OtomotifZone.com-Palembang. Hajatan besar sang Bupati lahat memang patut diacungi 4 jempol sekaligus meski harus duduk dulu biar gak jatuh saat nunjukin jempol kakinya, kerja keras All out semua kalangan membuat hajatan road to 18th Asian Games 2018 Jakarta-Palembang secara keseluruhan nyaris sempurna, Jumat-Minggu, 13-15 November 2015 kemaren.

Sang Bupati Lahat dari partainya Prabowo ini memang punya obsesi besar dalam benaknya, bagaimana caranya Palembang dan Sumatera Selatan menjadi kiblatnya otomotif nasional dan mungkin internasional kedepannya.
Mendatangkan puluhan crosser dari 12 negara Asia dan Guam Amerika bukan perkara mudah, apalagi level internasioal yang baru pertama kali digelar, namun berkat perjuangan dan keingan kerasnya semua bisa terlaksana meski dipenghujung acara semua harus pasrah dengen kehendak alam yang tidak bisa dilawan. 2 race kelas wajib akhirnya harus dibatalkan karena hujan badai yang sangat membahayakan jika diteruskan.

“event ini adalah langkah awal kami menggelar event besar kedepannya, jika ini sukses, secara otomatis Sumatera Selatan akan terus menggelar event besar sekala Nasional internasional, apalagi sirkuit Dirgantara Lanud talang Betutu ini sangatlah memenuhi standar Internasional dengan panjang 1400 meter dan kita mendapat kesempatan untuk menggunakan lahan ini selama 10 tahun”, papar H. Aswari energik.
Apakah mendatangkan atlit Internasional susah pa.??, “setelah saya melihat secara langsung event dunia di Thailand dan saya konsultasi dengan pihak yang berkompeten, tidak ada kata susah dan buktinya kita lihat bersama, semua berjalan lancar kalau tidak kemudian ada hujan badai, secara keseluruhan kita sudah ada gambaran gamblang untuk event berikutnya”, optimis Pria kelahiran Lahat 20 Oktober ini.
Suksesnya gelaran akan semakin yahud jika para crosser MX 2 kita nongol semua, dijamin akan semakin ramai dan mewarnai pertarungan yang pada akhirnya hanya didominasi crosser negeri Gajah Putih, dan hanya menyisakan Agi Agasi yang bertengger dipodium 5, selebihnya harus menjadi penonton saat pembagian trophy kejuaraan, namun angin segar justru datang dari Junior MX 85 cc, setelah M Excel, Reza Dharma Putra, Daffa Saputra dan crosser muda lainnya mendominasi seluruh seri kemaren.

“sangat disayangkan sekali, ini adalah kesempatan emas crosser nasional turun dikancah Internasional, apalagi dinegeri sendiri yang panitia memberikan fasilitas kepada crosser yang andil dievent ini, namun tidak disambut dengan antusias oleh beberapa crosser kita”, sesal Frans Tanujaya, mantan crosser Nasional yang menjabat Kabid OR PP IMI.
Ko crosser kita kurang bisa bersaing ya crosser luar? “itulah makanya, kalau kita hanya berani diajang lokalan ya selamanya kita tidak bisa bertarung dan bersaing dengan crosser luar, padahal kita sudah sering mengajak, ayo ikut event internasional untuk menambah jam terbang mereka, Thailand kan barometer Crosser Asia dan dunia, kenapa kita tidak kesana.?, dulu jama kita masih main (balap), pembalap Asia mana yang lagi top, kita ikutin event mereka, jadi kita tahu lawan kita yang harus dikalahkan, bukan menanyakan start money, belajarlah motocross ke Thailand”, Harap Frans Tanujaya.
Semoga suksesnya gelaran ini, kedepannya juga diikuti bangkitnya semangat crosser kita untuk lebih berbicara ditingkat internasional, kita pernah berbangga dengan legenda motor terbang tanah air, seperti Popo hartopo, Duo Tanujaya bersodara, irwan Ardiansyah, Aep Dadang dan lainnya.
Ayo semangaat…..ikuti jelak Karting Indonesia, mau jadi juara Asia, tiap bulan selalu ikut ajang Asia di malaysia dan Singapura. naaah.. gak salah kaan..
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

