OtomotifZone.com – Pati. Sirkuit NP Jl Syeh Jangkung Pati dapat kehormatan untuk tayangan final dragbike bergengsi bertitel AHRS Indonesia Drag Championship (4-5/12). Karaktrek trek agak melengkung dan di titik 50 meter cenderung naik. Paling terasa di line B, makanya banyak pembalap yang pilih line up di jalur A karena lintasan lebih datar.
Alvan Cebonk yang bertengger di puncak klasemen dan hanya terpaut 98 point dengan klasemen kedua yang dipegang oleh Yogi Kecot masih belum aman. Kalau Alvan Cebonk melakukan jump start maka Yogi Keceot berpeluang merebut juara umum. Dengan catatan harus paling cepat waktunya minimal di urutan 3 besar.
Apesnya walau Alvan Cebonk melakukan jump start di dua kelas Yogi Kecot juga melakukan hal yang sama. Alhasil peluangnya makin tipis karena dikelas lain catatan waktu Alvan Cebonk lebih cepat dibanding Yogi Kecot. Alvan Cebonk memang hanya butuh point 10 besar di kelas Bebek 4Tak TU 140 cc, FFA dan Bebek 4Tak TU 200 cc. Dan di item ini si Cebonk sukses meraih point dan tak terkejar lagi.

“Saya justru terlalu konsentrasi jadi malah jump start, tapi saya udah estimasi kalau saya jump start minimal dikelas lain harus lebih cepet dari Yogi Kecot dan berhasil,” bangga Alvan Cebonk.
Sementara itu Yogi Kecot yang ditemui OtomotifZone.com mengatakan sudah berusaha semaksimal mungkin. Kendalanya karena konsentrasi buyar ketika melakukan jump start yang pertama. Makin tak karuan ketika jump strat kedua kalinya. Akhirnya di kelas wajib lain ia hanya bisa main aman saja dan menjaga point agar tak dikejar Hendra Kecil.
Setali tiga uang dengan Yogi Kecot, nasib Hendra Kecil yang berada di urutan klasemen 3 untuk memperbaiki peringkat kedua juga berantakan. Dragbiker asal Magelang ini terkendala trek licin karena habis diguyur hujan. Padahal tinggal dua kelas saja kalau ia lebih cepat dari Yogi Kecot maka ia bisa naik ke klasemen dua.
“Sirkuit licin setelah hujan deras, saya sudah berusaha menurunkan angin diroda belakang agar bisa ngegrip tapi tak berhasil. Ban tetap saja spin dan catatan waktunya lambat,” kata Hendra Kecil.
Raditya Haria Yuangga selaku owner tim Kolor Ijo dari kota Nganjuk sudah memprediksi kemengan tersebut. Menurut pria ramah ini terpaut 98 point sudah tak terkejar. Apalagi Raditya Haria Yuangga juga tahu persis kapasitas rival Alvan /cebonk yang berada di klasemen ke dua. Makanya ia tenang tenang saja ketika pembalapnya si Alvan Cebonk melakukan 2 kali jump start. Beberapa crew memang sempat was was ketika Alvan Cebonk melakukan jumps start.
“Dari hitung hitungan Alvan Cebonk dikelas wajib hanya butuh finish 10 besar saja. Walau beberapa kelas jump strat juga nggak pengaruh, udah pasti juara umumlah,” kata Raditya Haria Yuangga pada Otomotifzone.com
Dengan kemenangan tersebut tahun ini Alvan Cebonk dapat dua gelar juara umum sekaligus. Ia juga pemegang juara umum Kejurnas Dragbike 2015 dan yang paling gres tentu saja juara umum AHRS Drag Race Championship 2015. Atas pretasi di dragbike AHRS Championship Alvan Cebonk berhak mendapat ganjaran sebuah mobil baru. Yogi Kecot di peringkat dua mendapat uang tunai Rp 5.000.000. Dan juara umum 3 Hendra Kecil Rp 3.000.000. Selamat kepada para juara.
Penulis : Unang | Foto : Unang

