OtomotifZone.com-Bandung. Suasana haru, isak tangis penuh kesedihan yang amat sangat dalam tampak jelas terlihat dari raut wajah ratusan kerabat, sahabat dan rekan sejawat komunitas otomotif Jawa Barat atas kepergian tokoh Otomotif Nasional, Haris Tommy, Kamis pagi kemaren (19/5).
Dipimpin langsung H. Rio Teguh, sang ketua Pengprov IMI Jabar, diiringi rekan-rekan pengurus, teman sejawat Kapota motorsport, korwil IMI sejawa Barat dan ratusan rekan-rekan club otomotif serta para pelaku otomotif Parahyangan menghantarkan langsung sang pengayom dan perekat insan otomotif Jawa Barat hingga ke tempat peraduan terakhirnya di pemakanan TPU Rancalili, Ciwastra, Kota Bandung.

Isak tangis kembali terdengar saat jasad bapak dari 2 putra dan 1 putri ini masuk keliang lahat, hingga membuat suasana begitu sangat mengharukan, semua merasa sangat terhenyak dan kaget atas kepergian beliau yang begitu mendadak diusia 59 tahun ini, hingga dalam kata sambutanpun, Rio Teguh hampir tersendat-sendat karena keharuan yang begitu dalam.

“Otomotif Jawa Barat sangat kehilangan atas kepergian beliau, Bapak Haris adalah guru kami, mentor dan pengayom kami, Tommy adalah orang yang paling pantang melihat orang susah, lebih baik makan bersama meski sedikit daripada harus makan sendirian tapi melihat temannya menderita, beliau lebih banyak mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri, Haris Tommy adalah sosok panutan yang membuat IMI Jabar seperti sekarang, selamat jalan Pa Haris Tommy, semoga Allah memberi tempat yang layak untuk dirinya, ampuni segala dosa-dosanya”, sambutan ketua Pengprov IMI Jabar dengan kata terbata-bata.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri langsung mantan Ketua Pengprov sebelumnya, Dody Haryadi, dimana saat kepemimpinan beliau, Haris Tommy membidangi roda 2 pun hanya mampu berkata singkat atas kepergiannya,”banyak rahasia kita berdua yang sudah dialami bersama, saya tidak bisa berkata-kata lebih, saya sangat kehilangan atas kepergiannya, sangat-sangat kehilangan”, ucapnya ditimpali rekan seangakatan pendiri IMI jabar, Camellia Sahulteru, “dia adalah salah satu pendiri IMI Jabar, perlu digarisbawahi, dia bukan sosok penggemar otomotif, tapi pencinta dan penggila otomotif, betul-betul mencintai Jabar secara utuh.
Semua merasa kehilangan, apalagi Kapota Motorsport dimana dirinya membina selama 39 tahun, rekan-rekan seangkatan juga tentunya terhenyak dan tidak percaya atas kepergiannya, ” Haris Tommy adalah sosok disiplin, seorang motivator, leader dipendidikan, profesi maupun keseharian, sangat loyal terhadap teman, dan sifat dirinya yang selalu kita ingat adalah pantang meninggalkan teman, tidak bisa melihat teman susah, prinsipnya gue makan elu juga harus makan”, paparEddy Banda, Tono Sule, Deki dan rekan-rekan senior Kapota Motorsport.


Tanda-tanda kepergian beliau juga terkuak saat dirinya menjadi COC gelaran Sribayu cup seri 2 Minggu kemaren (15/5), tanpa disadari oleh siapapun, “Haris Tommy pernah berujar, ini adalah penampilan saya terakhir, ada atau tidak ada saya event dan Kapota tetap jalan”, turur Hardi Catur, W promotor Sribayu Bukit Peusar Tasikmalaya.
Dan sebelum kepergiannya, sebelumnya Haris Tommy sudah membuat janji dengan POC Purwakarta untuk mengadakan pertemuan Kamis pagi (19/5) untuk membahas rencana gelaran event Road Race yang akan digelar di Sadang Purwakarta tanggal 28-29 Mei mendatang. Namun Allah berkendak lain…..
Selamat jalan pahlawan otomotif Jawa Barat….40 tahun lebih didedikasikan untuk otomotif Indonesia….
Penulis dan Photo : Edi Batrawan

