3 Serangkai Dibalik JCiamiknya Setingan JC Suspension

289
Kiri-Kanan : Gombloh, Bayu Prakoso-Jannal Sung

OtomotifZone.com-Surabaya. Sejak launching perdana awal tahun 2019 silam, publik hanya mengenal kehandalan setingan dan oprekan suspensi produk arek Ketintang Surabaya saja, namun tidak ada yang tahu siapa orang-orang yang terlibat didalamnya dibalik sohornya JC suspension.

OtomotifZone punya kesempatan untuk mengoreknya secara mendalam setelah perjalanan panjang menempuh jarak 800 km dari Bandung hingga Surabaya, rasa penat akhirnya sirna setelah mission is complete, dan ternyata dapur JC suspension diisi 3 tokoh dari 3 generasi beti, alias beda tipis, namun ketiganya mempunyai spesifikasi mumpuni dibidangnya.

Ya, tentunya Dudung Hartito selalu owner JC Suspension sudah tidak diragukan lagi, ide-ide cemerlangnya dirangkum oleh team 3 serangkai tersebut, mari kita kupas satu persatu ke 3 personil orang dalam JC supsension.

Jannal Sung

Sosok energik kelahiran Merauke 42 tahun silam ini menempati posisi sebagai Direktur Teknik JC suspension, salah satu sosok penetus Super Moto Jawa Timur ini adalah sarjana teknik jebolan universita Petra Surabaya.

Sebelum bergabung dengan JC Suspension, ayah 2 putra ini mengawali karirnya dari ajang garuk tanah grastrack diwilayah Jawa Timur, dalam kurun perjalanan karir balapnya, Deqi, panggilan akrab dirumahnya ini juga akhirnya sering mendapat undangan balap diluar Jawa seperti wilayah Sulawesi tentunya dengan berganti dapur pacu kuda terbang Motocross.

Kelahiran 13 Maret 79, memulai karir grasstrack sejak 2004 dan digelutinya hingga sekarang, kejurnas Makassar MX adalah pengalaman kesekian kalinya diikuti dikurun tahun 2004 hingga 2008.

Setelah fasih dengan dunia garuk tanah, mulai 2004 lampau pa Cung, panggilan di markas ketintang memanggilnya akhirnya membuka bengkel dengan nama Deqi motor khusus untuk off-road roda 2 di Surabaya, dan dalam perjalanan karirnya, Jannal sempat kerja di PT. Maspion, produsen elektik nasional selama 1 Tahun lebih, kemudian pindah diperusahan lain. Juru ramu JC suspension ini sampai sekarang masih aktif balap dikelas exsekutif.

2018 adalah tahun dimana kenal haji Dudung karena pernah beli motor Build up, pada saat tersebut JC awal mulanya adalah team GTX Surabaya, disitulah terjadi komunikasi hingga akhirnya bisa muncul JC suspension.

Bayu Prakosa

Bayu Prakoso

usia memang terbilang muda, pemuda ganteng berusia 28 tahun dan masih lajang ini ditakdirkan sejak lahir memang jago ngutak atik peredam kejut, baik motor maupun mobil, jika kita lihat history dari obloran begadangnya, kelahiran Kulonprogo Jogjakarta ini memang sudah mengenal shock breaker sejak dirinya masih sekolah celana pendek lho.

Lahir dari brand bengkel “Jokteng” nickname dari Pojok Bengteng kulon, sebuah bengkel khusus suspensi terkenal saat itu, dimana Bambang Subagyo sang ayah bayu sudah mengajarkannya saat sepulang sekolah hingga akhirnya hingga setiap weekend, Bayu prakoso membantu orang tuanya di bengkel tersebut.

pengalaman bongkar, modif dan pasang shock breaker untuk motor dan mobil harian hingga konsumsi kompetisi, sudah dilakukan Bayu sejak 2006 hingga 2007 silam sepulang sekolah. Ilmu studi di STM bagian gambar bangunan di SMK Pengasih Kulonprogo ini rupanya tidak mematahkan semangatnya untuk terus berkarir dibidang peredam kejut.

2011 start focus mengurusi bengkel khusus suspensi hingga akhirnya bertemu dengan sosok penting tahun 2018, dimana Bayu bertemu dengan BG dan ditawari untuk focus membidani suspensi racing dengan spefikasi khusus, karena kuatnya keinginan tahuan semakin besar dan menimba pengalaman lebih mendalam, akhirnya merapatlah di JC suspension.

Mudah mendapat posisi dengan kepercayaan paripurna dari JC Suspension dengan presentasi pengalaman lewat cerita? tidak juga, Bayu mendapat ospek selama 6 bulan untuk problem solfing urusan suspensi, dan akhirnya lulus dan lolos sensor ala markas ketintang, Bayu didaulat sebagai chief mecanic hingga akhirnya JC suspension launching di Januari 2019.

Pengalaman baru ini tentunya sangat didukung dengan peralatan canggih yang didatangkan khusus dari Italy, mulai dari oil vacum hingga Suspension dyno dan beberapa alat pendukung lainnya, membuat Bayu semakin explore dengan mainan barunya tentunya dengan kepercayaaan penuh sang owner.

Gombloh

Gombloh

Bukan penyanyi gebyar-gebyar lho, tapi sosok satu ini nama aslinya Nur Basuki, namun orang racing lebih mengenalnya dengan panggilan tersebut, dan dirinya merasa nyaman, sosok dengan jabatan marketing support di JC ini juga mempunyai pengalaman segudang dibidang garuk tanah Jawa Timur dan nasional.

Pria dengan usia 52 tahun asal Gresik ini sangat mengenal dunianya, mulai dari Momo Harmono, Frans Tanujaya, Jhoni Pranata dan pembalap nasional lainnya pernah mendapat kawalannya. Kedekatan dengan komunitas garuk tanah itulah yang menghantarkan Gombloh bergabung dengan JC Suspension sejak 2018 silam.

Jannal Sung yang membawanya ke markas JC Suspension, tentunya dengan kualifikasi yang dimilikinya, relasi dan hubungan luas dikalangan grasstrack dan MX Jatimlah, untuk bertanggung jawab mengawal team JC diajang powertrack dengan pembalap putra Daerah asal Medan untuk terjun diajang powertrack, baik yang digelar di Banjarnegara maupun Bali, Gombloh membuat kejutan dengan teamnya, itu mungkin adalah salah satu ospek versi H. Dudung, dan terbukti sang “pengawas Team” ini sukses.

Itulah sekelumit 3 serangkai dibalik layar pesatnya JC Suspension diajang otomotif nasional, baik roda 2 dan empat lho, salah satu buktinya adalah JC suspension ikut menghantarkan Edy Aryanto dan Lantian Juan diajang Powertack.

kurun 3 tahun berjalan, kepercayaan publik terhadap JC Suspension semakin terasa, puluhan pasang suspensi dan hingga ratusan unit permintaan service suspensi dilayaninya.

Untuk yang penasaran, nih alamatnya,

Perumahan Ketintang Permai Blok AE no 21-22
Surabaya, telp : +62 812-4996-4131 atau bisa DM di official IG JC Suspension @jc.suspension

Silahkan kontek dan bertanya-tanya.

Penulis dan photo : Edi Batrawan