OtomotifZone.com-Banda Aceh. Motorsport can be dangerous, itu kalimat penuh makna dalam gelaran motorsport dicabang otomotif apapun, keamanan atau lebih beken dengan kata Safety adalah faktor utama gelaran, meski para pembalap mengejar sebuah kemenangan.
Zero accident adalah dambaan siapapun pelakunya, baik promotor, pembalap, team hingga penonton akan idem, gelaran diinginkan aman damai dan lancar, tidak ada kecelakaan fatal hingga harus berutusan dengan ahli tulang dan ruang bedah rumah sakit.
Hal tersebut terjadi diajang pamungkas Kejuaraan Daerah MotorPrix IMI Aceh Honda Sonic 2017, Sabtu-Minggu (16-17/12) di sirkuit non permanen stadion Harapan Bangsa dengan karakter super hi speed menjadi arena tarian para pembalap terbaik Aceh dan beberapa pembalap Sumatera Barat, sirkuit sepanjang kurang lebih 1200 meter dilalui dengan aman, meski kompetisi penuh drama menegangkan akibat saling overtaking, namun semua aman.
MJRT selaku club penyelenggara menjawab dengan sukses gelaran, banyaknya penonton dibeberapa titik memang kadang kurang disiplin, namun jalannya race memang aman.

“Alhamdulillah event ini berjalan aman, lancar dan tidak ada kecelakaan fatal, zero accident adalah salah satu impian siapapun penyelenggaraan disamping suksesnya event secara keseluruhan”, papar Iswandi Nawawi alau lebih beken dengan panggilan Bang Iwan kumis.
Suksesnya event pembinaan IMI Aceh ini juga disambut sang ketuanya, “Zero Accident diseri terakhir tentunya kita sambut dengan ucapan syukur Alhamdulillah, terima kasih untuk club penyelenggara, RC, Pembalap, team dan penonton yang sudah turut mensukseskan event ini, tentunya seri pamungkas kita Happy Ending”, jelas Ibnu Rusdi, Ketua Pengprov IMI Aceh saat sambutan sebelum closing ceremony, dimana ketua satu ini didampingi Devied JP, selaku Ketua Harian, betah nongkrongin event dan tidak beranjak dari sirkuit hingga gelaran usai.

Karakter sirkuit terbuka dengan menggunakan fasilitas umum memang mempunyai tantangan tinggi bagi penyelenggara, karena luasnya venue yang harus dijaga dengan pagar penuh juga kadang masih susah mendapat pengamatan maskimal dari pihak keamanan, namun sepanjang race 11 kelas yang dilombakan hari Minggu pagi hingga sore, ternyata berakhir aman dan sukses.
Selamat, keberhasilan ajang Kejurda ini, tidak salah kan jika IMI Aceh mendapat predikat Pengprov IMI terbaik ke-3 diajang IMI Award 2017.
Penulis dan photo :Edi Batrawan

