BerandaHeadlinePembalap Privateer Jabar takut Turun Kejurda

Pembalap Privateer Jabar takut Turun Kejurda

IMG_0283 copy

OtomotifZone.com-Subang, Jabar. Hajatan tahunan Pengprov IMI Jabar bidang OR balap motor dengan judul  ” Kejurda Jabar balap motor seri 1 2013″ usai digelar di sirkuit Permanen Gery Mang Subang Sabtu-Minggu (29-30/6) kemaren.

Event balap motor sebagai tolok ukur dan standarisasi kejuaraan dilevel club event menjadi berat dan syarat muatan pembinaan sekaligus patokan, dimana Kejurda Harus lebih baik dari seluruh sisi baik penyelenggaraan.

Acuan inilah yang kadang bagi club penyelenggara kejurda yang mendapat jatah karena tender, pemanggilan, pengundian dan juga penunjukan pelaksanaan event harus mengikuti juklak yang ada agar penyelenggaraan menjadi bagus dan lebih berkualitas.

Kapota Motorsport sebagai club penyelenggara seri 1 sedikit mengalami kendala dalam hal persiapan, mepetnya jadwal membuat materi publikasi juga menjadi tidak efektif, itu terlihat dari jumlah penonton yang tidak memenuhi harapan penyelenggara yang pada akhirnya juga akan memberatkan karena besarnya dana yang harus dipersiapkan.

Jumlah starter yang diangka 230-an juga menjadi tanda tanya besar sebetulnya, dimana seminggu sebelumnya, Jabar menggelar 3 event Road Race di tiga kota berbeda, tapi starter di purwakarta diatas 400 starter, Banjar hampir menyentuh 200 starter dan Kuningan diatas 250 starter.

IMG_0103 copy

Melihat perbandingan diatas Jabar sebenarnya kaya akan pembalap-pembalap muda dan jagoan lokal yang hanya mau ngegas ketika eventnya mengampiri mereka. pembalap privateer menunggu bola dan hanya menjadi jagoan lokal saja. Disamping event Kejurda juga cenderung diikuti oleh pembalap dan team yang sudah malang melintang membuat para pembalap yang hanya turun sekali dan dana pas-pasan mending mundur teratur daripada hanya setor uang tanpa ada hasil juara.

Karena kejurda berlabel pembinaan dan banyaknya kelas wajib yang harus digelar, kadang juga menjadi kesulitan tersendiri bagi promotor akan membuka kelas yang mempunyai kantong-kantong pembalap untuk mendulang pendapatan demi menutupi biaya yang membengkak, Meskipun menurut info dari club pengprov menggelontorkan fresh money sebesar Rp.24 juta lebih dan kebutuhan pelengkap lainnya seperti trophy, polo shirt dan yang lainnya kalau ditotal mencapai 90 jutaan kurang menolong penyelenggara karena emang waktunya mepet dan bentrok event.

Haris Tommy presiden Kapota Motorsport
Haris Tommy presiden Kapota Motorsport

kami praktis hanya punya persiapan 1o hari kerja, terus ada 2 event yang pembalap Jabar banyak punya point di IRS dan event IMI Banten mungkin sayang kalau ditinggalkan, itu berimbas kurangnya starter yang ikut di event ini, disamping itu biaya perijinan, gubengan, UG dan yang lainnya juga menghabiskan dana 80 jutaan, agak memberatkan juga sebetulnya bagi penyelenggara apalagi penonton juga jauh dari harapan jelas Haris Tommy sang presiden Kapota Motorsport.

 

 

 

 

Coba dikelas-kelas khusus yang masih banyak peserta dan juga dibuka kelas wajib tapi khusus bagi pembalap non aktif atau pembalap kagetan dimana kelas hanya diikuti oleh pembalap yang benar-benar pemula dan jagoan lokal ditampung menjadi  satu kelas dijamin ramai tuh….

Penulis : Edi Batrawan | Foto : Edi Batrawan

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot