Otomotifzone.com – Sentul. Jika membahas persaingan di Kejurnas Eshark Rok Cup Indonesia 2017 pastinya tidak bisa di ceritakan dalam semalam, hal inilah yang menjadikan dunia karting begitu menarik karena untuk menyandang gelar juara Nasional musti kompetitif dari awal hingga akhir seri.
Terlebih lagi sistem pengumpulan point di Eshark terbilang cukup unik dimana penghitungan poin diambil dari heat, pre final, dan final. Selain itu juga di dua seri terakhir point meningkat menjadi 150 persen untuk seri 4 dan di seri pamungkas bakal menjadi 200 persen misalnya saat final pembalap juara mendapat point 180 saat masuk seri 4 di tambah 150 persen menjadi 270 point hal tersebut cukup signifikan jika di akumulasikan dengan heat serta Prefinal.
Dikelas senior Silvano Christian pembalap Riser shadaf leading pada klasemen sementara dengan 1453 point unggul 231 point dari pembalap TKM Racig Keanon Santoso diposisi kedua, dan unggul 420 point dari rookie Muhammad Harist yang tahun ini baru mencicipi di kelas Senior. Selisih 420 point masih terbuka peluang untuk Muhammad Harist andaikan saja dia sapu bersih sejak heat hingga final race nanti sehingga ia mendulang 720 point tetapi itupun Silvano Christian harus terlempar dari lima besar.
Bahkan dengan sistem 200 persen, Gezha Sudriman berkesempatan untuk juara tapi hal tersebut cukup mustahil karena ia juga harus menyapu bersih dan tiga pembalap diatasnya pada klasemen sementara harus gagal finish sejak heat hingga final karena saat ini Gezha hanya bisa mengumpulkan 790,5 point berada di posisi ke empat.
Yang paling menarik membahas persaingan antara Keanon Santoso dan Silvano terpaut 231 point membuat hitung – hitungan secara matematis sulit dan jika dijabarkan menjadi sangat panjang, contoh kecilnya jika Silvano saat heat 2, pre final 2 dan final 2 point tersebut cukuplah aman karena ia bakal mendapatkan akumulasi point 2053 point karena meski Keanon Santoso pada saat heat 1, pre final 1 dan final 1 ia hanya mendapat 1942point dan jika Silvano heat 2, pre final 2 dan final 3 juga angkanya masih di atas 2000 bahkan Silvano heat 3, pre final 3 dan final 3 masih unggul tipis dari Keanon itupun jika Keanon sapu bersih didepan Is.
Tapi apapun bisa terjadi karena gagal finish satu kali bisa memupuskan segalanya jadi anything can be happen. Segitu dulu ya dari penulis see you 10 september nanti.
Penulis : NT |Foto : Edi Batrawan

