa SK dan Agam Abdillah Pratama, tampil membawa semangat kompetitif meski harus menghadapi tantangan lintasan basah akibat hujan.

Mengandalkan performa Honda Supra GTR 150, Dafa SK turun di kelas Bebek 4T 150cc Rookie, sementara Agam Abdillah Pratama memperkuat tim di kelas Bebek 4T 150cc Beginner. Pada sesi kualifikasi, Dafa SK berhasil mengamankan posisi start kedua di kelas MP3 Rookie, sedangkan Agam Abdillah memulai balapan dari grid ketujuh di kelas MP3 Rookie dan grid kedua di kelas MP4 Beginner.

Race 1 berlangsung dalam kondisi lintasan basah. Di kelas Rookie yang menempuh 12 lap, Dafa SK sempat berada di posisi ketiga pada awal balapan, sementara Agam Abdillah sempat naik ke posisi lima di pertengahan lomba. Namun, Dafa SK harus mengakhiri balapan lebih awal akibat terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan, sedangkan Agam Abdillah menyelesaikan balapan di posisi keenam.

Sementara itu di kelas Beginner yang menempuh total 10 lap, Agam Abdillah tampil impresif dengan langsung memimpin balapan hingga lap keempat. Sayangnya, insiden terjatuh membuatnya sempat merosot ke posisi ke-11. Meski demikian, Agam menunjukkan determinasi tinggi dengan kembali melanjutkan balapan dan berhasil finis di posisi ketujuh.

Memasuki Race 2 yang kembali digelar dalam kondisi lintasan basah, Dafa SK tampil lebih konsisten di kelas Rookie dan berhasil finis di posisi keempat. Di sisi lain, Agam Abdillah harus kembali mengalami insiden terjatuh di kelas Rookie sehingga gagal menyelesaikan balapan. Namun, Agam Abdillah berhasil menutup akhir pekan dengan hasil positif di kelas Beginner.  Pada Race 2, ia tampil kompetitif dan sukses mengamankan posisi kedua hingga garis finis di sirkuit sepanjang 1,2 kilometer tersebut.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM, Handi, menyampaikan apresiasinya atas perjuangan para pebalap. “Balapan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Meski menghadapi kondisi lintasan yang sulit, para pebalap tetap menunjukkan semangat juang dan mental kompetitif. Hasil yang diraih menjadi bekal evaluasi untuk meningkatkan performa di musim depan,” ujarnya. 

Ingin Kembalikan Marwah Balap Jabar, H. Kusmana “Tus” Kolaborasi Bersama JMM di Kejurda Seri 3

OtomotifZone.com – Subang, Kejurda Jawa Barat Seri 3 yang digelar pada 21 Desember 2025 di Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jawa Barat, menjadi momentum penting bagi kebangkitan dunia balap motor Jawa Barat. Putaran ketiga ini terbilang istimewa karena menjadi ajang kolaborasi antara TuS Racing dan JMM, yang dipelopori langsung oleh Drs. H. Kusmana Hartadji, MM.

H. Kusmana Hartadji yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, serta pernah mengemban amanah sebagai Penjabat (PJ) Wali Kota Sukabumi periode 2023–2025, dikenal luas sebagai salah satu pegiat otomotif Jawa Barat. Jiwa otomotif memang telah mengalir kuat dalam dirinya sejak lama. Dua anaknya juga merupakan Pebalap Jawa Barat.

Sebagai Owner TuS Racing, peran H. Kusmana di Kejurda Jawa Barat Seri 3 sangatlah krusial. Tak sekadar sebagai pendukung, kehadirannya justru menjadi penggerak utama terselenggaranya putaran ketiga ini. Ia secara langsung terlibat dalam upaya menghidupkan kembali atmosfer kompetisi balap motor yang sempat meredup di Jawa Barat.

Kepeduliannya terhadap perkembangan otomotif, khususnya balap motor, tak pernah pudar. H. Kusmana dikenal selalu aktif mengamati dinamika dunia balap Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat yang dahulu sempat menjadi barometer nasional dalam mencetak pebalap dan tim papan atas.

Ternyata, keterlibatan H. Kusmana di Kejurda Jawa Barat Seri 3 bukan tanpa tujuan. Ia memiliki misi besar untuk mengembalikan kejayaan balap Jawa Barat seperti masa keemasannya di masa lalu.

“Saya hanya ingin membangkitkan gairah balap Jawa Barat lagi seperti 15 tahun terakhir. Dulu Jawa Barat selalu menjadi barometer pebalap dan tim. Semoga dengan demikian, gairah balap Jawa Barat bisa terus bangkit seperti sediakala,” ujar H. Kusmana Hartadji kepada tim redaksi.

Dengan semangat tersebut, Kejurda Jawa Barat Seri 3 diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan kembali dunia balap Jawa Barat, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

Suhandi Padang 88 Off Balap? Bagaikan Sayur Tanpa Garam!!!

OtomotifZone.com – Jakarta. Dunia balap motor Indonesia, khususnya Sumatera, dikejutkan oleh kabar mengejutkan. Tim legendaris Suhandi Padang 88 Racing Team resmi menyatakan off balap pada musim 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui akun media sosial resmi tim pada Minggu (22/12).

Suhandi Padang 88 bukanlah nama biasa. Tim ini dikenal sebagai salah satu tim tertua dan paling disegani di Indonesia, khususnya di kancah balap Sumatera. Di baliknya ada sosok Suhandi Anggriawan, figur ikonik yang dikenal dengan banyak julukan legendaris seperti Amdi Berani, Padang Gile, Pebalap Tua-Tua Keladi, Pebalap Satu Mata, hingga Pebalap Tiga Zaman. Semua julukan itu mencerminkan satu karakter kuat: pantang kendor dan selalu ingin cepat, tanpa kompromi.

Selama puluhan tahun, Suhandi Padang 88 dikenal dengan motonya yang melegenda: siap tanding 1×24 jam. Namun keputusan untuk berhenti balap di 2026 justru datang secara mendadak, membuat banyak pihak tercengang.

Dalam pernyataan resminya, akun Suhandi Padang 88 menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai tim sepanjang musim 2025.

“Terimakasih kepada semua pihak sponsor yang sudah terlibat di tahun 2025 ini dan kepada pembalap andalan saya, chief mechanic dan crew Suhandi Padang 88 Racing Team. Terimakasih telah berkontribusi serta menorehkan banyak prestasi gemilang selama balapan, serta sahabat Suhandi yang saya sayangi dan cintai,” tulis akun resmi tersebut.

Pernyataan itu kemudian ditutup dengan kalimat yang menjadi sorotan utama publik balap nasional.

“Dengan ini saya menginfokan team balap motor Suhandi Padang 88 Racing Team OFF mengikuti balap di tahun 2026. Terimakasih.”
Keputusan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Sosok Suhandi yang selama ini dikenal tak pernah surut semangatnya di dunia balap, tiba-tiba mengeluarkan pernyataan OFF tanpa penjelasan detail mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Bagi banyak insan balap, absennya Suhandi Padang 88 di lintasan akan meninggalkan kekosongan besar. Balap Indonesia, khususnya Sumatera, tanpa Suhandi Padang 88 ibarat sayur tanpa garam—kehilangan rasa, warna, dan jiwa.

Apakah ini benar-benar akhir, atau hanya jeda sebelum kembali dengan gebrakan baru? Waktu yang akan menjawab. Yang pasti, nama Suhandi Padang 88 telah tertulis tebal dalam sejarah balap motor Indonesia.

Honda PCX Club Indonesia Bandung Chapter Gelar Musda ke-6

Honda PCX Club Indonesia Bandung Chapter Gelar Musda

Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Bandung Chapter menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 sebagai ajang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat solidaritas antar anggota. Kegiatan ini berlangsung di Safety Riding Center PT Daya Adicipta Motora pada Minggu, 14 Desember 2025, dan dihadiri ratusan bikers HPCI Bandung Chapter.

Mengusung tema “The Sixth Spirit”, Musda ke-6 merupakan agenda rutin chapter yang dilaksanakan sebagai bagian dari amanat AD/ART keluarga besar Honda PCX Club Indonesia. Selain menjadi wadah konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang pemilihan Ketua HPCI Bandung Chapter untuk periode 2025–2028.

Sebanyak 125 anggota HPCI Bandung Chapter turut ambil bagian dalam Musda kali ini. Acara juga dihadiri oleh Bro Agus selaku Ketua Umum HPCI Pusat beserta jajaran pengurus, Bro Iponk selaku PIC Community PT Daya Adicipta Motora, Bro Goyz selaku Ketua Umum Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB), serta perwakilan HPCI chapter wilayah Jawa Barat dan Banten.

Rangkaian kegiatan diawali dengan city rolling dari Stadion Sidolig menuju Safety Riding Center DAM. Setibanya di lokasi, acara dibuka dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban oleh Om Toy selaku Ketua HPCI Bandung Chapter bersama jajaran pengurus periode 2023–2025.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Chapter yang dipimpin oleh Bro Zen selaku Ketua Sidang/Presidium. Melalui proses musyawarah, Heryadi Wijaya resmi ditetapkan sebagai Ketua HPCI Bandung Chapter terpilih untuk periode 2025–2028.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan seluruh anggota. Harapannya, HPCI Bandung Chapter dapat menjadi lebih baik, semakin solid, dan mampu menjadi barometer bagi chapter HPCI lainnya di Indonesia,” ungkap Heryadi Wijaya yang akrab disapa Bro Yadi usai ditetapkan sebagai ketua chapter.

Pada kesempatan yang sama, Bro Agus selaku perwakilan Ketua Umum HPCI Pusat menyampaikan apresiasi, “Selamat kepada ketua chapter yang baru terpilih. Semoga dapat mengemban amanah dan menjalankan tugas dengan baik sebagai Ketua HPCI Bandung Chapter.”

Sementara itu, Bro Goyz selaku Ketua Umum IMHJB turut memberikan ucapan selamat. “Selamat atas terpilihnya Bro Yadi sebagai Ketua HPCI Bandung Chapter yang baru. Semoga dapat terus mendukung dan bersinergi dalam setiap kegiatan komunitas bersama main dealer Honda di Jawa Barat,” ujarnya.

Selain agenda organisasi, Musda ke-6 HPCI Bandung Chapter juga diisi dengan kegiatan sosial melalui penyerahan donasi kepada keluarga Almh. Ibu Nolis dan Alm. Bro Dadan, member HPCI Bandung Chapter yang telah berpulang satu bulan lalu. Acara semakin semarak dengan berbagai games dan doorprize menarik dari sejumlah sponsor, di antaranya Respiro, Eiger Riding, Mudbeast, Percetakan Wijaya, CV Putra Jawa Sentosa, dan Omen428.

Hasil Resmi Kejuaraan TORAJA OTOMOTIF CLUB OPEN ROAD RACE 2 – Final Kejurprov Balap Motor IMI Sulsel 2025

Toraja Otomotif Club

OtomotifZone.com, Tana Toraja – Gelaran TORAJA OTOMOTIF CLUB (TOC) Open Road Race 2 yang sekaligus menjadi Final Kejuaraan Provinsi Balap Motor IMI Sulawesi Selatan 2025 resmi berakhir dengan sukses. Ajang pamungkas Kejurprov ini berlangsung meriah dan menyedot perhatian pecinta balap motor dari berbagai daerah di Sulawesi hingga luar pulau.

Puluhan kelas yang diperlombakan menghadirkan persaingan ketat sejak sesi awal hingga final race. Sejumlah pembalap papan atas tampil dominan dan berhasil mengunci poin penting pada seri penentuan ini, sekaligus memastikan posisi mereka di klasemen akhir Kejurprov.

Persaingan Ketat di Kelas Utama

Di kelas-kelas utama seperti Bebek 4T 150cc Tune Up Expert (MP1) dan Novice (MP2), pertarungan berlangsung sengit dengan intensitas tinggi. Nama Fahnisyar Nurjabad tampil menonjol dan konsisten di berbagai kelas, menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap paling kompetitif di Kejurprov Sulsel musim ini.

Sementara itu, Syahrul Amin juga tampil impresif, khususnya di kategori Underbone 2T, dengan torehan podium yang mengantarkannya sebagai salah satu kandidat kuat juara umum.

Dominasi Pembalap Muda dan Lokal

Final Kejurprov ini juga menjadi panggung pembuktian pembalap muda dan lokal Toraja, Enrekang, serta Luwu Raya. Sejumlah nama lokal berhasil menembus podium dan menunjukkan potensi besar untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi.

Di kategori U-23, Rookie, dan Beginner, regenerasi pembalap Sulsel terlihat berjalan positif. Dukungan tim lokal dan antusiasme penonton menjadi energi tambahan bagi para rider muda untuk tampil maksimal.

Juara Umum dan Grand Champion

Berdasarkan akumulasi poin dari seluruh kelas yang diperlombakan, gelar Grand Champion Underbone 2T berhasil diraih oleh Syahrul Amin, berkat konsistensi performa sepanjang seri.

Selain itu, beberapa gelar Grand Champion juga ditetapkan untuk kategori:

  • Grand Champion Open
  • Grand Champion Lokal Toraja, Enrekang & Luwu Raya
  • Grand Champion Lokal Toraja

Penetapan juara umum ini menjadi penutup sempurna bagi rangkaian Kejurprov IMI Sulsel 2025 yang telah digelar dalam beberapa putaran sepanjang musim.

Penutup Musim yang Sukses

Keberhasilan pelaksanaan TOC Open Road Race 2 sebagai Final Kejurprov menegaskan peran Tana Toraja sebagai salah satu pusat balap motor yang berkembang pesat di Sulawesi Selatan. Kolaborasi panitia, IMI, tim, serta pembalap membuat event ini berjalan tertib, kompetitif, dan penuh sportivitas.

Dengan berakhirnya seri final ini, perhatian kini tertuju pada persiapan musim balap 2026, di mana diharapkan lebih banyak pembalap muda Sulsel mampu menembus level nasional bahkan internasional.

Langkah Pasti Menuju Puncak, Juna Octavian Raja Rookie Kejurda Jabar 2025

OtomotifZone.com – Jawa Barat. Performa konsisten ditunjukkan Juna Octavian sepanjang gelaran Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat 2025 kelas Rookie. Pebalap asal Bandung ini sukses keluar sebagai Juara Umum dengan mengoleksi perolehan poin tertinggi, mengungguli para rivalnya hingga akhir putaran.


Membela tim K2Y Nino BKJU Platinum Oil, Juna tampil stabil di setiap seri yang digelar. Kombinasi hasil kuat di setiap race membuatnya mampu mengumpulkan total 106 poin, angka tertinggi di kelas Rookie. Konsistensi menjadi kunci keberhasilan Juna dalam meraih gelar prestisius tersebut.


Di posisi kedua ditempati Dennis Mahardika asal Kabupaten Bandung dengan torehan 101 poin, sementara posisi ketiga diraih M Akbar Fahreza dari Cianjur dengan 81 poin. Persaingan di kelas Rookie sendiri terbilang ketat, diikuti banyak pebalap muda potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat.


Keberhasilan ini menjadi bukti kapasitas dan mental juara Juna Octavian meski masih berstatus rookie. Raihan Juara Umum Kejurda Jawa Barat 2025 ini sekaligus menjadi modal penting bagi Juna untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi ke depannya.


Dengan prestasi ini, Juna Octavian dipastikan menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan di kancah balap motor Jawa Barat, bahkan nasional, pada musim-musim mendatang.

Singa Tua Masih Mengaum, Ja’far Munir Taklukkan Kejurda Jawa Barat 2025

OtomotifZone.com – Jawa Barat. Usia boleh tak lagi muda, namun semangat dan naluri balap Ja’far Munir masih setajam para pebalap muda. Pebalap asal Subang ini membuktikan bahwa pengalaman adalah senjata utama saat dirinya keluar sebagai Juara Umum Kejurda Jawa Barat 2025, mengalahkan deretan rider muda yang haus prestasi.


Dijuluki sebagai “singa tua”, Ja’far Munir tampil tanpa gentar menghadapi tekanan generasi muda. Sejak putaran awal hingga seri pamungkas, ia mampu meladeni duel demi duel dengan konsistensi luar biasa. Ketangguhan mental dan kematangan strategi menjadi kunci utama keberhasilannya sepanjang musim.


Bergabung bersama MARQ O 89 OKTUKANG Racing Team, Ja’far Munir menunjukkan performa stabil di setiap seri. Tak sekadar cepat, ia juga cerdas dalam membaca situasi balap, menghindari kesalahan, dan memaksimalkan poin di setiap kesempatan.


Hingga akhir putaran, Ja’far Munir sukses mengoleksi 115 poin, angka yang tak mampu dikejar oleh para rivalnya. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap kompetitif di lintasan balap.


Prestasi Ja’far Munir menjadi inspirasi bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan pengalaman, “jiwa muda” tetap bisa ditundukkan. Singa tua itu masih mengaum, dan Kejurda Jawa Barat 2025 menjadi saksi keganasannya.

Misi Hajatan Perdana 2Stroke High Voltage Wonogiri Rampung Mantab

OtomotifZone.com– Wonogiri. Bertajuk 2Stroke High Voltage yang agendanya sudah terancang pada tanggal 21 Desember 2025. Bertempat di Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Acara akbar tempat kumpulnya user mesin 2-Stroke dari berbagai kalangan.

Boleh jadi ini adalah acara bergabungnya para pecinta 2 tak berada di satu tempat satu tempat asik di pinggir waduk Gajah Mungkur tak lain waduk terbesar di provinsi Jawa Tengah.
Diprakarsai oleh rekan-rekan komunitas roda dua bergenre old school Tak Terkendali, mereka nekat membuat agenda yang menjadi acara berkolaborasi dengan beberapa segmen di dalamnya.

Ada Gathering, Dyno Battle, Kontes, UMKM, Donasi dan beberapa lapak sponsorhip. “Ini event perdana kami, bersyukur semua rekan-rekan bisa membantu jalannya event ini dengan lancar tanpa gangguan apapun,” ucap Jilly, ketua pelaksana 2Stroke High Voltage Wonogiri.

Memang event sejenis sedang berkembang di berbagi wilayah Indonesia. Tapi 2Stroke High Voltage Wonogiri ingin mengemas event ini lebih ke enterpreneur demi menjaga kualitas meski dilaksanakan tidak di kota besar. Upaya menarik lagi kepercayaan pecinta 2Stroke di kemudian hari bilamana ada kesempatan untuk membuat acara lagi.
So, hari ini istimewa 2Stroke High Voltage Wonogiri Mantab!