OtomotifZone.com-Karanganyar. Memang beginilah balap di Indonesia. Letak geografisnya berada di tengah-tengah garis bujur utara dan bujur selatan yang selalu terkena pancaran sinar matahari. Suhunya siang hari di daerah dataran sedang pada musim pancaroba sampai 40⁰c. Dan itu terjadi pada Seri 2 IRC Powertrack Indonesian Dirtbike Championship sirkuit Bumi Intan Pari Papahan, Tasikmadu, Karanganyar 16-17 September 2017. Dimanapun balapnya kalau musim panas memang luar biasa. “Disini sampai 40⁰c. Hampir sama saat final kejurnas grasstrack Brebes 2016. Cuma disini tidak ada anginnya..” kata Akbar Taufan yang tampil edan-edanan dalam sehari balap tujuh race.
Sama seperti yang di lakoni kawan-kawannya seperti Edi Aryanto, Rizky HK, Nico CP, Savona Oky, dan peserta lain. Bahkan Edi yang berhasil tercepat di 125cc dan Sport harus kualahan hadapi teriknya matahari. “Lemes aku, 10 lap rasanya lama sekali.. Fisik lemes,” ujar Edi yang sekedar salaman saja genggamannya pasrah hahaha..
Jelas permainan setting mesin utamanya spuyer karburasi. Pilot jet dan main jet naik dari biasanya agar mesin tidak kering. Kekeringan bisa pecah tuh daleman mesin..
Mengacu sama Agus Klaten yang berhasil memborong podium di kelas pemula dan junior lewat Mamo SS. “Naik 2 step dari biasanya mas. Pas panas-panasnya kelas Bebek dan Kelas KLX. Bebek dari pilot jet 27 jadi 35, main jet dari 125 jadi 135. Sedang KLX pilotnya saja dari 60 jadi 65,” terangnya sambil mengecek motor Mamo dan Galang Tor-Tor di team Gordons FBRT R9 Swallow Agus Klaten Design One.
Mekanik lain juga rada bingung pas siang bolong jam 11.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. “Motor Prima PP mapping curva CDI di KLX sama bebek modif. Turun satu step semua dari 40⁰ di 9000rpm jadi 39⁰ sama di 9000rpm. Kompresi saya turunkan sedikit dari 12,6 jadi 12,3 dan tambah ring saja di busi,” tambah Doddy mekanik yang punya bengkel dekat sirkuit Papahan juga sebagai pengawal motor Prima PP di team Dewi Sri Mx Dots AKBC.
Tantangannya tetap ada . .
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

