Beranda blog Halaman 975

Shell Expert Connect : Penggunaan Biodiesel Sekarang dan Masa Depan

0

OtomotifZone.com – Jakarta. Pemerintah Indonesia telah mengamanatkan pengembangan dan penggunaan biodiesel sebagai upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% dari BAU (business as usual) pada tahun 2030. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia tersebut, PT Shell Indonesia kembali menggelar acara Shell ExpertConnect dengan topik “Penggunaan Biodiesel Sekarang dan Masa Depan” pada Selasa (13/7).

Acara yang merupakan wadah kolaborasi dan forum diskusi tentang topik tren industri saat ini tersebut dibuka oleh Andri Pratiwa, Direktur Pelumas Shell Indonesia dan dihadiri oleh lebih dari 700 pelaku usaha.

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang menjadi energi alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Sifatnya yang degradable (mudah terurai) dengan emisi yang lebih rendah dibanding dari emisi hasil pembakaran bahan bakar fosil, menjadikan penggunaan biodiesel dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Indonesia sendiri telah memanfaatkan biodiesel sejak tahun 2008, dan pemanfaatannya secara nasional terus dikembangkan, baik dari segi volume, campuran ataupun jumlah perusahaan yang terlibat dalam bidang ini.

Andri Pratiwa dalam sambutannya mengatakan, “Sebagai perusahaan energi dunia, Shell senantiasa mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, hal ini sejalan dengan strategi global Shell ‘Powering Progress’. Untuk itu Shell berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung agenda Pemerintah Indonesia dalam penggunaan energi yang lebih bersih dan mempersiapkan ketahanan energi. Melalui forum Shell ExpertConnect ini kami berharap terjadi tukar informasi, pengetahuan dan praktek terbaik untuk mensukseskan implementasi program B30 dan persiapan implementasi mandatori B40.”

Hadir sebagai pembicara dalam Shell ExpertConnect kali ini Dr. Riesta Anggarani, Peneliti Bahan Bakar – LEMIGAS, Mohammad Rachman Hidayat, Product Apllication Specialist – Shell Global Commercial Technology, Fahmi Azhari Mukhlis, Deputy GM Quality Assurance Dept. Komatsu Indonesia, dan Devi Ari Suryadi, Service Manager Komatsu Marketing and Support Indonesia.

Perkembangan teknologi mesin, upaya pengurangan emisi GRK dan peningkatan ketahanan energi Indonesia telah mendorong Pemerintah Indonesia meningkatkan pemanfaatan biodiesel. Melihat keberhasilan implementasi program B20, Pemerintah telah menerapkan kebijakan mandatori B30 (campuran 30% biodiesel dan 70% bahan bakar minyak jenis solar) sejak Januari 2020.

Dalam pemaparannya, Riesta Anggarani menegaskan,“Pemerintah terus mendorong kesuksesan implementasi program B30, khususnya dalam memastikan semua BBM jenis minyak solar yang ada di dalam negeri dicampur dengan biodiesel sebesar 30%. Sementara untuk program mandatori B40 hingga saat ini masih dalam tahap pengkajian baik teknis maupun keekonomian, sehingga penerapannya diperkirakan tidak akan dalam waktu dekat.”

Di kesempatan yang sama, Shell sebagai produsen pelumas dunia berbagi pengetahuan mengenai produk pelumas yang dapat mendukung pemanfaatan bahan bakar B30. Mohammad Rachman Hidayat, Shell Asia Pacific Product App Specialist mengatakan, “Berdasarkan data dan pengalaman, Shell menganjurkan untuk menggunakan engine oil dengan standar API-CI4 yang terbukti memiliki kemampuan lebih baik dalam mengatasi jelaga hasil pembakaran dari bahan bakar B30 atau lebih. Hal ini disebabkan API CI-4 memiliki soot handling lebih baik dibandingkan engine oil monograde. Bukti di lapangan juga menunjukkan penggunaan pelumas mesin standar API-CI4 dapat melindungi piston lebih sempurna.”

Implementasi mandatori B30 juga dilakukan oleh produsen alat berat Komatsu. Menurut Fahmi Azhari Mukhlis, “Komatsu senantiasa mendukung kebijakan pemerintah termasuk dalam implementasi B30. Untuk itu Komatsu telah mendisain ulang dan memproduksi setiap material dengan komponen yang sesuai (compatible) untuk penggunaan B30 di semua mesin, baik Convention Diesel Engine maupun CRI Diesel Engine.”

Devi Ari Suryadi pun menegaskan tentang jaminan kualitas mesin. “Komatsu memberikan jaminan kualitas mesin yang menggunakan bahan bakar biodiesel (B20 hingga B30) dengan standar SNI 7182. Untuk membantu customer dalam pengaplikasian B30, kami memberikan ‘Service Tips’ dan juga menyarankan kepada setiap customer untuk merujuk kepada buku ‘Pedoman Penanganan dan Penyimpanan Biodiesel dan Campuran Biodiesel’ yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM.” tuturnya.

Editor : Suhendri Wibowo | Sumber : Gilang Communication

Eddy Saputra : Motorsport Harus Jauh Dari Narkoba..!!

0
gambar ilustrasi (sumber :puspensos.kemensos.go.id

OtomotifZone.com-Jakarta. Setelah ramai di dunia maya adanya dukungan moril dari beberapa pelaku motorsport terutama roda 2 Indonesia dimana penyelenggara sebuah hajatan balap roda 2 tersandung urusan hukum karena diduga penyalahgunaan narkotika, mendapat reaksi keras dari Plt Waketum R2, Eddy Saputra.

Eddy Saputra kaget dan prihatin, sangat disayangkan kenapa pelaku motorsport terutama roda 2 terkesan seolah-olah pengguna narkoba itu tidak masalah, justru harus dilawan dan perang terhadap pelanggaran hukum apalagi penyalahgunaan narkotika jenis apapun.

“Kita harus bisa membedakan dukungan simpati atau empati terhadap teman sejawat atau kolega, tapi lihat dulu konteksnya, jika kita beramai-ramai mengucapkan belasungkawa terhadap tokoh otomotif yang tutup usia seperti ko Acun, itu baru saya salut dan mendukung, tapi kalau terkesan mendukung yang tersandung urusan hukum, sangat tidak pas di motorsprot, kita harus sportif menjunjung tinggi rohnya otomotif, apa ada kordinatornya untuk menggerakkan dengan status para pelaku motorsport, apa kata publik umum, terkesan motorsport memaafkan atau seolah-olah melanggar hukum itu dianggap biasa, beda dong, kita harus melawan narkoba di dunia motorsport”, papar Eddy Saputra.

Eddy Saputra, Waketum (plt) Roda 2 IMI Pusat

“Pembinaan motorsport kita sudah dimulai diusia dini, jika kita terkesan permisif, dimana tanggung jawab moral kita terhadap pembalap-pembalap cilik, kita harus melihat kesanalah, harus bijak bersikap.” tambahnya.

Hal senada juga dilontarkan Achos Lalang, owner team yang tidak mau tenar ini, ” kita wajib berempati dan bersimpati, tapi harus melihat 2 sisi, 1 sisi sebagai teman tapi satu sisi lagi kita tidak boleh melupakan aspek hukumnya, harus fair melihat masalah, dimata hukum semua sama, tidak memandang status sosial”.

Saat penulis menghubungi pelaku otomotif yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan. “Kalau pandangan saya kurang elok, Karena dunia motorsport adalah dunia olah raga, Inget semakin kesini pembalap indonesia makin kecil kecil usianya, pembinaan dimulai diusia belia, logika sehat aja, olah raga apa iya mendukung narkoba ? Iklan rokok aja sudah gak boleh” paparnya..

Achos pelaku motorsport roda 2

Apalagi jelas Pemerintah sendiri sudah menyatakan perang, dimana Presiden Joko Widodo mencanangkan perang terhadap narkotika, War Of Drugs saat acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Istana Negara. Presiden Joko Widodo juga menyerukan berbagai pihak untuk lebih gencar melakukan pemberantasan narkoba. Pemberantasan barang haram itu dinilai mendesak karena angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tidak pernah habis.

Junjung tinggi sportifitas.

Penulis : Edi Batrawan | photo : lead photo dok :puspensos.kemensos.go.id, dan dok OZ

Tito Rabat: Tidak Ada Pilihan Selain Bersabar Dan Tenang

0

OtomotifZone.com-Spanyol. Sudah empat seri perjalanan World Superbike 2021 namun hasil yang di raih Tito Rabat belum begitu nampak memberi perlawanan. Dari MotoGP dan berpindah ke arena ini rupanya tak seperti penampilan Alvaro Bautista yang langsung moncer ketika pertama kali ke Superbike.

Pembalap berusia 32 tahun ini sekarang menempati posisi ke-15 di klasemen sementara dengan 18 poin. Finish terbaik di tempat ke-9 saat race Estoril. Esteve “Tito” Rabat dengan jelas menyatakan bahwa segala sesuatunya tidak berjalan seperti yang dia harapkan sejak kedatangannya di WSBK.

“Pada awalnya kami memulai dengan banyak masalah dan dua trek terakhir mencekik kami, saya masih tidak mengerti mengapa. Kami melakukan tes di Misano yang jauh lebih baik, dan di Donington Park, anda tidak bisa menarik kesimpulan. Anda harus menunggu sedikit, bersabar dan mencoba untuk mendapatkan hasil maksimal dari setiap akhir pecan,” kata mantan pembalap Esponsorama Ducari tahun lalu ini.

““Jika kita harus berbicara serius, jelas bahwa ini adalah awal yang buruk untuk musim ini, sangat buruk. Tidak heran pekerjaan yang saya lakukan di rumah tercermin di sini di trek, dan tidak ada pilihan lain selain mempersenjatai diri dengan kesabaran dan ketenangan,” lanjut mantan juara dunia moto2 2014 ini.

Adaptasi yang baru setiap pembalap ada yang singkat dan ada yang lama. Dan ini baru 4 seri perjalanan juga baru di tahun pertama. Tidak tahu seperti apa perkembangan kedepan, seorang juara dunia Jonathan Rea pun harus naik turun dulu dalam memulai karis di WSBK.

Penulis : Hafid | Foto : WSBK

SIM C1 dan C2 Diberlakukan Agustus 2021, Ini Prosedurnya

0

OtomotifZone.com – Bandung. Bagi pemilik kendaraan bermotor roda dua yang berencana atau telah mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM) golongan C1 dan C2, penggunaannya akan mulai diberlakukan pada Agustus 2021 ini. Adapun untuk ketentuan maupun prosedur kepemilikannya harus melalui tahapan atau persyaratan yang sesuai prosedur, seperti proses pengajuan untuk mempunyai SIM C pada umumnya.

Hal itu diungkapkan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri lewat siaran channel youtube NTMC (National Traffic Management Centre) atau Pusat Pengendali Lalu Lintas Nasional.

“Target kita pada bulan Agustus nanti, peraturan ini sudah dapat kita implementasikan,” ungkap AKBP. Arief Budiman, S.H, S.I.K, yang menjabat sebagai Kasi Standar Pengemudi Subdit SIM Regident Korlantas Polri.

AKBP Arief Budiman, S.H, S.I.K,

Seperti diketahui sebelumnya jika Polri sudah mempunyai rencana untuk membagi kepemilikan SIM motor dalam tiga kategori, yakni SIM C (untuk sepeda motor dengan kapasitas dibawah 250 cc), SIM C1 (250 cc ke atas) dan SIM C2 (500 cc ke atas).

Adanya pembagian atau golongan pengajuan SIM motor ini sudah tertulis dan tercantum dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021, yaitu tentang Penerbitan dan Penandaan SIM, yang di edarkan sejak Februari 2021 lalu. Dan bagi masyarakat yang belum memiliki SIM C1 atau C2 , masih akan dilakukan tahap sosialisasi selama 6 bulan ke depan.

Bagi masyarakat yang sudah mempunyai SIM C dan ingin pindah ke SIM C1, ada ketentuan yang harus diikuti. Yaitu, SIM C yang masih berlaku masa penggunaannya dan telah dimiliki minimal 1 tahun. Namun untuk pindah ke SIM C2, tidak dapat langsung naik dari SIM C biasa. Tapi harus melalui tahapan ke SIM 1 terlebih dahulu.

“Untuk mendapatkan SIM C2 harus melakukan peningkatan golongan, sesuai aturan baru yang berlaku. Harus sudah punya SIM C minimal 1 tahun, baru meningkat SIM C1 selama 1 tahun berikutnya, setelah itu baru bisa memiliki SIM C2,” sebut Arief.

Pembagian golongan SIM tercantum dalam Perpol Nomor 5 tahun 2021

Adapun bagi masyarakat pemilik kendaraan bermotor 500 cc ke atas atau masuk dalam kategori motor gede alias moge, harus sudah memiliki SIM C2 yang nanti kepemilikannya akan diberlakukan tahun 2022 mendatang. Jadi, mesti dipersiapkan sejak sekarang nih bagi sobat otozoner yang ingin memiliki SIM C harus sesuai dengan tingkatan kategorinya.

Persyaratan serta pengajuan SIM itu juga telah di atur dalam Undang-Undang Berlalu Lintas yang tercantum di Pasal 3 Ayat 8, mengenai batas usia pemilik SIM C minimal 17 tahun. Untuk pengajuan mempunyai SIM C1 harus sudah berumur minimal 18 tahun, dan untuk SIM C2 minimal berusia 19 tahun.

Soal biaya untuk membuat SIM C1 atau C2, masing-masing sebesar Rp 100 ribu, tapi itu belum ditambah biaya asuransi Rp 30 ribu dan cek kesehatan Rp 25 ribu. Jadi total yang harus dikeluarkan oleh pihak pengaju SIM, adalah sebesar Rp 155 ribu.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth & Istimewa

Rakerprov Effort, Klub Sepakat Rusdi “RMS” Masse Calon Tunggal Ketua IMI Sulsel 2021-2025

0
Rusdi "RMS" Masse Mappasessu

OtomotifZone.com-Makassar. Rakerprov menjadi pesta level 2 setelah Musprov, dan fase tersebut sudah dilakukan Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan, dimana Minggu kemaren (11/7) telah menggelar Rapat Kerja Provinsi IMI Sulsel dengan menghasilkan sebuah kesepakatan penting untuk 4 tahun mendatang, Musprov yang digelar Agustus 2021 dan deklarasi satu pilihan sang calon ketua.

Rakeprov yang digelar dirumah pemenangan partai perubahan di Pinrang ini dihadiri 83 klub anggota pengprov IMI Sulsel dan hanya 7 klub yang absen ini memang digelar cukup rapi dan sukses, mulai dari swab seluruh peserta hingga jalannya rapat berjalan lancar, hingga pada akhirnya mengerucut lahirnya sebuah deklarasi pencalonan Bupati Sidrap 2 periode, 2008 s/d 2018 ini didaulat menjadi calon tunggal ketua IMI Sulsel periode 2021-2025 dan deklarasi ini langsung mendapat applause dari seluruh klub peserta yang hadir.

perwakilan team penggerak

Deklarasi yang diinisiasi Gowa Otomotif Club ini melahirkan beberapa keputusan penting, selain menolaknya Rakerprov sistem daring hingga mengerucutnya Wakil ketua Banggar DPR RI ini menjadi calon tunggal ketua IMI Sulsel lahir dari pemikiran Andi Kasim Alwi atau lebih dikenal dengang panggilan Acing sebagai perwakilan klub dibantu teman-teman klub lainnya.

Perjuangan mengusung Rusdi “RMS” Masse Mappasessu sudah dilakukan secara gerilya, long march mendatangi klub-klub peserta yang tersebar diseluruh wilayah Sulawesi Selatan, tanggapan positif pun menjadi kekuatan lahirnya hanya 1 nama untuk IMI Sulsel 4 tahun kedepan.

Acing menbacakan deklarasi pencalonan RMS menjadi ketua IMI Sulsel didampingi perwakilan klub

Apa sih yang dilakukan teman-teaman klub saat Rakerprov.? “pada saat raker akan dilaksanakan rencana A, sudah saya dan teman-teman persiapkan untuk diadakan Musprov tahun ini, tanggal dan tempat sudah kami tentukan dan semua peserta sepakat dengan rencana yang sudah kami tentukan, intinya kami ingin Rakerprov ini menghasilkan sebuah keputusan final musprov harus digelar 2021 dan alhamdulillah disepakati”, papar Acing.

“untuk 4 tahun kedepan, IMI Sulawesi Selatan, kami sepakat pak Rusdi Masse tepat memimpin IMI Sulsel, prestasi dan dedikasinya sudah terbukti, apalagi yang diragukan, dan teman-teman sepakat bulat 1 suara, RMS for IMI Sulsel”, tambahnya.

Tinggal menunggu waktu, bulan Agustus adalah waktu pelaksanaan Musprov IMI Sulsel.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Dok : OZ

Red Bull Tenang Meski Mesin Honda Makin Kencang Sebelum Pamit Dari F1

0

OtomotifZone.com-Austria. Honda habis musim ini bakal pamit dan tak lagi mensuplai mesin-mesin mereka ke team F1 pada 2022 nanti. Alhasil Red Bull Racing dan Alpha Tauri tak lagi dapat pasokan mesin dari produsen dari Jepang tersebut. Khusus Red Bull Racing mungkin jika di baca sedikit kawatir bagaimana nasib tahun depan.

Tetapi mereka sama sekali tidak ada kepanikan. Sekarang team ini menyuntikkan ambisi dan komitmen F1 baru dalam bentuk divisi mesinnya sendiri yang dibentuk untuk menghadapi Mercedes, Ferrari dan Renault setelah keluarnya mitra saat ini yaitu Honda.

Ketika Honda mengumumkan mereka meninggalkan F1 pada akhir tahun 2021, Red Bull memutuskan untuk membentuk divisi mesin mereka sendiri. Namanya Red Bull Powertrains. Awalnya proyek ini sepertinya masih menggunakan teknologi mesin warisan ini hingga akhir tahun 2024 sebelum membuat unit daya mereka sendiri untuk tahun 2025 ketika sebuah formula baru diperkenalkan.

“Misi kami untuk membawa semua aspek operasi Formula 1 di rumah melalui Red Bull Powertrains adalah pekerjaan yang sangat menarik tetapi juga sangat menuntut. Dan kami tahu bahwa kesuksesan hanya akan dicapai dengan membawa bakat terbaik dan tercerdas, dengan memberi mereka alat yang tepat dan dengan menciptakan lingkungan yang tepat di mana mereka dapat berkembang,” kata Bos Red Bull, Christian Horner.

Dari produsen minuman energy kini bersiap mengembangkan mesin sendiri untuk sebuah event akbar roda empat.

Penulis : Hafid | Foto : F1

Setelah RAKERPROV, IMI Sulawesi Selatan Akan Adakan MUSPROV 2021!!!

0

OtomotifZone.com – Pinrang. Kemarin (11/7/21) Ikatan Motor Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan adakan RAKERPROV 2021 di Jalan Carawali, Pinrang. Dalam kegiatan tersebut, hampir semua Club yang bernaung di IMI Sulawesi Selatan ikut serta. Dan banyak sekali pembicaraan yang dibahas pada RAKERPROV tersebut.

Ada 83 peserta RAKERPROV yang ikut dalam kegiatan rutin IMI Sulawesi Selatan. Dan hanya 7 peserta club yang berhalangan hadir. Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti acara dengan hikmat. Dan pada kegiatan ini juga, para peserta yang hadir membahas mengenai MUSPROV.

“ Kemarin kita sudah adakan RAKERPROV 2021 IMI Sulawesi Selatan. Dan rencana pada bulan Agustus nanti, kita akan adakan MUSPROV IMI Sulawesi Selatan,” ujar Sulman Cule langsung kepada OtomotifZone.com.

Nah, pada MUSPROV nanti biasanya akan ada pembahasan pengurus baru Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan. Yang mana memang harusnya pada tahun ini ada MUSPROV serempak pada tahun 2021. Dan IMI Sulaweis Selatan mengikuti peraturan yang sudah diberikan Ikatan Motor Indonesia Pusat.

Kita tunggu saja kira kira siapa saja jajaran pengurs Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan terbaru. Tunggu kabar beritanya hanya di OtomotifZone.com

IMI Sulawesi Selatan Adakan RAKERPROV 2021, Wajib SWAB!!!

0

OtomotifZone.com – Pinrang. Kabar terbaru dari Ikatan Motor Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka kali ini adakan Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) 2021 (11/7/21) di Jalan Carawali, Pinrang. Hampir semua peserta dari club Sulawesi Selatan ikuti acara ini. Protokol Kesehatan (PROTKES) tetap ketat. Mereka mewajibkan demi kebaikain.

Kita tau, pandemic Covid 19 masih menyelimuti Indonesia. Meski ditengah pandemi, mereka tetap jalankan RAKERPROV. Ini diadakan demi memajukan organisasi yang sudah lama berdiri. Terlebih mereka juga akan adakan Musyawarah Provinsi (MUSPROV) yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

“ Ya kemarin kita adakan RAKERPROV. Yang mana ada 83 peserta dari Club yang hadir. Dan para club sepakat untuk adakan MUSPROV nanti di bulan Agustus 2021,” ujar Sulham Cule Ancha perwakilan klub IMI Sulawesi Selatan kepada OtomotifZone.com.

Dan semua rancangan MUSPROV sudah disiapkan pada saat RAKERPROV kemarin. Agenda seperti ini memang menjadi agenda rutin. Tidak hanya IMI Sulawesi Selatan saja. Semua Ikatan Motor Indonesia Provinsi lain juga seharusnya mengadakan kegiatan seperti ini. Dan seharusnya pula, tahun 2021 semua Provinsi adakan RAKERPROV.

Dalam MUSPROV ini biasanya akan ada ketua dan pergantian pengurus baru. Lalu kira kira siapa saja pengurus Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan berikutnya? Kita tunggu saja kabar beritanya hanya di OtomotifZone.com

Bisa Di Rombongan Depan, Target M. Ilham Ingin Terus Bawa Wonogiri Di Podium

0

OtomotifZone.com-Wonogiri. Pembalap asal Purwantoro ini masih berkutat pada kelas MP3 karena memang masih punya waktu di kelas ini. Hasil podium di Oneprix beberapa minggu lalu adalah target yang cukup berat bagi M. Ilham Efendy. Menurut dia, tinggi dan bobot tubuh yang pertumbuhannya lebih cepat dari teman-teman seusainya memengaruhi performa di atas motor untuk spek standar.

“Sekarang di 65kg mas. Ini genjot fisik hampir tiap hari baik lari, bersepeda juga gym supaya bisa mengimbangi postur badan makin tinggi. Tau sendiri kan mas saya besar sendiri dari pada pembalap lain seumur saya mas,” terang Ilham, Privater yang sudah dua tahun ini menimba ilmu balap di 43 School.

M. Ilham Efendy
M. Ilham Efendy, postur badan kelewat tinggi. Kejar latihan fisik tiap hari

Ada sebuah misi yang ingin selalu ia usung ketika diatas podium. “Ya karena saya datang dari daerah. Kebanggaan bisa membawa nama tempat tinggal ke podium itu sebuah kebahagian yang tak terukur mas bagi saya. Wonogiri tetap di hati,” jelas pembalap kelahiran 24 Agustus 2007 ini.

Mungkin PR besar Ilham seperti itu tadi. Perbanyak fisik guna mengurangi bobot badan agar bisa mengurangi juga beban motor di kelas belia tersebut. Sampai saat ini masih mengusung nama team ABK milik keluarga sendiri dan berharap bisa mengantarkan jenjang Ilham ke kelas Motorsport.

Penulis : Hafid | Foto : Istimewa




Rumor Maverick Vinales ke Suzuki, Posisi Joan Mir atau Alex Rins Terancam

0

OtomotifZone.com – Bandung. Meski belum ada kepastian, namun rumor Maverick Vinales akan kembali lagi ke tim Suzuki bakal jadi ancaman serius bagi posisi Joan Mir ataupun Alex Rins. Hal itu dirasa setelah Vinales yang telah memutuskan untuk keluar dari tim Monster Energy Yamaha pada akhir musim ini, namun hingga kini belum ada kejelasan kabar kemana dirinya akan berlabuh di tahun depan.

Rider kelahiran Figueres, Spanyol, 12 Januari 1995 ini, sebelumnya pernah bersama tim Suzuki pada periode 2015-2016 silam, setelah itu hengkang ke tim Yamaha pada musim 2017 hingga saat ini. Dan kontraknya dengan tim Yamaha sejatinya baru akan berakhir musim 2022 mendatang, akan tetapi tanpa ada kejelasan faktor apa yang jadi penyebab Vinales pergi ini masih jadi tanda tanya besar.

Maverick Vinales, belum putuskan akan ke tim mana musim depan

Tim Suzuki Ecstar justru santer akan kembali dikabarkan bakal jadi tempat bernaung bagi Vinales untuk berlaga di MotoGP pada musim depan, walaupun berita itu belum terbukti kebenarannya. Karena ada pula rumor tim Aprilia Gresini pun ikut mengincar The Top Gun, julukan dari Maverick Vinales.

Dan jika benar kabar kalau Vinales akan ‘come back’ ke tim Suzuki, maka posisi antara Joan Mir yang tidak lain Juara Dunia MotoGP musim 2020 kemarin ataupun Alex Rins jadi bakal terancam bahkan terdepak dari tim biru tersebut.

Maverick Vinales, sebelumnya pernah gabung di tim Suzuki

Kita tunggu saja kabar selanjutnya, apakah Maverick Vinales akan jadi bergabung dengan tim Suzuki atau malah lebih memilih tim lain untuk bertarung di musim depan?

Penulis : Obeth | Foto : Speedweek & suzuki-racing