OtomotifZone.com – Surabaya. Jelang Grand Final Kejuaraan Nasional Motorprix 2018 besok (17-18/11), Sirkuit Permanen Gelora Bung Tomo Surabaya kembali dipakai untuk latihan bersama klub Cornering Indonesia Surabaya (COINS). Uniknya meski Klub Cornering namun pesertanya tak kurang dari 10 klub dari berbagai penghobi otomotif lain dan sebanyak 120 peserta ikut ambil bagian. Keseruan apa saja di latihan bersama ini, benarkah tak hanya kesempatan resmi geber motor unggulan di sirkuit permanen Gelora Bung Tomo(GBT). “ Semua motor klub boleh ikut , Run down kita bagi yakni latihan bebas sebanyak 7 lap yakni Motor Matik – bebek s/d 150 cc, sport 150 cc dan supermoto 250 cc dan lebih dari 250 cc. lantas simulasi start di garis start yang dilanjutkan race sebanyak 9 lap. Dan perlu ditekan kan aksesoris serta kelengkapan safety seorang cornering seperti helm balap,protektor kaki lutut, kaos tangan balap, pelindung siku , jaket atau wearpack dan sepatu semata kaki. Juga harus mematuhi flag marshal di grid, pit in/out dan paddock “ jelas Tania selaku panitia pendaftaran dari klub COINS.

Saat OZ bertandang di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, kondisi aspal usai pembakaran ban – ban pengaman di sisi pagar pembatas kondisinya memang berlubang. Ini juga dipakai oleh penggemar Mini GP, Roadrace . Padahal ketika dipakai Acara Honda Dream Cup dan kejurnas Dragrace aspal sudah di perbaiki dengan di tambal ulang. “ Acara latihan bersama COINS kita lakukan sebulan sekali , namun juga lihat Jadwal dan kondisi Sirkuit Bung Tomo sedang dipakai Sepak Bola atau dipakai acara balap lain. Dan ini mohon aspal terutama di posisi lintasan dalam di R1 yang berbelok kekanan aspalnya berlubang kembali karena usai pebakaran ban lintasan oleh oknum Bonek waktu lalu , padahal di tempat yang sama aspalnya sudah pernah ditambal bagus“ lanjut Tania.

Klub Supermoto di latihan bersama ini juga memeriahkan dengan ikut serta ambil bagian. Baik supermoto perseorangan maupuan dari Klub Supermoto Indonesia Surabaya dan klub adventure maupun para privatter. “ kita semua ikut latber ini untuk menyalurkan hobi Supermoto, sedangkan motor kita semua sudah siap motor-motor trail yang sudah berubah menjadi supermoto. “ Kata Janal Sung penghobi Supermoto. Begitu pula Klub motor special engine dan naked Bike seperti CBR, KTM, Kawasaki dan Sport fairing 150 – 250 cc. Bukan latihan bersama jika tidak melibatkan banyak club bermotor,

Nama Ryota Kameyama (18) siswa SMK Petra Jurusan Komputer ini rela merombak Yamaha N- Max kesayangan untuk dipakai latihan balap motor di Sirkuit GBT. Motor Matic bongsor kapasitas 150 cc itu kini telah menjadi kuda pacuan roadrace di sirkuit. Bermodal Ban BattlaxS2 140/70-13 dan 120/70-13 dengan rubahan knalpot Proliner racing dan Stang stir Ninja RR mampu mendongkrak performa N- Max miliknya. Tak hanya itu rubahan minimalis lain nya, yakni penambahan pengapian elektronik wizard Fire cukup mempersingkat waktu tempuh per lap GBT yang ternyata CVT telah dirombak total oleh produk after market merk TDR Racing. “ hanya agar meningkatkan sistim pengapian dari ECU nya “ ucap Ryota yang bangga peroleh tropi dikelas 150 cc matik.

Sukses, Semoga Ajang Latbernya terus berjalan dan lebih semarak lagi
Penulis dan Foto : DIKi

