BerandaHeadlineWaspadai Peredaran Oli Palsu, Meski “Bandar” Sudah Ditangkap

Waspadai Peredaran Oli Palsu, Meski “Bandar” Sudah Ditangkap

Otomotifzone.com – JAKARTA. Pada beberapa waktu yang lalu, Indonesia digegerkan dengan kabar terkuaknya sebuah produsen penggerebekan oli palsu, dibilangan Tangerang. Ini terjadi tepatnya pada bulan April silam. Bertempat di daerah Pinang – Kota Tangerang, yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan yang dibantu sejumlah aparat serta instansi terkait.

Kala itu diamankan barang bukti drum penyimpanan oli palsu serta alat produksi. Lainnya satu unit mobil box yang digunakan oleh para pelaku turut diamankan. Bersamaan dengan diringkusnya para tersangka. Akibat yang dilakukannya, terhitung Negara dirugikan berkisar Rp. 16,5 Miliar. Total yang diamankan fantastis, sebanyak 1.935 drum oli palsu dan 196.734 botol oli bermacam merek. Oli-oli yang dipalsukannya merupakan jenis yang popular dipakai dan primadona pilihan sejumlah konsumen.

Penggerebekan Oli Palsu. Foto: Istimewa

Nama-nama yang menjadi dominannya adalah produk Yamalube, AHM Oil, Mesran, Sheell, Castrol, Prima XP, Federal Oil, dan Ecstar. Maka dari itu, para pengguna kendaraan khususnya roda dua, untuk memperhatikan produk yang dibelinya. Bisa-bisa menjadi korban dari pengedaran oli palsu. Ini bisa berdampak pada kuda besi kesayangannya.

Karakteristik Kekentalan dan Warna Oli Palsu

Kasus ini nyatanya benar terjadi akibat dari mendapatkan oli palsu, dibilangan Jakarta Selatan. Mungkin bukan 1 hingga 2 kasus saja yang telah terjadi, bisa jadi lebih dari itu. Serta telah terjadi di mana saja.

Efek yang diterima dari oli palsu, baru saja kendaraan motor mengalami bongkar turun mesin. Namun dalam waktu singkat harus melakukannya kembali. Setelah diperiksa, ternyata oli palsu dari penyebab semua itu. Demi menghindari demikian, ada beberapa tips yang mungkin bisa menjadi patokan, agar tidak menjadi korban oli palsu.

Akibat Oli Palsu
Akibat Oli Palsu

“Untuk membedakan secara kasat mata sangat susah, karena dari botol memiliki kesamaan. Namun jika melihatnya saat oli dituangkan, jika jeli ini nampak berbeda. Kekentalan oli palsu berbeda dengan oli asli,” terang Krisna pemilik workshop dari HRC di Rempoa – Jakarta Selatan.

Akibat Oli Palsu

Lanjut dari dirinya, “Jika dari itu masih susah, saat digunakan baru benar-benar terasa. Tapi jangan sampai ke tahap ini. Mesin akan terasa cepat panas efek kurang pelumasan, dan melebihi suhu biasanya. Ini bisa menyebabkan kerusakan pada mesin, baik blok, blok head, piston, dan yang lainnya diseputar mesin,” jelas dirinya kepada Penulis saat ditemui.

Detail Oli Asli

Dari pihak bengkel resmi, yakni Ahass Aneka Motor 3, RE Martadinata – Pamulang, Tangerang Selatan yang turut khawatir dengan keadaan ini. Menyampaikan saran tambahan. “Bisa menghindarinya dengan mencoba scan barcode dari botol olinya. Karena biasanya, botol oli asli dapat dibarcode sedangkan palsu tidak bisa,” singkat Fajar Satria Wardhana, mekanik Ahass Aneka Motor 3, RE Martadinata – Pamulang. Untuk menghindari oli palsu, menurut keduanya juga bisa diminimalisir, dengan menghindari pembelian baik online maupun offline dengan harga yang murah, dari harga aslinya. Tentunya ini bisa menjadi indikasi, dari produk oli tersebut ialah palsu. Serta membelinya dengan tidak sembarang tempat yang tidak biasa.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot