OtomotifZone-com. Dieng, Banjarnegara. Kedatangan Powertrack di daerah ini sungguh suatu moment langka. Inilah balap bergengsi pertama kali dibawa masuk ke pedalaman yang menyuguhkan tontonan berkualitas di tengah-tengah masyarakat dataran tinggi dieng. Seri 2 IRC Powertrack yang berlangsung di sirkuit Pranggen, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah 4-5 Juni 2016 banyak cerita disini.

“Dengan proses yang tidak panjang lebar kami beri contoh tahun sebelumnya saat final Kejurnas Grasstrack bahwa daerah kami cukup bagus untuk event besar.” buka Ainurofik sebagai tuan rumah penyelenggara. Bukan isapan jempol untuk Lighting Production mampir Pranggen – Batur, A. Judiarto selaku promotor menunjuk animo disana. “Kami puas bisa menghibur masyarakat disini. Lihat sendiri kan bagaimana rasa penasarannya mereka dengan datangnya pembalap luar negeri.” tutur Judiarto. Info dari hari Sabtu dan Minggu terjual 14ribu tiket. Berarti berhasil bawa tontonan mewah dan disukai. “Nah dengan hasil seperti ini untuk tahun besuk saya bawa kesini lagi Powertrack,” jelasnya lagi.

Lahan 3 hektar kebun kentang ini di kebut dalam waktu sebulan. Kriteria sirkuit komplit model patah dan high speed. Pembalap mendapatkan ujian dan tantangan dinginnya trek. “Aku baru kali ini mas balap di trek dengan suhu dingin. Daerah-daerah lain yang saya datangi nggak sampai kaya gini.” heran Savona Oky. Yang pakai jaket pun banyak. ” Badan sudah terlindungi. Tapi pergelangan tangan nyeri dingin banget.” kata M. Rasya. Pembalap iya kedinginan motor tak kalah keluh kesahnya. Setelan karbu paling utama. Ada yang main jet dan pilot jet diturunkan dan ada yang di naikkan. “Di sirkut ini kelembapan tinggi oksigen kurang, setelan di naikkan kalau motor saya. Karena setelan turun rawan jebol.” kata Disman Ardiyanto yang motornya di pinjam Prabowo. Yang jelas seri ini menguji pembalap, mekanik dan motor. Tantangan!
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

