OtomotifZone.com-Sentul. Hingga saat ini masih ada segelintir orang masih menganggap balap vespa masih balap ecek-ecek bin kampungan, selentingan itu acap kali terdengar, bahkan OZ sendiri dengar sendiri bagaimana menyikapi balap vespa masih dengan nada nyinyir dan senyum penuh pelecehan, anggap aja itu kentut brosis,…dicuekin juga ilang sendiri baunya, yang tersisa bau mulutnya dia.
Cibiran demi hinaan tidak membuat surut balap vespa Indonesia dan pantang kendur, justru semakin membuktikan bahwa semua itu adalah sanjungan terselubung tanda tidak mampu.. setuju gak brosis?? terbukti hajatan VBI Scooter GP 2015 seri 2 jelas-jelas sukses dan dibanjiri ratusan scooteris racing Indonesia. Tapi gak usah dibahaslah.. ora penting kaaan..

Nih sebenarnya yang paling penting bro….Vespa rekam jejaknya hadir di Indonesia awalnya kebanyakan dipakai kaum priyayi dan para cendekia ngantor, sampai pertengahan tahun 70-an hingga 80an sering dipake kaum hawa dan para guru pengajar sebagai kendaraan wara-wirinya. Nah kebayangkan umur di Semok bohay ini melanglang buana ditanah Air Indonesia..??
Lewat tangan-tangan trampil mekanik emperan toko dan dari gang ke gang lahirlah balap Vespa yang membumi di Indonesia ditahun 90-an hingga sekarang. Salah satu hasil karya trampil anak muda yang umur Vespa dengan kelahirannya jauh lebih tua Vespanya itu menjadi buah bibir di ajang VBI Scooter GP kemaren, Vespa Pts berkekuatan isi silinder 90 cc awalnya menjadi omongan seluruh komunitas Vespa Indonesia.
Vespa pts atau dikenal dikancah balap dengan istilah “small Frame” ini lansiran 1979, motor mungil ini digeber abis Heru S mampu memutar balikknya prediksi kedigjayaan Agni Herton yang dikelas Super FFA sempat melesat jauh sendirian sebelum akhirnya di lap-lap akhir mampu disusul pembalap dari VBI ini. Ko vespa mungil ini bisa mengalahkan motor Vespa lansiran terbaru dan CC-nya jauh lebih gede???? ternyata oh ternyata jeroannya ajib gile bro…..

Putut Nurgoho sang empunya gacoan ini ternyata gak mau ribet bro, doi sih pinginya motor mungil ini kuwenceng sekencang-kencangnya tanpa pake jebol dan ngadat, sang sesepuh VBI ini menyerahkan motornya diobok-obok sang robot, eh maksudnya di oprek abis oleh Indra “robot” Mulyawan dari AYO ST di pondok Cabe dimana sang robot tapi lemah gemulai ini juga membidani ketua Bidang Balap VBI,

“Pts 90 cc ini akhirnya dibelah duren dan di upgrade menjadi 154 cc dengan jeroan sengaja saya datangkan dari Jerman, bukan dari Italia, baik blok dan headnya merk Falc ditambah dengan gigi 4 speed, gear dan juga pengapian dari negerinya Hitler dan beberapa part lainnya juga dari sana semua, meski sebenarnya blok dari sononya untuk konsumsi drag bike namun sang robot optimis mampu dipakai diajang road race dan terbukti tidak ada kendala, kalau rollbar hand made biar lebih safety saat jatuh dan bodi tidak jadi bengkok”, papar Putut Nugroho sang empunya motor.

Ketua VBI ini sebetulnya udah wanti-wanti untuk tidak sebutkan habisnya berapa untuk bangun motor tua ini, namun OZ bandel aja lah, biar orang awam tahu kalau harga biaya rombaknya seharga mobil Avansa gress lhoo… maaf ya om Putut….. :).
Pantesan ngacirnya edan gila brosis, diajak rebah juga oke tanpa ada slid sedikitpun meski pake ban slick, ternyata oh ternyata sikaret bundar ini juga doi boyong dari negerinya Nazi merek Hadenow ditambah raungan kering namun merdu dari Knalpot Hummer Zombie Zombie…
Ajiib… pantesan ngacir bro… meski kecil didalamnya mesin mobil avansa, pantesan kenceng, eh maksudnya bangun motor aja segitu gedenya……
Nah masih mandang remeh Vespa..??? sekali lagi. Anda salah Buuuung….!!!!!!
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edmol


itulah uniknya vespa bung…. harga murah bisa.. muahhhhalll juga asal ada dokunya bung…
Anak vespa emang juara
kereeeenn..ntu yang membuat gue suka banget ma vespa