BerandaNewsSerba-Serbi Sirkuit Gor Satria, Sudah Menjadi Ciri Khas

Serba-Serbi Sirkuit Gor Satria, Sudah Menjadi Ciri Khas

OtomotifZone.com-Purwokerto. Final balap motor kategori road race yang bertajuk Kejurnas Motorprix – Pertamax Plus – Kyt – Seri 9 Reg. II – 2015 di Sirkuit Gor Satria, Purwokerto, Jateng minggu 3 – 4 Oktober 2015 kemarin ada baiknya melihat struktur desain sirkuit yang boleh dikatakan jenis sirkuit dadakan yang permanen layoutnya. Setiap balap disini desain tidak berubah dan sudah menjadi ciri sebuah nama sirkuit Gor Satria Purwokerto. Lebih baik kita tanya dengan Event Organizer yang mengurus gelaran balap disini.

Orin Sugawa dan Pak Arifin Subehan, desain paling aman.
Orin Sugawa dan Pak Arifin Subehan, desain paling aman.

“Sirkuit ini menjadi desain tetap sejak 2011. Tahun-tahun sebelumnya beberapa kali rombakan mencari model yang pas. Dan dirasa-rasa model inilah yang kami rasa cocok dan paling aman, untuk kedepannya tidak akan merubah layout sirkuit, ” ucap Arifin Subhan dari Bio Racing, EO pawangnya Sirkuit Gor Satria Purwokerto.

Chicane R1-R2, ciri khas Sirkuit Gor Purwokerto.
Chicane R1-R2, ciri khas Sirkuit Gor Purwokerto.

Desain highspeed dengan layout khas R1 ke R2 yang berbentuk chicane inilah ibarat jantungnya sirkuit Gor Satria. Keluar R terakhir bagaikan memulai start untuk melibas tikungan legedaris tersebut. Mirip sirkuit Mugello lho..ingat, mirip bukan copy atau njiplak apalagi followers.hehehe.. Chicane menanjak membanting dengan cepat kekiri lalu kekanan dihiasi aspal bumpy lalu 75meter kedepan ditunggu R3 membelok 45° kekanan. Engine brake dengan sedikit menggantung gas sampai ban belakang sliding-sliding kecil membuat decak kagum para penonton apabila ada pembalap yang berani latebrake di tempat itu.

Gas penuh dari U-Turn tikungan terakhir menuju Chicane R1-R2.
Gas penuh dari U-Turn tikungan terakhir menuju Chicane R1-R2.

Tapi kalau di tanya ke beberapa pembalap tak mudah untuk menguasai sirkuit ini. Ragu di chicane tersebut dipastikan kehilangan waktu sampai 1 detik. Tapi pasti ada satu dua pembalap yang punya kelebihan di sirkuit ini. Syahrul Amin, banyak yang menilai paling pintar menguasai tipikal sirkuit yang memiliki 10 tikungan tersebut. Pembalap bernomer start 199 dibawah naungan team Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera Racing punya trik jitu untuk bisa cepat.

Syahrul Amin, jagonya purwokerto dengan injeksi.
Syahrul Amin, jagonya purwokerto dengan injeksi.

“Ya benar, kunci sirkuit ini di chicane R1-R2. Disitu harus benar-benar yakin dan tepat membawa motor. Lalu di tikungan 8 dan 9, trotle gas digantung agar motor cepat keluar karena langsung berhadapan dengan straigh agak panjang. Tetapi juga harus jeli karena keluar R9 line agak melengkung.” ungkap Syahrul. Merujuk ke pembalap tersebut karena saat YCR seri 1 dia terjatuh dan mengejar dari urutan paling belakang, namun di akhir lap dia mampu juara. Begitu pula saat final kejurnas kemarin. Syahrul terjatuh dan sempat di posisi 10 besar. Namun lambat laun bisa nangkring di podium 3.

Doohan Akbar, harus pintar mengendalikan motor.
Doohan Akbar, harus pintar mengendalikan motor.

Keterangan Syahrul benar adanya. Doohan Akbar yang di belakang mengakui kecepatan di R1-R2. “Betul tikungan itu kuncinya. Motor saya rodanya bisa geser di tempat itu. Saya lihat Syahrul motornya gak goyang makanya dia bisa cepat,” terang Doohan Akbar. Karena sugestinya yakin duluan mungkin bar..

Ya inilah sirkuit Gor Satria dengan Chicane gemesnya, segemes mbak umbrella girl kemarin. Suatu ciri khas yang boleh disebut sirkuit dadakan layout permanen. Pembalap sudah dimudahkan tipikal sirkuit dan mekanik sudah punya data setting..

Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot