Test Ride All New Yamaha NMax155 Connected/ABS: Makin Nurut dan Galak

143

OtomotifZone.com – Surabaya. Setelah resmi mengaspal di Surabaya pada bulan Maret 2020 lalu, akhirnya PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha Jatim) main dealer motor Yamaha memberi kesempatan kepada Otomotifzone.com untuk mencicipi performa All New Yamaha NMax 155 Connected/ABS.

Matik fenomenal Yamaha berbadan bongsor ini hadir dengan sasis, mesin dan beberapa fitur baru yang disematkan. Penasaran? Yuuk simak liputannya.

Riding Position

Riding Position lebih rileks dan santai

Pertama kali mencoba, posisi duduk All New Yamaha NMax 155 tidak jauh berbeda dengan tipe sebelumnya. Artinya tetap nyaman, dan rileks.

Yang membedakan dengan NMax lama adalah joknya tampil polos tanpa motif meskipun sama-sama memiliki tinggi 765mm dan tetap empuk.

Permukaan jok dan bodi samping lebih lebar, akibatnya kaki jadi lebih ngangkang dan jinjit saat dinaiki tester OZ dengan postur 163cm.

Jok bekalang lebih tinggi

“Desain Jok belakang dibuat lebih tinggi, tujuannya agar boncenger tetap nyaman dan mempunyai pandangan lebih luas kedepan,” terang Ilham Wahyudi, GM Service STSJ.

Posisi setang juga terasa lebih mundur, sehingga tangan terasa lebih rileks. bahkan untuk orang berpostur sedang seperti tester OZ. Bagian dek dibuat lebih rata, sehingga kaki lebih bebas bisa selonjoran.

Handling

Sasis yang digunakan pada All New NMax 155 benar-benar baru, meski bobotnya lebih berat dibanding NMax lama (127 kg jadi 132 kg), ternyata handlingnya jauh lebih baik.

Dengan sasis baru ini motor jadi lebih nurut dan stabil saat dibuat menikung. Selain itu ketika dibuat untuk membelah kemacetan kota besar yang padat, matik bongsor dengan panjang 1.935 mm dan jarak sumbu roda 1.340 mm, ini tetap lincah dan mudah diarahkan saat masuk disela-sela mobil dan kendaraan besar.

Pe-ernya justru ada pada suspensi depan. Mirip dengan versi sebelumnya, meskipun cukup memberikan kestabilan, namun beberapa kali OZ merasakan suspensi mentok atau bottoming terutama saat melibas polisi tidur atau melibas jalan berlubang.

Sok depan sering mentok

Sedangkan suspensi belakangnya, (tipe Connected/ABS) punya setelan preload 2 tingkat.

“Cukup pakai obeng plus, colok dan putar sesuai kebutuhan kita. Kalau riding sendirian, setelan preload posisikan pada setelan 1. Redamannya terasa lebih empuk. Sedangkan setelan preload nomor 2 lebih cocok saat kita membawa beban berat atau berboncengan (bobotnya di atas rata-rata). Namun kalau setelan preload 2 dinaiki sendirian akan terasa keras dan karakternya mirip suspensi belakang NMAX versi standar yang tanpa setelan preload,” ujar Ilham.

Performa

Basis mesin baru yang digunakan All New NMAX lebih mirip Aerox 155. Sudah dilengkapi dengan SMG (Smart Motor Generator) dan engine mounting di bawah, kapasitas 155 cc, 4 katup SOHC dengan VVA (Variable Valve Actuation) berpendingin cairan.

Namun tidak serta merta membuat mirip Aerox 155 lo gais. “Pistonnya pakai punya R15 dengan permukaan rata, sehingga rasio kompresi naik jadi 11,6:1. Klep masuk diperbesar dari 19,5 mm jadi 20,5 mm. Selain itu Boks filter udara diperbesar ukurannya,” jelas Ilham lagi.

Pantas saja, dengan ubahan itu, klaim tenaga dan torsi jadi berubah. Tenaga maksimal naik dari 14,8 dk di 8.000 rpm jadi 15,2 dk di putaran yang sama, meskipun torsi maksimal justru turun dari 14,4 Nm di 6.000 rpm jadi 13,9 Nm di 6.500 rpm. Efeknya dengan torsi maksimal lebih kecil, tarikan awal All New NMAX 155 jadi lebih kalem.

Tapi justru respon atasnya jadi lebih baik. Terbukti saat OZ pelintir gas di kecepatan 90km/jam, tenaga atasnya bikin terus gaas pooll, pantes saja motor ini disukai pecinta kecepatan.

“Ini karena pada 6.000 rpm, VVA mulai bekerja, sehingga tenaga terasa kuat namun mesin rileks tidak terlalu meraung,” timpal Ilham lagi.

Pada varian tertinggi ini, default saat mesin dinyalakan secara otomatis fitur TCS (Traction Control System) langsung aktif. TCS akan aktif jika ada faktor eksternal yang menyebabkan traksi roda belakang berkurang, misalnya ketika melibas jalan berpasir, atau jalanan licin.

Kinerja TCS didukung sensor yang sama yang juga dipakai oleh fitur antilock brake system (ABS). Pada mesin ini juga sudah ada SSS (Stop & Start System) seperti di Aerox 155.

Konsumsi BBM

Dipakai berkendara harian dengan berbagai kondisi jalan, macet, lancar, siang dan malam, MID All New NMax tertera angka konsumsi bensin rata-rata 40,4 km/liter. Dengan kapasitas tangki 7,1 liter, All New NMax mampu menempuh jarak sekitar 286,84 km (Surabaya – Situbondo). Tapi itu semua tergantung cara kita pelintir gas.

Fitur

Dengan terhubungkannya NMAX dengan aplikasi Y-Connect, pengguna dapat memantau konsumsi bahan bakar, lokasi parkir motor, sampai pengingat servis kendaraan.

“Caranya cukup mudah, pertama Download aplikasi Y-Connect di App Store maupun Google Play Store. Atau bisa juga dengan scan QR Code pada Quick Start Y-Connect dan download aplikasi Y-Connect lalu install aplikasi Y-Connect. Kemudian buka aplikasi Y-Connect dan login dengan menggunakan alamat email. Selanjutnya koneksikan smartphone dengan perangkat CCU di unit motor dengan koneksi bluetooth,” imbuh Ilham.

Lebih lanjut Ilham memaparkan, “Ada tiga cara berbeda yang bisa dipilih untuk menghubungkannya. Pertama dengan scan QR Code pada perangkat CCU di unit motor dan lakukan koneksinya atau bisa juga dengan scan barcode nomor rangka unit motor dan lakukan koneksinya. Cara terakhir dengan memasukkan nomor rangka unit motor secara manual dan lakukan koneksinya. Langkah ketiga, hidupkan unit motor dengan memutar knob switch ke posisi ‘On’, lalu perangkat CCU akan mulai mencari koneksi dengan Smartphone-ID kita.

Setelah itu Smartphone-ID akan terkoneksikan di perangkat CCU dan keduanya akan saling terhubung, tandanya munculnya indikator Y-Connect dan baterai smartphone pada tampilan panel instrumen di unit motor,” tutup Ilham.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS