OtomotifZone.com – Batam. Memang dibalik kesuksesan pembalap, ada beberapa faktor pendukung yang bisa antarkan pembalap itu menjadi juara. Salah satunya Maruli Laden yang mampu Double Winner di kelas Pemula A Kejurnas MotoPrix region 1 putaran 4 (22/7) di Sirkuit NP Temenggung Abdul Jamal, Batam. Salah satu pendukung Maruli menjadi raja di dua kelas adalah paduan knalpot Proliner dan Shock RCB yang dirinya gunakan.
Kuda pacu yang kuat, sirkuit dadakan yang memiliki beberapa sisi sirkuit patah patah membuat sedikit mekanik pusing. Sebab, dengan kuatnya kuda pacu dan jenis sirkuit patah patah shock breker lah yang akan berbicara. Untungnya disini Maruli gunakan Shock RCB yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.
“ Sebenarnya sokbreker belakang RCB tipe DB2 Line di MP3 dan SB2 di MP4 sangat bagus. Jadi, biar tidak geser di chamber, mekanik lembutkan kompresi dan mempercepat rebound untuk jaga ban belakang,” papar Indra Zafella, owner dari tim yang dibela Maruli Laden, Yamaha INDELA RACING TEAM.
Memang akhir pekan kemarin teknisi RCB hadir untuk menangani kuda pacu Maruli yang sangat kuat. Terutama di kelas MP1, kuda pacu Maruli memang sangat gila. Pada sesi kualifikasi saja, di kelas MP3 Maruli mampu tembus waktu 54.776.
Bila saja Maruli juga bermain di kelas MP1, babak kualifikasi Maruli akan berdiri di posisi kedua. Pasalnya Doohan Akbarruzaman yang kala itu sebagai pembalap tercepat menorehkan waktu 54.563 dan Agus Setiawan sebagai pembalap tercepat kedua hanya mampu meraih waktu 55.080 detik.

Dan ketika Race, Maruli sebagai juara MP3 mampu menyelesaikan balapan dengan catatan waktu 54.374 detik. Doohan yang menjadi juara di kelas MP1 hanya mampu mencatatkan waktu terbaiknya 54.664 detik. Wah bila saja Maruli berain di kelas MP1 bisa saja dia yang keluar sebagai juara. Dan ternyata itu semua pengaruh atas knalpot Proliner yang dirinya gunakan.
“Secara spek, MP1 boleh ganti magnet. Tapi, tenaga motorku nggak kalah. Terutama setelah pakai knalpot Proliner spek baru. Tenaganya makin besar untuk karakter sirkuit stop and go,” tutup Maruli.

