OtomotifZone.com-Bandung. Tidak semua mimpi indah akan berakhir sama, bisa jadi mimpi indah pada kenyataannya berakhir sebaliknya, hal buruk bisa terjadi.
Kenyataannya memang menjadi kenyataan, harapan melambung dengan mimpi yang indah dengan terobosan baru, kejurda grasstrack IMI Jabar malah terjun bebas, itu terjadi setelah Minggu kemaren (16 Juli) Jawa Barat membuat gelaran kejuaraan daerah garuk tanah dibagi 2 region, region timur dan region barat.
Region Priangan timur terdiri dari Kabutapen Subang, Indramayu, Sumedang, Cirebon, Kuningan, Malajengka, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran, sementara Region Priangan barat terdiri dari Bandung kota, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Bekasi dan Bogor.
Seri perdana Kejurda GTX IMI Jabar digelar serentak, dimana seri 1 wilayah timur, digelar di Sirkuit Caxra 13 Majalengka, sementara wilayah barat digelar di Cipanas Cianjur.
Kedua event berjalan lancar, iya secara penyelenggaraan, namun berita dengan nada sedih dan kecewa justru santer terdengar dari kedua promotor gelaran, dari minmnya peserta dan penonton, juga minimnya subsidi yang diharapkan penyelenggara.

Efek dibagi 2 region, secara otomatis pembalap juga dilema, mau ikut region sebelah, takut gak ada peserta, mau turun diregion lain, pemilik team setempat pinginnya pembalapnya eksis di wilayah empunya team. Itupun dirasakan penyelenggara, alih-alih menggelar dengan embel-embel Kejurda lebih bergengsi, kenyataannya malah promotor yang gengsi tidak mengeluarkan hadiah tanpa kuota, demi pembalap tidak kapok jika kedepannya akan bikin event lagi.
“Jujur saya kapok menggelar event Kejurda, ngapain dibagi 2 region, kaya tidak tau aja di Jawa Barat banyak pembalap, terutama senior, tau gak ada pembalap, tau gini sih mending saya bikin event sendiri, kasian pembalap, kelas junior dan senior tidak mencapai kuota untuk hadiah, kalau saya ngikuti aturan kasian pembalap, makanya event di Lemah Sugih saya bikin hadiah non kuota”, papar Kuwu Asep Setia Permana.

Rasa Kecewa juga disampaikan Bagus, Auto662PDP, penyelenggara kejurda GTX seri 1 wilayah barat, “kalau dibarengin kaya gini, saya kecewa, pembalap tidak ada, sementara subdisi dari IMI Jabar tidak ada,”.
“harus segera dievaluasi, kalau tidak grastrack Jabar akan ancur, kasian promotor dan pembalap, mohonlah dengar aspirasi dibawah”, papar Tony Once Juri wilayah Timur dan Asep Oding, Juri wilayah barat.

Ya..evaluasi kayaknya lebih bijaksana, daripada memaksakan mimpi indah tapi kenyataannya buruk, komunitas akan mafhum jika kesalahan awal segera diperbaiki, daripada memaksa diri.
Penulis : Edi Batrawan |photo : Edi Batrawan

