OtomotifZone.com-Italy. Istimewa, belum hilang jetlag perjalanan panjang Jakarta- Italy, berkah bagi Muhammad Oliver Sadi Sini raih podium diajang Internasional, tepatnya prestasi tersebut diraih Minggu, 19 September 2021 di Franciacorta karting circuit, Brecsia, Italy dengan melahap 7 putaran.
Oliver, asal BMHS racing team ini mengikuti Rok Cup Italy 2021, dimana adik Kaenan ini berjuang keras dikelas Mini Rok, Tak gentar bertarung dengan 26 pegokart dari belahan Eropa, dan perjuangan kerasnya berbuah hasil manis, podium 3 pun diraihnya.
Podium dikancah internasional untuk pertama kalinya tentu disambut gembira oleh orang tua, team BMHS dan Gamoto dimana Oliver bernaung.
“kami datang ke Italy awalnya memang cari pengalaman dan mental, alhamdulillah dapat bonus podium, kami tentunya bersyukur”, papar Rito Alam Sini, sang ayah saat dihubungi lewat social media.
Aksi Oliver di Rok Cup Italy 2021
Oliver, pegokart BMHS ini bersama team dalam rangka persiapan mengikuti kejuaraan internasional bertajuk Rok Super final 2021 yang akan digelar di South Garda Italy, 13-17 Oktober mendatang.
Berbekal kemenangan diajang Tok Cup Italy tentunya menjadi bekal Dan mental sekaligus sebagai spirit booster.
Congrats Oliver, podium lagi ya Oktober mendatang, kibarkan Merah Putih.
OtomotifZone.com-Spanyol. Seri 9 WSBK 2021 sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol 19 September 2021 mengembalikan pamor Michael Ruben Rinaldi ke tahta teratas setelah terseok-seok 7 seri usai kemenangan di Emilia Romagna Italia. Pembalap kedua Aruba.it Ducati ini bertempur melawan kerasnya usaha Toprak Razgatliouglu untuk memenangkan race 2 ini.
Kegigihan Rinaldi untuk terus di pusaran depan terlihat jelas ketika Toprak Razgatliouglu terus membuntuti dan mengovertake pembalap asal Italia ini. Tak lama kemudian Rinaldi kembali membalas di trek lurus. Menjelang lap akhir dirinya makin memperlebar gap. Sedangkan Toprak mundur perlahan dan seperti ada kendala pada grip ban motornya. Last lap makin kedodoran dan Scott Redding mendekat dengan cepat.
Untunglah balapan cepat berakhir dan Toprak sanggup mempertahankan posisi runner-up. Michael Ruben Rinaldi sebagai pemenang dan catatan kemenangan ini adalah kemenangan ketiga kalinya yang sudah di raih Rinaldi. Berikut Hasil racenya.
1. 21 Michael Ruben Rinaldi – Ducati 19 2. 54 Toprak Razgatlioglu – Yamaha 3. 45 Scott Redding – Ducati 4. 19 Alvaro Bautista – Honda 5. 55 Andrea Locatelli – Yamaha 6. 1 Jonathan Rea – Kawasaki 7. 31 Garrett Gerloff – Yamaha 8. 47 Axel Bassani – Ducati 9. 60 Michael van der Mark – BMW 10. 3 Kohta Nozane – Yamaha 11. 91 Leon Haslam – Honda 12. 76 Samuele Cavalieri – Ducati 13. 23 Christophe Ponsson – Yamaha 14. 36 Leandro Mercado – Honda 15. 32 Isaac Viñales – Kawasaki 16. 94 Jonas Folger – BMW dnf 84 Loris Cresson – Kawasaki 83 Lachlan Epis – Kawasaki 44 Lucas Mahias – Kawasaki 22 Alex Lowes – Kawasaki 66 Tom Sykes – BMW
OtomotifZone.com – Muba. Pembatalan event Kejurnas Motoprix dan Piala Presiden Sumatera Selatan hanya isu belakang. Pasalnya event ini dibuka secara resmi (17-19/9/21) di Sirkuit Skyland , Muba , Sumatera Selatan . Tidak tanggung tanggung, aparatul daerah dan aparatur keamanan negara Provinsi Sumatera Selatan ikut membuka.
Pada (17/9/21) para aparatur daerah beserta pihak keamanan negara itu ikut meninjau kesiapan event bergengsi ini. Mereka melihat kesiapan panitia dan sirkuit dengan memutari sirkuit. Dan mereka juga mendatangi para peserta untuk mengucapkan selamat bertanding disetiap pedok peserta.
Memang event ini sendiri menjadi event tahunan. Yang mana memang selalu menjadi agenda setiap tahun untuk pemerintah menyelenggarakan Event ini. Dan event ini berjalan dengan sukses. Event tetap terhitung point Kejurnas Motoprix.
” Event ini tetap berjalan dan terhitung point. Jadi event tetap berjalan karena untuk Kejurnas Motoprix ini sudah memenuhi persyaratan,” jelas Medya Saputra.
Jadi tunggu berita selanjutnya hanya di Otomotifzone
OtomotifZone.com – Jakarta. Usai sudah gelaran Kejurnas Motoprix regional Sumatera dan Piala Presiden yang berlangsung (18-19/9/21) di Sirkuit Skyland, Muba, Sumatera Selatan. Event berjalan lancar dan sukses. Meski kita tau banyak cobaan penyelenggara dalam menjalankan event ini.
Awalnya banyak yang meragukan gelaran ini. Tapi panitia yang memiliki prinsip dan tanggung jawab tinggi. Oleh sebab itu event tetap dijalankan dengan status event Kejurnas Resmi. Semua persyaratan memenuhi dan perwakilan dari PP IMI juga hadir dalam gelaran ini. Pebalap terbaik keluar sebagai juaranya. Berikut daftar juara Kejurnas Motoprix dan Piala Presiden Muba:
Penampilan Ardiansyah #57 dalam kelas FFA Jabodetabek dan Banten
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Pagelaran balap tanah besutan Haji Bahrudin dan CS pada hari terakhirnya, baru saja usai dilaksanakan. Balapan yang bertajuk Bodisa Grasstrack Championship Round 2 ini, hingga masa penghabisan rangkaian race pun masih menyajikan tontonan mahal di kelasnya. Kelas tersebut adalah FFA Jabodetabek dan Banten.
Bertempat di Sirkuit Water Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat para starter grasstrack ditarungkan kemampuan, skill, dan fisiknya pada Sirkuit tersebut. Sebanyak 16 peserta memadatkan grid. Semenjak grid di lepas oleh pihak penyelenggara, pembalap bibit Kota Tangerang Selatan yang dipersiapkan untuk ajang kejuaraan Porprov 2022, Ardiansyah melesat cepat meninggalkan para lawannya.
Penampilan Ardiansyah
Andre nama yang kerap disapa untuknya melejit ke posisi pertama, mampu masuk melewati setiap tikungan dengan mudah. Dari awal lap hingga lap terakhir, pembalap yang bernomor 57 tersebut, tidak dapat tersentuh untuk dikejar oleh lawannya di posisi kedua, di mana ditempati oleh Bima TB. Beruntung karena Ardiansyah mampu untuk mengatur tempo dan memacu lebih cepat kuda besinya, dirinya berhasil finish pertama dengan lebih cepat sepersekian detik.
Ardiansyah #57
“Alhamdulillah untuk race hari kedua ini. Hari ini total balap 4 kelas, dan di kelas ini yang podium 1. Tentunya sengit juga ya balapannya. Apalagi starternya banyak juga. Di kali ini pun masih sama dan serupa seperti balapan di kelas-kelas sebelumnya. Aku haru mampu mengatur tempo, dan fisik supaya bisa baik sampai finish,” terang grasstracker binaan langsung tangan dingin Haji Bahrudin kepada Penulis langsung.
Andre sapaan dekatnya Ardiansyah
Lelaki yang kelahiran tahun 95 ini tentunya tidak mudah untuk dapat mencapai posisi finish pertama, dirinya pun mengakui hal tesebut. Tetapi secara langsung, Ardiansyah secara terbuka memberikan strategi atau tak-tik yang digunakannya saat balapan. “Aku sendiri yang penting pas posisi lepas dari grid usahain semampunya untuk bisa tinggal lawan-lawan jauh ke depan. Kalau udah bisa jauh lepas dari grid dan setiap masuk tikungan baik, lalu mengatur tempo, fisik juga aman sampai finish,” tutupnya kepada Penulis.
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Sangat menarik sajian balapan dari Bodisa Motor Sport, dalam tajuk balapannya Bodisa Grasstrack Championship Round 2, yang berlokasi di Sirkuit Water Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor – Jawa Barat pada hari perdananya (18/9/2021). Banyak tontonan pada race dari Bodisa GTX Putaran 2 ini.
Salah satunya adalah kelas Open di Bebek Modif. Tentunya para pembalap yang line up pada kelas tersebut ingin dirinya berhasil untuk meraup point penuh. Pasalnya kelas ini merupakan masuk dalam ajang perhitungan point.
Penampilan Ardiansyah
Sejak dimulainya balapan, pembalap asal Kota Tangerang Selatan, menonjol disetiap lesatannya. Dari tikungan ke tikungan, jumpingan ke jumpingan, hingga dari lap ke lap pembalap ini berhasil membawa kuda besi yang dikendarainya untuk berada memimpin terdepan pasukan kelas bebek modif open. Pembalap tersebut adalah Ardiansyah.
Namun hampir saja dirinya gagal untuk menaiki tangga podium tertinggi di ajang balap besutan Haji Asep Bahrudin ini. Memasuki ujung pertandingan, Opick Beke yang berada di belakang dirinya berusaha untuk merangsek masuk menjadi pemimpinnya. Tetapi akhirnya dari duel sengit yang diberikan oleh pembalap yang biasa dipanggil Andre.
Ardiansyah, atau Andre Sapaan Bekennya
“Tadi main 2 kelas. Persaingan bebek modif open pun serupa, cuman dari awal saya udah lepas sendiri di depan dan kebantu di belakang ketutup. Memasuki waktu akhir, udah kedengeran suara-suara knalpot lawan udah mau nyusul dari kanan ya mau engga mau kita tutup, engga diduga juga dipepet masuk. Soalnya lap 1 sampai 5 jauh, tiba-tiba mau masuk akhir lap udah dekat, dan menuju tikungan akhir mau masuk,” terang salah satu pembalap yang merupakan atlet binaan Kota Tangerang Selatan kepada Penulis Langsung.
Secara terbuka Ardiansyah membeberkah strateginya kepada Penulis bagaimana, dirinya mampu dan sukses untuk menjuarai kelas bebek modif open. “Strateginya konsisten aja si dari lap pertama sama harus atur fisik,” pungkas singkat Ardiansyah Pembalap dari Aulia Bike AJM Arotech Makelar 14 Ofox ke Penulis.
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Begitu meriahnya balapan dari Bodisa Motor Sport yang dilaksanakan selama 2 hari (18-19/9/2021), yang bertempat di Sirkuit Water Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Balap roda dua yang bertajuk Bodisa Grasstrack Championship Round 2 2021 ini, sampai akhir perjalanannya, kerap memberikan tontonan menarik mata.
Bukan saja menarik mata, tetapi juga membuat jantung berdebar lebih cepat. Pasalnya para pembalap yang bertarung dengan penuh semangat, berusaha untuk tampil terbaik dan maksimal guna dapat menjadi yang pertama di kelasnya. Salah satunya adalah pembalap wanita, asal Kota Tangerang Selatan. Dirinya membuat detak jantung semakin cepat, dikala mana merebut posisi terbaik dan mempertahankannya untuk posisi terdepan.
Moment Shila di Kelas FFA Non BU Wanita
Pembalap tersebut adalah Shila Amanda Futri, atau yang kerap disingkat Shila AF yang berhasil menjadi juara pertama di FFA Non BU Wanita. Lady grasstracker ini berhasil mengkudeta lawan di depannya Nanda, di mana melakukan kesalahan yang mengakibatkan beberapa saat mengalami engine off. Kesempatan inilah yang langsung diambil secara sigap oleh Shila untuk merangsek masuk ke posisi pertama.
Namun bukan hal yang mudah juga untuk dirinya. Sebab butuh perjuangan baginya untuk dapat membututi terlebih dahulu Nanda yang sebelumnya berada di posisi 1. Meski sudah berhasil mendapatkan posisi terdepan, tetapi pembalap yang sempat memutuskan vakum dari balapan tanah ini, juga harus ekstra lebih keras melesat jauh ke depan dikarenakan Nanda dengan terus menerus mendekatinya.
Shila Amanda Futri
“Ini aku baru balapan lagi. Sebelumnya sempat engga dulu selama 6 bulan. Putaran 2 ini, udah agak lebih hafal dan bisa balapan lagi karena latihan dan nanya ke yang dekat-dekat. Waktu seri 1 lalu sering crash, itu karena langsung balap engga ada persiapan. Kalau ini persiapan sudah ada jadi lebih baik lagi balapannya. Balapan tadi tentunya sengit banget, ada peluang dari Nanda aku manfaatin, kalau engga ada peluang itu pasrah dengan hasil akhir aja,” ungkap pembalap yang masih menempuh jenjang perguruan tinggi kepada Penulis.
Shila, Pembalap Asal Kota Tangerang Selatan
Wanita yang sudah terjun balapan grasstrack sejak lama ini, ternyata bukan hanya melawan sengitnya perlawanan pada race FFA Non BU Wanita. Tetapi juga harus melawan traumatik yang pernah dialami olehnya dulu, dan melawan kelemahannya sendiri yang diakuinya.
“Aku waktu itu pernah crash, dan alami patah kaki. Jadi pas balap sampai sekarang ini, lagi balapan sempat ke ingat. Terus juga tadi emang setiap masuk ketikungan enga bisa push, soalnya aku tau sendiri di mana kelemahan aku. Jadi aku secara perlahan dan sabar untuk bisa lewatin kelemahan itu,” jelas sekaligus penutupnya langsug kepada Penulis.
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Selesai sudah ajang balap grasstrack persembahan dari Bodisa Motor Sport selaku pemilik acara. Event balap tanah ini, merupakan ajang lanjutan dari balap sebelumnya dan kali ini sudah memasuki putaran kedua. Pagelaran grasstrack yang meriah, berlangsung selama 2 hari lamanya (18-19/9/2021), serta dilaksanakan pada Sirkuit Water Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat.
Segala macam bentuk laga pertandingan balap gtx, telah tersaji dalam Bodisa Grasstrack Champioship Round 2 2021. Tentunya aksi saling kejar-kejaran, merebut posisi terbaik, dan menjaganya tidak luput tersaji di Sirkuit kebanggaan milik Haji Bahrudin dan CS. Salah satunya adalah kelas FFA Matic Wanita. Kelas yang dipadati oleh Srikandi Grasstrack ini juga menyajikan balapan yang amat menarik mata.
Wiwit Santika
Sebanyak 6 putaran mengelilingi Sirkuit diberikan oleh penyelenggara balapan. Selesai grid di lepas, para Srikandi berusaha untuk berada di posisi terdepan untuk dapat memimpin. Salip demi salipan para wanita tangguh ini terus menerus terjadi. Hingga menjelang akan berakhir race, akhirnya juara pun dapat terlihat. Nama tersebut adalah Wiwit Santika.
Wiwit Santika #91
Wiwit nama singkatnya, mampu bermain cantik dalam kelas supporting ini. Dirinya berhasil mengatur waktu dan ritme pertandingan. “Balapan tadi santai engga terburu-buru. Sengit juga pastinya, karena emang kelas wanita menurut saya bergengsi. Balap tadi cuaca terlalu kering, saya lebih suka agak basah sedikit, soalnya ini terlalu kering debu tanah terlalu banyak. Beruntung Sirkuit udah hafal,” ungkap Pembalap yang akan menginjak usia 11 Tahun kepada Penulis langsung.
Wanita yang bangga mengenakan nomor 91 ini, juga menjelaskan langsung kepada Penulis. Bahwa dirinya dalam kelas FFA Matic Wanita, berusaha untuk menekan rasa takut dengan trauma yang dimilikinya. “Balap tadi santai engga terburu-buru juga memang ada rasa takut. Karena trauma jatuh dan patah bahu. Jadi agak sedikit takut,” jelasnya kepada Otomotifzone.
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Telah usai seluruh rangkaian pagelaran grasstrack, besutan dari Racing Organizer asal Kota Tangerang Selatan, Bodisa Motor Sport. Bodisa menggelar balapan tanah selama dua hari, pada akhir pekan ini (18-19/9/2021), berlokasi di Sirkuit Watrer Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Begitu meriah gelaran yang diadakan oleh Bodisa, tapi tetap menerapkan protap Covid-19 yang berlaku.
Selama dijalankannya balapan tersebut, banyak kejadian mengejutkan terjadi. Di mana sejauh mata memandang Sirkuit, sulit untuk memejamkan mata, terlebih naik turunnya peringkat pembalap pada saat race berlangsung. Aksi saling salip ini tentunya tidak terhindarkan. Maka dari itu, di bawah ini merupakan hasil keseluruhan yang dapat Penulis rangkum pada hari terakhir Bodisa Grasstrack Championship Rd.2 2021 (19/9/2021).
Rio Pribadi #210, Jawara Sport and Trail Pemula Maximal 17 Tahun
Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Bermain di kandang sendiri nampaknya memberikan motivasi lebih, bagi setiap yang bertanding. Seperti balapan grasstrack yang baru saja dilaksanakan, dan selesai pada hari pertamanya. Bodisa Grasstrack Championship Round 2, baru saja terselenggara pada hari perdananya (18/9/2021), yang berlangsung di Sirkuit Water Training TNI-AU Cicangkal, Rumpin, Bogor, Jawa Barat.
Pembalap asal Kota Tangerang Selatan yang berlaga di hajat grasstrack milik Bodisa ini, tidak ingin mendapatkan hasil yang kurang baik bagi diri dan timnya sendiri. Alhasil, keberuntungan untuk menjajaki dirinya untuk menapaki kaki di tangga podium didapatnya.
Rio Pribadi Posisi Pertama di Kelas Sport and Trail Pemula Maximal 17 Tahun
Dia adalah Rio Pribadi, pembalap yang memiliki badan kecil namun berisi dan kuat ini, mendapatkan pencapaian yang maksimal di kelas Sport and Trail Pemula Maximal 17 Tahun. Dirinya berhasil menjauhi para pembalap saingannya jauh ke depan. Pembalap bernomor 210 ini berhasil memanfaatkan peluang yang ada di depan mata.
Rio Pribadi #210
Pada pertengahan lap, di mana sebanyak 6 lap untuk mengakhiri kelas Sport and Trail Pemula tersebut. 210 mendapat celah untuk dirinya merangsek masuk ke depan. Saling salip menyalip dengan Kukuh RA pembalap dari SRH REZ KDM, Rio Pribadi 210 berhasil membawa timnya Budiyanto Farm Tikus Balap Kaka 32 untuk juara.
Rio yang berhasil berada diurutan terdepan dan mengakhiri balapan sebagai yang pertama, diikuti oleh Kukuh RA pada posisi kedua, Ardi Adot ketiga, Bohay Kramat di tempat keempat, dan terakhir ada Panji Topan posisi kelima. Pembalap binaan Kota Tangerang Selatan ini bertarung dengan total 8 pembalap di kelas Sport and Trail Pemula.