OtomotifZone.com – Keerom. Settingan Syam Motor33 menjadi salah satu kunci keberhasilan Tison Agu dari Tim 77 MX Papua Feat, Enaimoo Ekowai, asal Deyai, Papua Tengah menaklukkan kelas GTX2 Trail Standar 4 Langkah 155 CC Pro Kejurnas. Kelas Poin pada Moto 1 di Sirkuit Yuwanain MX, Arso II Sabtu, (29/8).
Tison tampil progresif sejak gate start diturunkan. Pembalap bertubuh padat itu harus memulai perburuan kemenangan dari posisi ketiga. Ia langsung membaca ritme balapan sambil menunggu celah dari dua rival di depannya, Yoshua Pattipi dan Rangga Batmanlussy.
Pada lap-lap awal, Tison memilih bertahan di posisi ketiga. Ia tidak memaksakan manuver. Tison justru mengamati setiap pergerakan Yoshua dan Rangga untuk mencari momen yang paling tepat.
Kesabarannya membuahkan hasil pada lap kedua. Tison mulai menempel Cua Pattipi. Ia kemudian menemukan ruang untuk melakukan manuver dan berhasil melewati lawan terkuat di depannya.
Posisi kedua langsung menjadi miliknya. Setelah itu, Tison mengalihkan fokus kepada Rangga yang masih memimpin lomba. Jarak keduanya terus menyusut. Tison semakin agresif mengejar pimpinan lomba.
Memasuki lap ketiga, peluang itu akhirnya datang. Tison mendapatkan celah pada momen yang tepat dan langsung memanfaatkannya. Ia berhasil melewati Rangga hanya dua tikungan sebelum garis finis.
Tison pun mengambil alih pimpinan balapan.
Pada lap keempat dan kelima, Tison semakin nyaman mengendalikan jalannya lomba. Ia bahkan mulai menciptakan jarak cukup jauh dari Rangga. Hujan kemudian mengubah karakter lintasan.
Sirkuit Yuwanain MX Arso II semakin licin dan menuntut konsentrasi tinggi. Kondisi tersebut justru menjadi keuntungan tersendiri bagi Tison yang sejak awal menginginkan tantangan lintasan basah.
“Saya memang dari awal berharap hari kedua ini hujan. Karakter saya memang suka lintasan basah dan licin. Buat saya, kondisi seperti ini justru menjadi tantangan,” ujar Tison.
Tison juga merasakan langsung karakter mesin yang telah mendapat treatment khusus dari Syam Motor33 sehari sebelum race. Proses mapping dan penyetelan membuat tunggangannya terasa lebih mudah dikendalikan.
“Motor sangat nyaman. Dari mesin, saya bisa ajak sesuai keinginan saya dari putaran bawah sampai atas. Jadi saya bisa kontrol putaran gasnya dengan lebih enak,” kata Tison.
Karakter mesin tersebut membantu Tison menjaga ritme ketika lintasan mulai licin. Ia bisa mengatur tenaga sejak keluar tikungan tanpa kehilangan kontrol saat membuka gas lebih panjang.
Tison juga mengakui perubahan karakter motor setelah mendapat sentuhan Syam Motor33 membuatnya semakin percaya diri menghadapi balapan.
Performa itu akhirnya membawa Tison mengumpulkan poin penuh di Moto 1. Kejurnas Grasstrack Region VI Putaran I Papua 2026. Race yang semula dijadwalkan berlangsung delapan lap harus berakhir setelah enam lap. Tim juri mengambil keputusan tersebut karena hujan membuat kondisi lintasan semakin licin dan berisiko serta dapat menyelesaikan race tersisa lainnya.

Tison pun mengamankan kemenangan sekaligus menunjukkan bahwa kombinasi pembacaan balapan, keberanian mencari celah, karakter lintasan basah, dan settingan mesin yang tepat mampu mengantarnya ke posisi tertinggi.
Dari posisi ketiga saat start, Tison Agu menutup Moto 1 sebagai penguasa kelas GTX2 Pro Kejurnas Kelas Poin.
Kemenangan di Moto 1 menjadi modal penting bagi Tison Agu untuk menghadapi Moto 2. Ia kini tinggal menjaga konsistensi dan mempertahankan perolehan poin agar tetap berada di posisi teratas klasemen kelas GTX2 Pro Kejurnas Kelas Poin.
Jika mampu kembali tampil solid pada Moto 2, Tison berpeluang besar mengunci dominasinya dan menguasai kelas tersebut sebagai juara. Kita tunggu aksi berikutnya, apakah Tison bakal kembali merasakan lintasan yang basah?
