OtomotifZone.com – Lahat. Realisasi rencana Sirkuit Lahat di Sumatera Selatan mulai dilaksanakan pembangunan. Aswari Riva’i, Bupati Lahat selaku penggagas terlihat gerak cepat mewujudkan keinginan insan otomotif agar sirkuit idaman menjadi kenyataan.
Akhir pekan lalu, Saifudin Aswari Riva’i meninjau progres pembangunan sirkuit telah mencapai 40%. Di lahan seluas 10 hektar yang berada dalam kota Lahat itu bakal digunakan 5 ha untuk sirkuit road race dan sisanya motocross. Desain pun berubah dari planning semula. Aswari langsung sebagai konseptor.
Menariknya, mantan pembalap direkrut sebagai pengelola sirkuit. Di bawah manajemen PT Cendrawasih Bungsu Sirkuit, Aswari Riva’i sebagai komisaris. Indra Zafella, mantan racer era 1998-2003 pemilik Indela 162 Racing Team dan juga seorang pengusaha perkebunan diplot jadi Direktur Sirkuit. Wakil Direktur ditempati Antoni Yd mantan pembalap seeded Sumsel, serta Panca Titaley, mantan pembalap motor era 2000 mengisi Sekretaris.

“Dari segi umur kami pengelola memang masih muda dan belum banyak kami ketahui, tapi ada niat dan tekad bersama pak Aswari untuk menampung kreatifitas insan otomotif Sumsel agar lebih profesional dan dikenal secara nasional dan mendunia. Otomatis kota Lahat khusus nya Sumsel akan menjadi kota wisata otomotif dikenal dunia,” ungkap Indra Zafella.
Apalagi lokasi sirkuit di pusat kota. Mendukung kunjungan wisatawan karena dekat hotel dan restoran, serta sangat aman. Sesuai dengan keinginan manajemen untuk menggelar berbagai event bergengsi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Yaps! Sirkuit ini setaraf sirkuit internasional dengan panjang lintasan 1600 m dengan trek lurus ganda 400 m berkarakter full speed. Trek ganda menjadi multifungsi, cocok dipakai drag race. Fasilitas paddock dan tribun menggunakan peti kemas 2 tingkat.
Tak hanya itu, di dalam sirkuit nanti ada food court, fitness centre dan kolam renang sebagai sarana olah fisik pembalap. Jelas ini juga menjadi ruang terbuka bagi produk sponsor manfaatkan sebagai lokasi promosi. “Kami siapkan lokasi strategis untuk ruang promosi bagi sponsorship,” ujar Indra yang menetap di Lubuk Linggau.
Tak ketinggalan Racing School pun dibuat guna melatih pembalap profesional. Makanya peran IMI Pusat dan daerah dibutuhkan. Tinggal bikin agenda Kejurnas MotoPrix, Road Race Asia, dan event bergengsi lainnya.
Hal lain, dalam pengelolaan sirkuit tentunya Pengelola harus study banding ke sirkuit yang telah duluan sukses. Misalkan Sidrap di Makassar, Bukit Peusar di Tasikmalaya. “Kalau perlu ke sirkuit Asia seperti Buriram di Thailand dan Losail di Qatar,” sebut Indra, penyuka nomor 162.
Melihat progres pembangunan terkini, peluang event Kejurnas MotoPrix 2017 seri pertama bisa diambil Sumsel. Awal tahun depan, trek sudah bisa dimanfaatkan buat balap. Sepertinya pengelola sirkuit semangat merancang event besar mulai sekarang.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Cendrawasih Bungsu

