Otomotifzone-com. Datang kembali ke kota Jogja Kejurnas Motorprix – Pertamax Plus – Kyt Seri 4 Region 2 – 2015 sambangi Sirkuit Gor Maguwoharjo, Jogjakarta kedua kalinya pada 12 – 13 September 2015 dikarenakan ini adalah seri yang aslinya milik jatah Jatim, tapi karena ada sesuatu hal maka dipindahlah disini, begitu. Prediksi mengenai tipikal sirkuit yang pendek tak terjadi di lintasan yang baru kali ini dibuat memutar. Inilah pertama kalinya 4 Event Organizer yaitu IRMSCHER Organizer, Power5, TDRC, dan MFC di Jogja membuat event selevel kejurnas di Maguwoharjo dengan berbagai perubahan. Ya itu tadi tentang panjang dan lebarnya lintasan yang bikin gemes beberapa pembalap yang mengikuti Kejurnas Motoprix kali ini.

“Mungkin saya menilai inilah sirkuit dadakan terbaik selama kejurnas MP region 2 berjalan. Komplit lintasan yang panjang, lebar dan lebih safety.” ucap Slamet Suroto yang ikut mengecek kondisi lintasan lebih enak memainkan rolling speed. “Saya suka model banyak chicane seperti ini mas. Kayak game atau cornering,” singkat Doohan Akbar dari Yamaha Yamalube TDR NHK Optimax FDR Creampie. Enaknya sirkuit ternyata ya itu tadi, bikin gemas main banting-bantingan, full chicane. Asal nggak gemas lalu banting mbak umbrella girl saja broh..

Banyak diantara mereka yang tampil kurang sabar setelah mendapat sirkuit dadakan yang lebar dan panjang, eh kebalik, panjang dan lebar ini. Yang menjadi malah motor mereka tercekik karena trotle gas dibecek abis-abisan. Di kelas motor-motor injeksi lah yang di tunggu. Tebakkan pertama para penonton pasti menuju Syahrul Amin. Wah sirkuit rolling speed seperti ini makanannya bareng Jupiter Z1 nya. Eit, ternyata luput dari skenario. “Saya bawa motornya kurang santai. Bawa Z1 saya terlalu buru-buru. Padahal sirkuitnya enak banget, pas dengan motor saya. Settingan saat latihan pagi hari berubah, cuaca terlalu panas,” sesal Syahrul di team Yamaha Yamalube Nhk Irc Nissin Ngk Bahtera Racing.

Sama halnya dengan Wawan Hermawan, team Astra Honda Racing Team Jogjakarta dan pembalap yakin dengan model lintasan seperti ini. Ajang test injektor baru mampu mengawali start di posisi 2 saat masuk U-Turn R1. Rupanya riset injektor mengail rpm bawahnya sudah berhasil, tinggal lihat jalannya balap. Dan lagi-lagi Wawan ke enakan bawanya sampai terpeleset. Dari posisi 2 turun ke posisi 12! Namun merangkak lagi ke barisan 8 besar. “Saya optimis mas buat podium. Motor sudah enak banget settingannya.” Ujar Wawan yang katanya kurang konsentrasi, Istrinya dirumah sedang sakit. Faktor juga tuh…

“Persiapannya selama dua bulan. Soal ijin itu cepat, namun merancang supaya event ini tidak carut marut dan membuat sirkuit yang safety itu yang lama. Akhirnya kita membuat sirkuit memutari stadion. Dirasa lebih aman dan layout di tikungan pojok bisa satu jalur,” kata Hendri Eko Wibowo, perwakilan konsursium dari 4 event organizer tersebut. Banyak yang mengatakan event perdana mereka sukses. Jempol lah untuk bisa membuat event rapi seperti ini. Pembalap puas, penonton juga puas lihat jalannya balap. Ringkasnya berhasil menggelar event dan berhasil menyedot penonton. Ya untuk mendatangkan penonton di Maguwoharjo terbilang sulit. Sisi dalam depan stadion lumayan penuh.

Selain sisi sirkuit inovasi yang di tampilkan yaitu tentang mobil yang selalu mengelilingi sirkuit usai balap. “Biar sirkuit selalu terkondisikan mas. Baik dari penonton yang nanti lalu lalang atau karung yang bececeran karena sirkuit memutar stadion, gak mungkin ngecek sambil jalan kaki. Ya ini juga membuktikan kalau kami benar-benar serius dalam membuat event, supaya besuk-besuk lagi kami siap dalam menjalankan tugas.” tambah ayah dari Bima Aditya dan Gupito Kresna tersebut. Sirkuit andalan Jogja saat ini ya cuma di Maguwo. Mandala Krida baru tahap renovasi sedang stadion Bantul terlalu kecil, yang pas ya cuma sini. Event dikemas bagus berarti buat event kejurda seputaran Jogja sanggup dong pak? “Mudah-mudahan ada rencana kesitu, kita cuma terkendala sirkuit, yang bisa dipakai saat ini hanya di Maguwoharjo,” tutup Hendri Eko Wibowo.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

