OtomotifZone.com – Jakarta. Gelaran custom culture paling bergengsi di Indonesia, Suryanation Motorland, yang tahun ini mengusung tema ‘Live to Inspire’ sudah di depan mata. Akan ada 7 (tujuh) kota event Custom Bike Contest, 44 kota Suryanation Motorland Garage 14 kota Suryanation Motorland Hang out dan sejumlah kota Suryanation Motorland Ridescape sepanjang tahun 2018.
Palembang menjadi kota pembuka dari Suryanation Motorland 2018 Custom Bike Contest. 14 April diperkirakan ratusan motor custom dari kota Pempek dan kota – kota sekitarnya akan menyerbu ajang yang memang selalu menarik untuk dikunjungi. Karena selain custom bike contest, ada juga acara lain seperti freestyle contest, pin stripe contest, sejumlah tenant dengan beragam produk menarik dan banyak lagi.

“Kami selaku penyelenggara Suryanation Motorland memang memiliki ekspektasi yang tinggi dari para peserta kontes motor custom. Terlebih lagi di tahun ini. Mengingat di awal tahun 2018, sejumlah builder pemenang sudah berkunjung ke Motor Bike Expo, Verona, Italia. Bahkan ada motor garapan builder Indonesia yang meraih penghargaan,” ucap Hendyanto, Suryanation Commitee PT Gudang Garam Tbk beberapa waktu lalu.
Menurutnya hasil yang para builder dapat selama di Italia, diharapkan bisa semakin menginspirasi mereka sendiri serta builder lain di Tanah Air. “Sehingga karya-karya para builder Indonesia semakin jauh lebih baik. Ingat, karya custom bike Indonesia sudah dipandang oleh dunia. Dari penghargaan yang diperoleh menunjukkan hal itu. Jadi mari kita sama-sama terus berkarya, terutama di dunia custom culture Indonesia,” jelas Hendy.

Lulut T Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta), builder kawakan yang menjadi salah satu juri Suryanation Motorland 2018 menegaskan memang karya-karya custom bike Indonesia sudah mendapat perhatian lebih dari mancanegara. “Tapi kita harus bisa lebih meningkatkan lagi. Saya pribadi berharap melalui ajang bergengsi Suryanation Motorland kita bisa menunjukkan hasil karya custom bike yang memiliki ciri khas Indonesia,” ucapnya.
Ia menambahkan selama ini ada custom bike Japs Style, Skandinavian Style dan banyak lagi. “Harapannya suatu saat nanti akan ada Indonesian Style. Yang benar-benar harus gaya Indonesia, bukan gaya Jogja dengan batiknya atau gaya Banten dan lainnya. Kita harus menjadi builder inventor, punya jati diri, menghadirkan gaya Indonesia sebagai satu kesatuan negara Republik Indonesia,” tandas Lulut penuh semangat.

Sementara Indra ‘Bluesman’ Pranajaya (Razzle Dazzle Chopper Works Bandung), juri anyar di Suryanation Motorland 2018 menyampaikan, memang di karya custom bike Indonesia belum ada ciri khas yang benar-benar Indonesia. “Menurut saya hal tersebut harus terus diupayakan. Tapi selama masih ada konsep Bobber, Chopper, Scrambler, Street Cub, Tracker dan lainnya, ya berarti sepertinya kita memang masih mengikuti konsep itu sebagai acuan,” terang pria ramah ini.
Bimo Hendrawan dari Bimo Custombikes Jakarta sedikit punya pandangan berbeda. Sebenarnya sebuah gaya memang bisa diciptakan melalui inovasi. “Tahun lalu di Suryanation Motorland ada custom bike gaya Digger, berbasis Harley-Davidson Sportster tahun 1996. Menjadi motor custom pertama dan satu-satunya di dunia menggunakan W-Engine. Menurut saya itu karya yang spektakuler, dan orang-orang luar negeri mengakuinya. Saya rasa itu bisa menjadi salah satu style Indonesia, karya penuh inovasi,” tutur Bimo. Ayo kawan, terus tunjukan jati diri kita sebagai bangsa kaya akan karya. Show Your Pride!
Naskah : Alun Segoro Foto : SML

