
OtomotifZone.com – Jakarta, Fakta yang terjadi ketika jalanan lengang dan relatif tidak banyak kegiatan malah yang paling sering memakan korban kecelakaan. “kondisi ini dibumbui perasaan seolah sudah hafal betul dengan kondisi jalanan yang sudah beribu kali dilewati (over confidence)” papar Edo Rusyanto, penggiat safety riding dari Road Safety Association (RSA) Jakarta. Inilah fakta yang terjadi bung…
“Perasaan menyepelekan karena merasa sudah hafal betul kondisi jalanan yang sudah dilewati setiap hari itu (Over confidence), justru menjebak diri kita pada situasi menyesatkan. Sebab, faktanya kondisi jalanan sangat dinamis baik dari komposisi jalannya itu sendiri hingga komposisi yang ada disekitarnya” papar salah satu pencetus lahirnya Oto Blogger Indonesia (OBI) kepada OZ, di Jakarta (14/02). Kemudian efek dari over confidence itu, biasanya kewaspadaan berkurang, bahkan cenderung menyepelekan. Untuk itu sekedar mengingatkan, dalam kitab aturan maen safety riding, ada delapan landasan keselamatan berkendara. Rakyat bikers lebih mengenal ini sebagai 8 Golden Rules of Road Safety.
Nyookkkk… Lets share!
1. Pastikan Jarak Tempuh dan Rencanakan
Tetap prediksi berapa waktu yang dibutuhkan untuk sampai tujuan. Bila perlu, berikan waktu sedikit lebih lama dari prediksi yang ada. “Agar tidak terburu-buru yang ujungnya dapat mengacaukan handling” papar Edo. Lebih detailnya adalah berangkat lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan, semisal ketika anda harus sampai tujuan pada pukul 7 pagi sedang jarak tempuh biasanya adalah 30 menit maka berangkatlah pada pukul 6 pagi sehingga mempunyai banyak waktu dijalan.
2. Atur Kemampuan Speed Limits
Terutama bagi yang sudah” bermata empat” atau pengendara baru, sebaiknya ukur kemampuan dalam berkendara dan tetap perhatikan batas kecepatan. “Jangan paksakan jika memang tidak mampu dan terbiasa dengan kecepatan yang lumayan tinggi, lantas ngegas sekencang-kencangnya meski kondisi jalanan sepi, terutama malam hari” jelas blogger berjulukan Eyang itu.
3. Cek Semua perangkat Motor dan Utamakan Safety
Pastikan semua tools (perangkat motor) seperti spion dan lampu sen berfungsi dengan baik. “Jika tools motor ready semua, pastinya lebih memudahkan saat bermanuver dan saat akan berpindah jalur. Selain itu, penting juga untuk konsentrasi tidak berbuat nekad bermanuver ria ke jalur lain” sambung Edo.
4. Tidak Sembarang Berhenti
Carilah lokasi yang tidak mengandung resiko dengan tidak sembarang berhenti. “Jangan tiru kebiasaan buruk angkutan umum yang biasanya seenaknya saja berhenti. Manfaatnya bukan hanya untuk pengendara sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitarnya” lanjut Edo.
5. Tailgating Adalah Sesuatu yang Konyol
Adalah hal konyol jika tipe berkendara Anda termasuk Tailgating (berkendara dengan cara mengekor terlalu dekat dengan kendaraan di depannya). “Pastikan jarak aman antara Anda dan pengendara di depannya. Sehingga ketika tiba-tiba kendaraan di depannya rem mendadak, Anda memiliki rentang jarak yang cukup untuk mengerem” papar blogger berkacamata itu.
6. Always Overtake Safely, Never Overtake When In Doubt
Intinya, ukur kemampuan kita dalam berkendara. Kalau ragu jangan nyalip! Kalau was-was, lebih baik menghindar. “Kunci dari semuanya adalah feeling dan kemampuan berhitung secara cepat, tepat dan aman. Tidak ada yang menang ketika kejadian sudah menimpa di jalan” himbau Edo.
7. Tetap Cool dan Tidak Menerobos Antrean
Jangan menerobos antrian saat macet. Santai saja dan tetap cool serta menjadi diri sendiri. “Poin ini mungkin jadi yang paling sulit, karena berangkat dari sifat terburu-buru. Untuk menghindarinya pastikan poin nomer 1 berjalan dengan baik” tegas Edo.
8. Tidak Melanggar Aturan lalu Lintas
Patuh pada aturan lalu lintas semestinya menjadi harga yang tak bisa ditawar. Semua pengendara juga rindu keluarga dirumah, terutama selepas pulang kerja.”Ingat, senyum manis anak-anak, keluarga, sahabat di rumah menantikan kita semua hadir dengan senyum selamat” tutup Edo.
Teks: Triple A / Foto: Ist / Editor : uungferi

