BerandaLain-LainTouring Mio J Dari Jogja Sampai Bandung

Touring Mio J Dari Jogja Sampai Bandung

image

OtomotifZone.com – Bandung, Launching produk terbaru dari Yamaha dengan varianya dikelas entry level yaitu Yamaha Mio J telah dilakukan oleh pihak Yamaha Indonesia. Diawali dengan uji coba secara masal yang dilakukan oleh 30 awak media dan 10 anak klub motor menempuh jarak sekitar 450 km. Dibagi dalam dua etape dengan rute Jogjakarta – Wirobrajan – Kebumen – Gombong – Purwokerto, kemudian dilanjut pada etape kedua dengan rute Purwokerto – Cilacap – Majenang – Banjar – Ciamis – Tasikmalaya – Garut – Bandung. Sebanyaj 24 unit Mio J melintasi rute diatas tentunya dengan gaya riding yang berbeda pula, ada yang konstan ada yang main geber.

Kali ini kita akan bahas mengenai perjalanan dan handling serta performa mesin Mio J. Sekedar info saja kalau kita bandingkan dengan produk Mio sebelumnya tentu saja berbeda. “Tak cuma ganti baju saja, mulai dari mesin, bodi, desain dan teknologi terbaru” papar Indra Dwi Sunda selaku PR & Communication Head Yamaha Indonesia.

Secara garis besar perjalanan yang dilakukan oleh rombongan touring kemarin memang tegolong mengasyikan dan sedikit memacu adrenalin para jurnalis dan anak klub motor yang mengikutinya. Dalam etape pertama OZ menjadi salah satu ridernya, medan jalan antara Jogja dan Purwokerto memang tergolong datar bagi biker penyuka touring. Sehingga gaya riding pun biasa saja alias tidak terlalu banyak melakukan buka tutup gas secara ekstrim, terlihat hanya ada beberapa saja yang melakukan hal tersebut termasuk OZ. “Soal handling bolehlah untuk sekelas motor matik ini, sangat stabil” papar salah satu rider dari YRC.

Nah kemudian pada etape kedua antara Purwokerto – Bandung yang merupakan jalanan ekstrim, banyak tikungan tajam, tanjakan dan beberapa jalanan yang bergelombang. Ternyata di etape kedua ini mayoritas rider yang masuk dalam list Yamaha tergolong rider yang ekstrim pula, woww klop dong kalau begitu. Perjalananpun dimulai dan start dari Purwokerto menuju kota Banjar yang merupakan tempat istirahat pertama. Ditempat istirahat pertama OZ kembali riding menggantikan salah satu rider karena sakit.

Gaya ridingnya berbanding terbalik dengan etape pertama, kali ini mayoritas stop and go. Karena sebagian rider berlatar belakang jurnalis media otomotif, buka tutup gas dan sesekali menjajal performa langsung digeber pada RPM tinggi. Karena nantinya akan dibuat sebagai bahan perbandingan konsumsi BBM antara riding konstan dan stop and go (mengenai konsumsi BBM akan dibahas pada artikel selanjutnya).

Pun tebukti dengan sistem pengabutan injeksi berteknologi YMJET-FI tarikan mesin terbilang responsif dan lebih bertenaga dari versi karburetor, tentu saja. “Tarikan lebih enteng, mesin merespon dengan cepat ketika gas dibuka pada RPM tinggi” ungkap Bambang Gusaeri. Hal ini karena ECU atau Electronic Control Unit yang dimiliki Mio J mampu mengontro secara imbang kebutuhan bahan bakar yang dibutuhkan pada ruang bakar. Jadi ketika dalam kondisi berkendara yang tergolong dengan percepatan tinggi dan deselerasi serta beban yang berat.

Soal kestabilan Mio J tidak diragukan lagi, untuk varian entry level sudah cukup mumpuni, beberapa kali rider terjebak dalam lubang di jalan yang rusak, namun motor tetap enak dikendalikan. Bahkan Eko Prabowo selaku GM Promotion Yamaha Indonesia yang juga turut andil dalam touring tersebut terlihat dari belakang terkenan jebakan lubang, meski sempat goyang motor langsung melaju lagi. “Sistem suspeni yang dimiliki Mio J lebih bagus, bahkan ketika motor saya harus terperosok kejalanan pasir berkerikil motor tetap enak dikendalikan” ungkap Deloe Munandar. (uungferi)

Posted from WordPress for Android

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot