OtomotifZone.com – Bogor. Tim balap motor Papua bisa menjadi Kuda Hitam saat pertandingan cabang Balap Motor Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat nanti. Sebab dua pembalap Papua, Kusmayadi yang tampil di kelas 150cc dan M. Ridho turun di kelas 125cc terus menunjukkan kemajuan.
Seperti yang terlihat saat “Fun Race Seri IV” yang diusung J4 Event yang digelar di Sentul Karting International Circuit, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (18/9). Kedua pembalap dibawah bimbingan pelatih Harry Pandi memang sudah datang duluan dan latihan di sirkuit yang biasa disebut Sentul Kecil itu.
Saat balapan, Kusmayadi berhasil naik podium kedua di kelas 150cc tune-up dan M. Ridho podium kelima di kelas 125cc tune-up. “Memang saat PON nanti motor yang dipakai standar. Tapi ini bagus untuk mengasah skill dan mental pembalap,” sebut Harry Pandi, Pelatih sekaligus kakak kandung racer R. Fadhil yang puas atas hasil yang dicapai.
Saat balap, motor yang dipakai tim Papua dipinjam dari tim Denas Racing milik Defri Nasli asal Padang, Sumatera Barat. Terlihat juga dipantau langsung manager team Imanuel Pattipi, ayah dari crosser Yosua Pattipi.
Atlet balap motor Papua memang ingin hasil maksimal dengan menargetkan meraih medali. Kedua pembalap termasuk para mekanik dan tim crew sudah seminggu berada di Bogor untuk mempersiapkan segala sesuatunya. “Persiapan atlet sudah maksimal,” sebut Imanuel Pattipi.
Namun sayang, ada kendala yang dihadapi pembalap Papua. Dimana, provinsi lain sudah menggunakan motor yang akan dipertandingkan di PON saat latihan. Meski sudah diajukan ke KONI, tapi belum direspon.
Menurut info, tim balap motor Papua akan bertolak ke Tasikmalaya, Selasa (19/9), karena perlombaan akan berlangsung tanggal 24-25 September 2016. “Untuk hasil di PON sesuai target kami minimal medali perunggu karena melihat persaingan sangat ketat. Namun, motor yang digunakan ada motor baru dari pabrik dan semua pembalap punya kans untuk merebut medali,” pungkas Harry Pandi.
Seperti diketahui, dalam balap motor PON, panitia tidak memperbolekan melakukan modifikasi. Mesin harus standart kecuali ban, knalpot, shockbreaker belakang dan bahan bakar bebas.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: Defri Nasli

