OtomotifZone.com – Boyolali. Gelaran yahud pengujung tahun dari Tolak Miskin Road Racing Championship sirkuit Boyolali pekan ini 27 – 28 Desember 2025 update pembalap terus terinformasi secara cepat. Beberapa rider mengisi slot team-team yang bebas kontrak akhir musim.
Barisan tean Putra Sakat Wonogiri konfirmasi membawa Akbar Abud untuk ngegas spek UB 2T 130cc Open. Motor garapan The Strokes 55 solo dan di kawal Gepeng Tech Selogiri ini ready to race alias mesin siap tempur.
“Mesin jarang pakai dan di usahakan bermain bagus untuk event ini. Target senang aja intinya penting bertarung,” ucap Duta Surya, owner team. Oke, hari ini kualifikasi. Besok baru race…
OtomotifZone.com – Jakarta, Kegaduhan yang terjadi di dunia otomotif nasional dalam beberapa waktu terakhir kembali menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regulasi balap. Pro dan kontra yang bermunculan, khususnya terkait penjenjangan dan batas usia pembalap, dinilai perlu disikapi secara bijak oleh regulator.
Hal tersebut disuarakan oleh Wawan Hermawan, mantan pebalap nasional yang kini aktif sebagai pemilik tim sekaligus pendiri sekolah balap WH19Rs. Menurutnya, IMI selaku pemegang otoritas seharusnya melibatkan peserta dan para pelaku balap sebelum menetapkan regulasi baru.
Wawan menilai, polemik yang terjadi saat ini seharusnya bisa diminimalisir apabila proses perumusan aturan dilakukan secara terbuka dan partisipatif. Terlebih, regulasi terbaru yang mengatur batas usia—khususnya di kelas Beginner—dinilai tidak lazim dan memicu banyak perdebatan.
Sesi coaching clinic tersebut diberikan langsung oleh pebalap nasional Wawan Hermawan di acara Indonesia CBR Race Day, Minggu (22/04)
“Ini yang lagi rame pro dan kontra masalah regulasi usia, terutama usia Beginner yang naik dari tahun sebelumnya. Nah ini kan ada banyak sekolah balap di Indonesia. Sebab kebanyakan peserta di kelas Beginner ini datang dari sekolah balap. Ajak kita-kita duduk bersama merumuskan regulasi usia ini sebelum dikeluarkan,” ujar Wawan Hermawan.
Ia menegaskan, sekolah balap memiliki peran penting dalam pembinaan pembalap muda. Karena itu, suara mereka seharusnya menjadi bagian dari pertimbangan utama dalam menentukan penjenjangan dan arah pembinaan ke depan.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak sekolah balap yang aktif melahirkan talenta-talenta muda. Di antaranya WH19Rs, 43 Racing School, DRS, 77 RS, Mons 54 Private, D45, Bob’s RS, 86 Ristan, GHP56Rs, RS89, serta sejumlah sekolah balap ternama lainnya di Tanah Air.
Wawan berharap, ke depan IMI dapat membuka ruang dialog yang lebih luas agar setiap regulasi yang lahir benar-benar berpihak pada pembinaan, keselamatan, dan masa depan balap motor Indonesia. Dengan melibatkan semua pihak, regulasi diharapkan tidak lagi menimbulkan kegaduhan, melainkan menjadi solusi bersama.
OtomotifZone.com – Blitar, Gelaran Smoky Day Vol 3 dipastikan bakal berlangsung meriah dan penuh kejutan. Event kumpul pecinta motor dua tak ini akan digelar pada 18 Januari 2026 di Kesambi Tress Park Maliran, Blitar, dengan konsep yang semakin matang dan hiburan kelas nasional. Salah satu daya tarik utama dalam Smoky Day Vol 3 adalah doorprize cuma-cuma berupa 1 unit Bebek AG Style. Skema doorprize ini menjadi pembeda dan dipastikan mampu mengundang antusiasme pengunjung sejak jauh hari.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan beragam rangkaian kegiatan menarik. Mulai dari 2Stroke Contest, Dyno Test Competition, 2Stroke Gathering, hingga Super Live Music yang akan semakin semarak dengan kehadiran Om Adella sebagai bintang tamu utama. Kehadiran grup musik papan atas ini dipastikan menjadi hiburan spesial bagi para pengunjung Smoky Day Vol 3.
Namun demikian, untuk mengikuti undian doorprize utama, panitia menerapkan syarat dan ketentuan. Pengunjung diwajibkan membeli merchandise resmi Smoky Day Vol 3 yang nantinya akan ditukarkan dengan kupon undian. Perlu dicatat, pembelian merchandise tersebut harus dilakukan sebelum hari H penyelenggaraan.
Dengan kombinasi event otomotif dua tak, kompetisi, gathering, hiburan musik nasional, serta hadiah utama yang menggiurkan, Smoky Day Vol 3 diprediksi menjadi salah satu agenda otomotif paling ditunggu di awal tahun 2026, khususnya bagi pecinta motor 2-stroke di Jawa Timur dan sekitarnya.
OtomotifZone.com, Boyolali – Kabar gembira bagi para pecinta adu kecepatan roda dua! Akhir pekan ini, Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, akan menjadi saksi bisu kemeriahan ajang balap bergengsi bertajuk “Tolak Miskin Grand Final Road Race Championship 2025”. Memasuki Round ke-2, event ini diprediksi akan menyedot perhatian para penonton dan pembalap/starter dari berbagai daerah.
Ajang yang ditenagai oleh YR Management ini tidak hanya sekadar balapan biasa, tetapi menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap, mulai dari kelas Expert, Ex-Rider, Novice, hingga kelas khusus anak-anak (Pocket Bike) serta kelas komunitas.
Wadah Resmi bagi Komunitas
Selain persaingan sengit di kelas utama, panitia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh lapisan pecinta otomotif. Dalam pernyataannya, pihak panitia menyampaikan bahwa event ini secara khusus menyediakan kategori untuk komunitas, seperti kelas Sport 4Tak Komunitas Cornering dan Bebek 2Tak Sunmori.
”Kami tidak hanya fokus pada kelas utama. Kami juga menyediakan kelas khusus untuk komunitas agar mereka bisa berkompetisi di jalur yang resmi. Ini adalah upaya kami untuk menampung antusiasme teman-teman komunitas supaya hobi mereka tersalurkan dengan aman dan terarah, bukan di jalan raya,” ujar Mas Danung perwakilan panitia yang telah menyiapkan total 29 kelas lomba yang terbagi dalam beberapa kategori utama.
Informasi Pendaftaran
Bagi para pembalap yang ingin unjuk gigi, pendaftaran masih dibuka dengan rincian biaya sebagai berikut: Kelas Spesial: Rp1.000.000 (Online) / Rp1.100.000 (OTS). Kelas Utama: Rp750.000 (Online) / Rp800.000 (OTS). Kelas Umum: Rp600.000 (Online) / Rp650.000 (OTS). Kelas Tambahan: Rp400.000 (Online) / Rp450.000 (OTS).
Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BCA 8175542490 a.n. Danung Prasetyo.
Untuk informasi registrasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi kontak person Danoeng di nomor +62 899-1358-787. Segera persiapkan kendaraanmu, asah skill-mu, dan jadilah juara di lintasan Boyolali! Don’t Miss It!.
OtomotifZone.com, Boyolali – Ada pemandangan unik yang bakal tersaji di gelaran Tolak Miskin Grand Final Road Race Championship 2025 Round 2 yang siap dihelat di Sirkuit Boyolali, 27-28 Desember 2025 mendatang.
Bukan cuma soal raungan mesin dan kepulan asap knalpot, perhatian penonton dipastikan bakal tertuju pada hadiah yang tergolong “nyeleneh” namun menggiurkan: Satu ekor kambing untuk juara umum kelas Ex-Rider!
Langkah YR2 Management ini terbilang sangat kreatif untuk mengapresiasi para pembalap veteran yang masih memiliki semangat tempur tinggi di lintasan balap.
Selain memanjakan para legenda balap (Ex-Rider), ajang ini juga menjadi “rumah” bagi para pecinta otomotif yang biasanya hanya nongkrong di jalanan.
Kelas Ex-Rider yang Penuh Gengsi Khusus untuk kategori Ex-Rider yang memperebutkan hadiah kambing tersebut, tersedia tiga kelas poin yang bisa diikuti:
Bebek 2Tak STD 116cc Ex Rider Bebek 2Tak STD 125cc Ex Rider Bebek 4Tak TU 130cc Ex Rider (Spec Ex MP2)
Bagi para “Suhu” balap yang ingin membuktikan taringnya dan membawa pulang hadiah kambing tersebut, pendaftaran sudah dibuka dengan biaya Rp600.000 (Online) atau Rp650.000 (On The Spot) untuk kategori Kelas Umum.
Jadi, jangan sampai terlewatkan! Siapkan fisik dan motor terbaikmu, karena akhir pekan ini di Boyolali, kemenangan tidak hanya berbuah trofi, tapi juga seekor kambing untuk dibawa pulang!
OtomotifZone.com – Bogor, Regulasi baru yang tengah digulirkan kembali memantik perdebatan di dunia balap motor Indonesia. Meski belum lama Frans Tanujaya selaku pejabat terkait sudah membuka suara mengenai arah regulasi ke depan, ketidakpuasan dari para peserta dan pelaku balap masih terasa kuat di lapangan.
Sorotan utama tertuju pada regulasi usia pembibitan di kelas Beginner. Dalam regulasi rencana musim 2026, kelas Beginner akan diikuti pebalap dengan rentang usia 11 hingga 14 tahun. Aturan ini dinilai menyimpang dari pakem yang selama ini berjalan, mengingat sejak kelas Beginner diperkenalkan, usia peserta berada di kisaran 8 hingga 12 tahun.
Perubahan ini pun menuai sanggahan. Sejumlah peserta lomba menilai celotehan yang menyebut aspek keselamatan justru tidak sepenuhnya relevan dengan fakta di lintasan. Pasalnya, pebalap pemula usia 8–12 tahun selama ini memang menggunakan motor bebek dengan bobot mendekati 120 kg, bahkan ada yang naik ke motor sport 150 cc dengan bobot hampir 140 kg. Namun hal tersebut bukan tanpa kajian.
Sanggahan tegas datang dari Suhartanto atau Kupret, engine builder yang telah lama menangani berbagai tim balap di Indonesia. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan tidak berdasar pada data nyata.
“Dari zaman dibukanya kelas Beginner, belum ada pebalap usia 8 sampai 12 tahun yang mengalami insiden serius. Regulasi mesin juga sudah dikaji, power dibatasi sesuai aturan, jadi tidak besar dan masih pas digunakan. Dan untuk 2025 itu regulasi berat 132 untuk Beginner dan 137 untuk Rookie. Itu sudah termasuk dengan pebalap,” ujar Kupret.
Kupret menegaskan pendapatnya bukan sekadar asumsi, melainkan berdasarkan pengalamannya yang konsisten mengikuti perkembangan balap motor nasional. Ia mengingatkan agar regulasi baru tidak justru berdampak negatif terhadap ekosistem balap.
Kupret
“Jangan sampai dengan regulasi baru ini, Kejuaraan Nasional justru semakin sepi,” tambahnya.
Di sisi lain, banyak pihak menilai bahwa regulasi lama terbukti efektif dalam pola pembibitan pebalap. Sejumlah pebalap Indonesia yang kini berkiprah di ajang internasional lahir dari jenjang balap motor bebek, bahkan sejak kelas Beginner. Artinya, sistem yang sudah berjalan selama ini dinilai telah memberikan fondasi kuat bagi regenerasi pebalap Tanah Air.
Dengan berbagai masukan dari pelaku langsung di lintasan, wacana regulasi usia Beginner diharapkan bisa kembali dikaji secara menyeluruh. Tujuannya agar keselamatan tetap terjaga, tanpa mengorbankan proses pembibitan dan masa depan balap motor Indonesia.
OtomotifZone.com – Lumajang, Berawal dari sekadar coba-coba, langkah HSI justru berlanjut ke jalur prestasi. Tim besutan Husni ini kembali turun di ajang Bupati Cup Drag Bike yang digelar pada 21 Desember di Sirkuit NP JLT, Lumajang, Jawa Timur, dan sukses mencuri perhatian.
Sebelumnya, sang engine builder Husni memang mengakui bahwa keterlibatannya di dunia drag bike bermula dari rasa iseng. Ia bahkan menyebutnya sebagai “ke jalan yang lurus”.
Maklum, nama Husni selama ini lebih akrab dikenal sebagai mekanik road race, yang kerap melanglang buana bersama berbagai tim di Indonesia menangani motor-motor road race kompetitif.
Namun siapa sangka, ketertarikan yang awalnya hanya coba-coba itu kini berbuah hasil. Dalam dua event drag bike yang diikuti, termasuk event akhir pekan lalu di Lumajang, HSI justru pulang membawa banyak penghargaan.
“Awalnya memang iseng-iseng. Terus kemarin ada event di Lumajang. Karena bengkel di Lumajang jadi ikut. Alhamdulillah hasilnya bagus,” ujar Husni kepada tim redaksi.
Tak main-main, sederet podium berhasil diraih HSI di ajang tersebut. Di antaranya juara 1 kelas F1ZR Sunmori 125 Lokal, peringkat 4 dan 5 kelas F1ZR Sunmori Karisidenan, serta peringkat 3 dan 4 kelas Ninja Frame Standar Terbuka.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Husni tidak hanya piawai memoles mesin road race, namun juga mampu menerjemahkan keahliannya ke dunia drag bike yang memiliki karakter dan kebutuhan teknis berbeda.
Dari sekadar iseng, kini HSI mulai menunjukkan konsistensi di lintasan lurus. Bukan tak mungkin, langkah Husni dan HSI ke depan akan semakin serius dan menjadi ancaman nyata bagi para pemain lama di dunia drag bike nasional.
Keluarga Besar Komunitas Honda Motor Bogor (Khombo), paguyuban klub dan komunitas sepeda motor Honda di wilayah Bogor, menggelar kegiatan camping bertajuk “AnniCampsary” dalam rangka memperingati hari jadi ke-16. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Sari Camp Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Mengusung tema “Road to Nature, Ngariung Paguyuban”, AnniCampsary menjadi momentum untuk mensyukuri kebersamaan yang telah terjalin selama 16 tahun. Melalui camping bersama di alam terbuka dengan suasana sejuk pegunungan, para bikers menikmati berbagai kegiatan seru yang dirancang untuk mempererat kebersamaan. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan antaranggota, sekaligus menumbuhkan semangat baru dalam menyambut tahun yang akan datang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 klub dan komunitas Honda yang berada di bawah naungan paguyuban Khombo di wilayah Bogor Raya.
Komunitas Honda Motor Bogor Gelar Camping Paguyuban dalam Rangka Perayaan Anniversary ke-16
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum paguyuban, founder Khombo, serta para ketua klub dan komunitas. Sebagai simbol perayaan, dilakukan prosesi pemotongan kue ulang tahun ke-16 Khombo, kemudian ditutup dengan acara makan bersama dan kegiatan bakar ikan yang menambah keakraban seluruh peserta.
Ketua Umum Khombo, Bro Apid, menyampaikan, “Mendirikan sebuah paguyuban mungkin tidak terlalu sulit, namun menjaga kebersamaan, keguyuban, dan keharmonisan hingga 16 tahun tentu bukan hal yang mudah. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Khombo yang telah hadir dan mendukung anniversary ke-16 ini.
Semoga Khombo semakin kompak dan terus berjaya. Khombo, bisa bisa bisa!”
Komunitas Honda Motor Bogor (Khombo) didirikan bertepatan dengan pelaksanaan Honda Bikers Day (HBD) pertama di Pantai Katapang Doyong, Pangandaran, 16 tahun silam. Hingga kini, Khombo aktif berkolaborasi dengan Main Dealer Honda Jawa Barat serta konsisten mengampanyekan keselamatan berkendara melalui semangat #Cari_Aman. Sampai tahun 2025, paguyuban Khombo menaungi ratusan bikers dari 18 klub dan komunitas Honda di wilayah Bogor Raya.
OtomotifZone.com – Jakarta, Regulasi baru yang dikeluarkan melalui hasil Rakernas IMI 2025 terkait masuknya kelas MP 7 Minimoto Sport menuai beragam tanggapan di kalangan pecinta balap motor nasional. Menanggapi hal tersebut, Frans Tanujaya, selaku Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat, memberikan klarifikasi sekaligus penjelasan mendalam mengenai latar belakang dan tujuan utama dibukanya kelas tersebut.
“Izin mengklarifikasi, kelas MP 7 Minimoto Sport yang dipermasalahkan ini merupakan program dan concern Ketua Umum IMI Pusat terhadap faktor safety dan pembinaan pembalap muda Indonesia,” ujar Frans.
Frans menjelaskan bahwa kelas Minimoto Sport sejatinya bukanlah hal baru di Indonesia. Program serupa pernah dijalankan pada periode sebelumnya dengan menggunakan motor rakitan AP10, yang mengombinasikan sasis lokal dan mesin asal China. Namun, program tersebut hanya bertahan satu tahun dan terhenti karena sejumlah kendala yang tidak dijabarkan secara detail.
Frans Tanujaya ingin Crosser Indonesia bangkit kembali
“Untuk saat ini, perkembangannya jauh lebih baik. Sudah ada tiga brand yang memproduksi dan menjual motor Minimoto Sport, yaitu Lenka, Daytona, dan Ohvale. Bahkan Lenka memiliki harga yang lebih murah dibanding motor bebek 150 cc standar sebelum modifikasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Frans menegaskan bahwa dasar pemikiran diaktifkannya kembali kelas MP 7 Minimoto Sport—yang pada tahun 2026 akan dijalankan terlebih dahulu di Region B—adalah untuk mengakomodir pembalap usia 8–12 tahun. Pada usia tersebut, rata-rata pembalap memiliki postur tubuh dan berat badan sekitar 20–30 kg, sehingga membutuhkan sepeda motor yang sesuai dengan fisik mereka.
“Motor Minimoto Sport memiliki bobot di bawah 70 kg, ini jauh lebih aman dan sesuai dengan postur pembalap muda. Faktor safety menjadi pertimbangan utama,” tegas Frans.
Ia juga menyoroti hasil evaluasi musim balap sebelumnya, di mana pembalap pemula usia 8–12 tahun terpaksa menggunakan motor bebek yang bobotnya mendekati 120 kg, bahkan motor sport 150 cc dengan bobot hampir 140 kg.
“Ini sangat riskan dan berbahaya bagi generasi pembalap muda kita ke depan,” tambahnya.
Menurut Frans, kelas MP 7 Minimoto Sport bersifat terbuka untuk berbagai brand, termasuk brand lokal. Konsep ini sejalan dengan pembinaan di Eropa, seperti Junior GP, yang saat ini juga menjadi jalur pembinaan pembalap Indonesia seperti Ramadhipa dan Veda.
“Mungkin ini yang belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian pihak. Padahal visi dan misinya sama, yaitu memajukan pembalap muda Indonesia,” ujarnya.
Sebagai penutup, Frans menegaskan bahwa IMI sangat serius dan peduli terhadap keselamatan serta masa depan pembalap muda nasional.
“Intinya, IMI sangat peduli terhadap safety dan pembinaan pembalap muda Indonesia, serta mengarahkan mereka pada program dan riding style yang selaras dengan Program FIM Road to MotoGP. Semoga ini bisa menjadi informasi yang membangun agar balap motor Indonesia semakin maju,” pungkas Frans.
OtomotifZone.com, Majalengka – Ajang balap motor Kabisa Feat IBM Open Road Race 2025 siap memanaskan penghujung tahun balap nasional. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Desember 2025 dan akan digelar di Sirkuit Cibatu, Majalengka, Jawa Barat.
Open Road Race ini dipastikan menjadi magnet bagi pembalap lokal hingga regional, dengan beragam kelas yang dibuka mulai dari matic lokal, mix rider, hingga bebek 2-tak dan 4-tak, serta kelas khusus matic Aerox standar kirian.
Ragam Kelas yang Dipertandingkan
Panitia membuka kelas-kelas menarik yang terbagi dalam beberapa kategori utama, antara lain:
Kategori Lokal Majalengka
Matic 115cc STD
Matic 130cc STD
Matic 150cc Tune Up
Kategori Lokal Wilayah
Matic 115cc STD
Matic 130cc STD
Matic 150cc Tune Up
Matic FFA
Kategori Mix Rider
Matic 115cc STD
Matic 130cc STD
Matic 150cc Tune Up
Bebek 2T 116cc
Bebek 2T 125cc
Bebek 4T 130cc TU ex MP2
OMR Satria 2T 125cc STD
Selain itu, kelas Matic Aerox STD Kirian turut menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta balap matic harian.
Hadiah Menarik & Juara Umum
Event ini juga menyediakan hadiah uang tunai dan trophy dengan nominal yang kompetitif.
Hadiah Mix Rider:
Juara 1: Trophy + Rp 1.500.000
Juara 2: Trophy + Rp 1.000.000
Juara 3: Trophy + Rp 800.000
Juara 4: Trophy + Rp 600.000
Juara 5: Trophy + Rp 500.000
Hadiah Kelas Lokal:
Juara 1: Trophy + Rp 1.200.000
Juara 2: Trophy + Rp 900.000
Juara 3: Trophy + Rp 700.000
Juara 4: Trophy + Rp 600.000
Juara 5: Trophy + Rp 400.000
Panitia juga menyiapkan tiga kategori Juara Umum, yang dipastikan bakal menjadi incaran tim-tim besar maupun pembalap privat.
Informasi Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai 1 Desember hingga 26 Desember 2025 dengan biaya Rp 450.000, dan 27 Desember hingga OTS sebesar Rp 500.000.
Info Pendaftaran:
📞 0812-1556-4411 (AAM ZHIMEH)
📞 0822-1416-5626 (Pak Imat)
Dengan dukungan berbagai pihak serta antusiasme komunitas balap Jawa Barat, Kabisa Feat IBM Open Road Race 2025 diprediksi menjadi salah satu event penutup tahun paling meriah dan kompetitif di wilayah Majalengka dan sekitarnya.
Catat tanggalnya dan siapkan mesin terbaikmu—28 Desember 2025, Sirkuit Cibatu Majalengka!