Otomotifzone.com – Papua.Pemilik nama lengkap Travis Bradley Pastrana Cahyadi biasa di sapa dengan sebutan Travis, merupakan salah satu penerus generasi otomotif yang di miliki oleh Paput, bocah berumur 10 tahun tersebut saat ini sedang mencoba menggeluti balap motorcross nasional dan level asia, setelah sebelumnya seniornya asal Papuapula Joshua Pattipi sudah lebih dulu mencicipi balap garuk tanah.
Meski belum memberikan prestasi yang cukup membanggakan namun setidaknya Travis mendapatkan posisi cukup lumayan di kelas junior SE 65 cc baik di Kejurnas maupun di event bergengsi asia tahun lalu 2017-2018.
Awal mula terjun di balap Motorcross Travis sama sekali tidak secara kebetulan dan di arahkan untuk memulai, namun atas keinginan travis sendiri setelah usai menonton Joshua Pattipi berlaga di salah satu event motocross, sepulangnya itu travis mengungkapkan keinginannya kepada sang ayah untuk mendapatkn Motorcross dan ingin mencobanya, singkat cerita., hanya berselang beberapa bulan saja mencoba tunggangan anyarnya Travis sudah menunjukkan penyesuaian dan berbakat menunggangi pacuan KTM 65 cc yang dimilikinya hingga saat ini.
Lucky Cahyadi memberikan arahan kepada Travis
” Awalnya Travis lihat Balap Motocross dari situlah keinginanya mulai tumbuh berawal minta motor hingga akhirnya saat ini sudah ikut balapan ” Ceria Lucky Cahyadi (ayah travis).
DUKUNGAN ORANG TUA DAN KELUARGA
Lucky cahyadi merupakan mantan pembalap Nasional road race dan grasstrak era tahun 90an dari Papua.
Melihat perkembangan travis dalam pengenalan motor serta hobinya itu akhirnya sang ayah pun akhirnya mengarahkan Travis ke tahap yang lebih terarah dan serius dengan menunjuk Irwan Ardiansyah Motocross Academy (IAMA) guna lebih mengasah tehnik dasar travis, Irwan Ardiansyah serta Aldi Lazaroni pun turun langsung sebagai mentor di Yogyakarta.
Travis saat di dampingi Lewis Steward di event Australia
Tak tanggung – tanggung bukti keseriusan Lucky untuk membekali travis dengan pengetahuan balap dan tehnik serta memotifasi mental travis yang kurang jam terbang balapnya mengikuti gelaran Motorcross baik di dalam negeri maupun di luar.
Untuk di Australia sendiri travis mempercayakan untuk di gembleng langsung oleh Lewis ” western seven ” Steward, pembalap papan atas dari negeri kangguru di minta langsung untuk mengawal travis menjadi coach dan motivatornya.
dari segi berbahasa travis tidak terkendala dengan lewis bahkan mereka lebih akrab dan lebih cepat paham arahan lewis “ungkap lucky.
“Untuk awal tahun ini travis sdh menunjukkan perubahan yang signifikan terlihat di salah satu even di Australia Travis menduduki podium utama di kelasnya dan masih berlatih di Australia hingga 13 april 2018 dan balik ke tanah air guna mengikuti event powertrack dan super cross bulan mei nanti” Lanjut Lucky.
Saat ini lucky dan team lebih fokus mempersiapkan travis di kejurnas motorcross dan powertrack untuk menuju AJMX(Australian Junior Motocross) yang akan di gelar bulan agustus 2018.
Travis Bradley
Sponsor sampai saat ini pun masih di suport oleh keluarga serta rekan-rekan di papua dan itu harapan lucky untuk masih mengutamakan orang di papua untuk mensuport travis dan tim mereka.
“Salah satu harapannya pula yang belum tereleasasi tahun ini kiranya travis bisa mengantongi KIS (kartu ijin start) papua yang sebelumnya menggunakan KIS daerah Jawa” tambah Lucky