OtomotifZone.com – Tasikmalaya. Meskipun stop produksi, para pengguna mobil Datsun di Tasikmalaya Jawa Barat tidak khawatir, mereka tetap menggunakan mobil tersebut. Bahkan beberapa pengguna tersebut melakukan ubahan pada mobil yang terkenal irit Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah satu contohnya para pengguna Datsun yang tergabung dalam Datsun Go Community Indonesia (DGCI) Chapter Tasikmalaya. Ketua Chapter DGCI Chapter Tasikmalaya Agus Widodo menyampaikan tidak ada kekhawatiran terkait dengan stop produksinya mobil Datsun. “Pertama mendapatkan info itu sempat juga khawatir, tapi sekarang kami sudah tidak khawatir lagi,” jelas Agus.

Agus juga menjelaskan awalnya sempat khawatir terkait dengan suku cadang dan juga layanan service dari mobil tersebut. “Khawatir pada awal saja, tapi ternyata suku cadang dan juga layanan service tidak sulit,” jelas Agus. Pasalnya pengguna Datsun bisa melakukan service di bengkel resmi Nissan, bahkan terdapat juga bengkel specialis Datsun.
Stop Produksi Tetap Menggunakan Datsun
Stop produksi Datsun, membuat purna jual mobil tersebut turun drastis sehingga para pengguna di Tasikmalaya memilih tetap menggunakannya. Bahkan sampai sekarang para pengguna yang tergabung dalam DGCI masih tetap aktif melakukan kegiatan baik kopdar maupun kegiatan lainnya.

Bahkan informasi dari Agus, para pengguna Datsun di Tasikmalaya semakin bertambah tidak berkurang dengan berhentinya produksi mobil tersebut. Agus pun masih menggunakan Datsun lansiran 2018 bahkan tampilannya pun diubah dengan melakukan modifikasi sehingga tampil beda.

Menurut Agus, yang lainnya pun melakukan modifikasi pada mobilnya sehingga anggota DGCI menerapkan slogan Menolak Punah. “Meskipun terdapat beberapa anggota yang menjual, bukan karena alasan tidak produksi, tapi lebih pada kondisi keuangan karena corona,” jelasnya. Sehingga menurut Agus, alasannya karena pandemi Covid-19 berpengaruh pada usaha pemilik Datsun dan terpaksa menjualnya.

Ketertarikan Agus pada mobil Datsun tersebut salah satu contohnya karena sangat irit konsumsi BBMnya. Selain itu Agus juga menyampaikan meskipun pabrik di Indonesia tutup namun spare part tetap tersedia dan juga terjangkau. “Meskipun stop produksi Spare part tersedia dan terjangkau sehingga saat ini kami tidak khawatir menggunakan mobil irit ini,” pungkas Agus.
Penulis: Yeyep Foto: Istimewa

