BerandaRacing Roda 2GrasstrackPante Baro Grasstrack Open: Terapkan Sesuai Regulasi

Pante Baro Grasstrack Open: Terapkan Sesuai Regulasi

OtomotifZone.com – Bireuen. Pengprov IMI Aceh semakin konsisten menerapkan regulasi perlombaan grasstrack sesuai dengan aturan yang tertera dalam Buku Biru yang dirilis PP IMI. Seperti terlihat dalam event “Pante Baro Grasstrack Open” yang diusung Fatin MX Motor Club di sirkuit Pante Baro, Peusangan Siblah Kreung, Bireuen, Aceh sepanjang Sabtu dan Minggu (23-24/04).

“Sebenarnya regulasi sudah diterapkan awal 2015 lalu. Sebelumnya hanya di Kejurda IMI Aceh saja. Ketika pertama diterapkan, protes, terjadi keributan setelah final verifikasi akhir. Bahkan juga sering terjadi ancaman dengan parang dan balok dari team pemenang yang kena diskualifikasi sudah sering dirasakan Racing Committe,” kenang Raymond Pasha, Koordinator Wilayah IMI Aceh Timur.

Akibatnya jumlah peserta turun drastis, karena banyaknya motor tak sesuai regulasi. Saat mesin dibongkar, ketahuan bore up, frame tidak sesuai, klep melebihi batasan, dan pelanggaran lainnya.

Namun berkat penyuluhan yang disampaikan Komisi MX/GTX beserta anggota, regulasi harus dijalani. “Dimanapun event dilaksanakan tidak ada perbedaan, mulai dari peserta harus nama asli, kewajiban panitia pelaksana menyediakan starting gate minimal 16 gate untuk event club dan minimal 20 gate untuk kejurda,” tegas Raymond yang memantau langsung di Pante Baro. Raymond mengantongi 4 lisensi balap plus tehnik grasstrack/motocross.

Hasilnya, awal 2016 terjadi peningkatan jumlah starter yang signifikan. Tentunya tak lepas dari andil dan ketegasan Zulfikar Begem selaku Kabiro Roda Dua yang berani menerapkan sanksi “parkir” atau tidak boleh menjalankan tugas beberapa seri bagi Racing Committee yang lalai menjalankan tugas.

Termasuk H Ibnu Rusdi, SE sebagai Ketua Pengprov IMI Aceh memberi wejangan agar konsekwen dan jujur dalam bertugas. “Untuk regulasi 100% apa yang ditetapkan di buku kami jalankan, seperti knalpot putus silencer, handle rem, handle kopling patah saat masuk parc ferme sudah pasti diskualifikasi,” beber Zulfikar Begem.

Realisasinya event di Pantai Baro, Bireuen dibanjiri tracker. Tercatat sebanyak 162 starter tampil mengikuti 7 kelas yang wajib bongkar mesin. Meski sudah diingatkan, masih ada yang nakal. Beberapa unit motor kena sanksi diskualifikasi. Kebanyakan kasusnya kapasitas mesin melewati standar yang ditentukan.

Bagi yang ikuti aturan, podium juara menanti. Ada beberapa nama tracker Aceh yang memiliki talenta balap. Sebut saja M Nando asal Aceh Tamiang yang main di tim Palue Gle Siblah. Lalu Ridho P dari Aceh Selatan, tampil di bawah bendera NAKLM Tapaktuan. Apalagi Dian Akbar asli Subulussalam yang bernaung di tim Sonic Pulsa Medan sudah sering naik podium. Termasuk Mansur alias Dek Syon. Ini asli orang Bireuen dari tim SDD YMR.

Begitu juga dengan Fatin MX Motor Club asal Bireuen yang sedang membina Eko AK. Hasilnya mulai terlihat ketika Eko finish kelima di kelas Bebek Campuran Modifikasi Open. Beda dengan kehadiran Koko asal Medan yang direkrut Fatin MX Motor Club dan merajai dua kelas. “Itu pembalap tetangga yang sengaja dimainkan untuk memanaskan kompetisi,” ujar Syahrul Fuady, Ketua Klub sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara event ini.

Salut juga buat Syahrul Fuady dari Fatin MX Motor Club yang berani menjadi promotor balap. Meski usianya masih 27 tahun dan baru dua kali gelar event, tapi balapan yang dikemasnya cukup apik dan sukses. “Selanjutnya tim konsentrasi ikuti kejuaraan daerah grasstrack,” pungkas pria yang sering disapa Fuad ini.

Tak ada yang pantas diucapkan selain Aceh memang bereh!

Penulis : Noverry Darwin | Foto : Muhammad Syahroni

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot