OtomotifZone.com-Bangkinang. Rupanya berkah paska ramadhan hanya berkah bagi para insan otomotif secara menyeluruh saling memaafkan dengan nuansa kental Idul Fitri, moment Kejurnas MotorPrix seri 4 Bangkinang Minggu kemaren (2/7) memang menjadi ajang saling memaafkan.
Namun tidak berlaku untuk promotor gelaran, meski event digelar dengan sukses dan hampir zero accident, namun pemilihan tanggal 1 minggu setelah lebaran menjadi bumerang bagi CMC selaku promotor, kenapa…? salah satunya adalah jumlah penonton yang tidak sesuai yang diharapkan, rupanya tradisi lebaran yang sesungguhnya di wilayah Kampar dan mungkin Riau pada umumnya, warga muslim justru merayakan lebaran satu minggu setelah idul Fitri, karena setelah 1 Syawal, kebanyakan melakukan puasa syawal satu minggu dan setelah itu mereka merayakannya, itu yang membuat animo penonton sedikit.
Tentunya disamping banyaknya pungutan tak terduga yang diindikasikan sangat memberatkan penyelenggara gelaran MotorPrix seri pertengahan ini, CMC Racing selaku promotor memang sudah mempersiapkan event sebaik mungkin, namun kejadian dilapangan tidak seperti yang diharapkan, namun secara umum, Awang selaku promotor menyatakan lega.

“kami selaku penyelenggara sudah mempersiapkan sebaik mungkin gelaran kejurnas ini, kalau ada yang kurang sempurna kami mohon maaf, semoga kedepan bisa dikami perbaiki jika diberi kesempatan, kami juga mengucapkan terima kasih untuk team dan pembalap region 1 Sumatera yang sudah hadir dan mensukseskan event ini”. jelas Awang CMC.
Memang sukses gelaran ini, meski ada satu crash yang membuat pembalap Denas kehilangan kesempatan championship di MP5 karena pembalapnya mengalami patah kaki, dan rumors yang berkembang diseputaran sirkuit, banyaknya dana siluman yang memberatkan penyelenggara dari para pelaku tokoh dadakan diwilayah tersebut yang membuat para promtor akan berfikir dua kali jika menggelar event sirkuit tempat PON XVIII 2012 digelar.

Budaya, kultur dan kejadian dimanapun sama, tergantung bagaimana semuanya bisa mengkomunikasikannya dengan baik, mungkin akan berbeda hasilnya. Semoga pengamanan sirkuit juga kedepannya menjadi perhatian khusus, apalagi sekelas Kejurnas digelar disirkuit permanen.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

