BerandaHeadlinePermanenkan PPnBM Nol Persen: Menperin Ajukan Syarat

Permanenkan PPnBM Nol Persen: Menperin Ajukan Syarat

OtomotifZone.com – Surabaya. Saat ini, industri otomotif Indonesia sedang bangkit dari keterpurukan akibat pandemi mendapatkan angin segar. Pasalnya Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mewacanakan stimulus pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) 100 persen secara permanen.

Menperin mengusulkan subsidi PPnBM bisa berlanjut secara permanen. Namun, kualifikasi produk yang mendapatkan stimulus harus diperketat.

“Saya siap memperjuangkan kebijakan PPnBM nol persen, tapi harus ada syaratnya. Tujuannya untuk mempertahankan momentum kebangkitan industri kendaraan roda empat dalam negeri,” ungkapnya saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Surabaya 9/12 lalu.

Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Director HSC (kiri) bersama Ang Hoey Tiong, President Director HSC (kanan) saat menerima kunjungan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) di booth Honda di GIIAS Surabaya 2021 (9/12) lalu

Pemikiran tersebut hadir karena Menperin melihat dampak signifikan yang dihasilkan dari insentif PPnBM kendaraan. Dengan stimulus untuk mobil dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen. Padahal, industri otomotif merupakan salah satu yang paling terpukul saat pandemi.

Namun, TKDN untuk bisa mendapatkan keistimewaan PPnBM DTP 100 persen harus mencapai 80 persen. Syarat itu bertujuan meningkatkan multiplier effect industri turunan dan penyokong lainnya.

“Saat ini ada sekitar 21 produsen kendaraan roda empat dengan kapasitas 35 juta unit per tahun. Tapi perusahaan komponennya sendiri sudah mencapai 319 ribu dan sebagian besar masih berupa UMKM,” lanjutnya.

Pada kesempatan lain Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Director Honda Surabaya Center saat ditemui Otomotifzone.com di Honda Surabaya Center menyampaikan, apa yang diusulkan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita sangat tepat.

“Industri otomotif nasional sudah mulai bangkit dari keterpurukannya akibat pandemi. Hal ini karena selama masa PPKM pemerintah memberikan PPnBM nol persen yang rencananya akan berakhir pada 31 Desember mendatang,” terangnya.

Melihat Honda Brio sebagai kontributor terbesar penjualan Honda

“Ini dapat dilihat dari antusiasme pengunjung maupun konsumen selama pameran GIIAS Surabaya 2021 (8-12/12), yang terus meningkat dan menunjukkan tren positif. Terbukti, dalam 5 hari pameran sebanyak 377 SPK terkumpul di seluruh dealer Surabaya dan sekitarnya dengan Honda Brio sebagai penyumbang kontribusi terbesar diikuti Honda City Hatchback RS dan All New BR-V,” paparnya.

Lebih lanjut Wendy menambahkan, “Respon yang baik ini tidak lain karena produk dan program penjualan maupun program purna jual yang menarik dan menjawab kebutuhan konsumen sehingga mereka tidak ragu untuk bertransaksi, terlebih lagi di momen akhir tahun. Itu sebabnya kami berharap wacana Menperin terkait PPnBM nol persen dilakukan secara permanen sangat tepat karena sektor otomotif belum bisa mandiri sebelum 2023.”

Pengunjung GIIAS Surabaya 2021 memadati booth Honda, memanfaatkan promo menarik Honda dan PPnBM nol persen

“Kalaupun pemerintah berniat memberhentikan PPnBM ada baiknya tidak secara mendadak, dan dilakukan secara bertahap yaitu dari nol persen menjadi 25 persen, kemudian 50 persen, dan terakhir 75 persen. Namun saya tetap berharap wacana Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita permanenkan PPnBM dapat terlaksana,” tutupnya.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot