OtomotifZone.com-Valencia. Tuntas sudah gelaran akbar Grand Final Rotax Max 2014 event yang menguras waktu dan tenaga selama 5 hari.
Internacional Lucas Guerrero Valencia menjadi sirkuit penuh cerita setelah pulang sampai tanah air masing-masing. Seperti yang ditulis OZ sebelumnya tentang kegagalan team Indonesia diajang ini, 4 kelas Grand Final ini semua disabet pegokart dari daratan Eropa, baik kelas Junior hingga DD2 master.

Junior Max yang mendapat jatah race pertama dengan melahap 15 putaran disirkuit dengan panjang 1.428 meter disabet Juery Vips asal Estonia. Perjalanan dari heat 1 hingga 3 sebetulnya tidak menonjol seperti para juara dikelas lainnya yang selalu menguasai dan finish dibarisan depan. pegokart Estonia di heat satu finish diurutan 11, kemudian heat 2 berada pada posisi 13 dan ada peningkatan hasil di heat 3 dan menduduki posisi 8 klasemen rangking heat secara keseluruhan, Hujan lebat saat race berlangsung menjadi keuntungannya dengan bermain gaya balap tenang dan sabar menunggu akhirnya mampu mengambil keuntungan saat keluar tikungan pertama dan langsung melejit hingga 15 putaran habis dijalani.

Kelas Seniorpun diambil pembalap tuan rumah Carlos Gil. Sementara dikelas DD2 pegokart Inggris yang tinggal di UAE ini juga menjadi kampiun dikelas yang menjadi pavorit tontonan selain kelas Junior. Final DD2 masterpun persaingan ketat terjadi antara pegokart Martin Pierce asal irlandia dan Mikko Lane asal Finlandia hanya beda 10 sentimeter menyentuh garis finish dimenangkan pegokart Irlandia namun saat pemeriksaan teknik setelah balap usai pegokart nomer start 438 mendapat DQ setelah pemenang ke-2 melaporkan ke pihak scrutineering karena juara 1 tidak memasang seat Support washer dimana sebetulnya itu tidak berpengaruh pada apapun namun peraturan tertulis dilanggar akhirnya harus rela menyerahkanya pada pembalap diurutan 2.

Dari hasil secara keseluruhan mereka sudah merasakan minimal sebelumnya seluk beluk sirkuit ini, mereka sudah hapal betul tikungan demi tikungan, karakter sirkuit dan setingan yang pas baik saat cuaca kering ataupun basah. Hanya Ben Cooper pembalap Kanada yang mampu menjadi pesaing dikelas DD2 karena memang sebelumnya doi adalah pembalap jagoan dan pernah menjadi juara dunia dikelas senior dan DD2.

Negara di luar Eropa seperti Asia dan Amerika mungkin akan mampu bersaing dikancah ini apabila punya waktu banyak untuk latihan dan seting chassis dan engine, peluang besar pasti ada…
penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

