OtomotifZone.com – Kediri. Seri kejuaraan Apache Sport Daytona FDR Road Race 2015 sudah berakhir minggu kemarin di GOR Joyoboyo kota Kediri ( 15/11). Kesuksesan tersebut terindikasi dengan ikutnya 219 starter di 18 kelas yang dilombakan, dan meski berbenturan dengan jadwal HRC di Kanjuruhan dan YCR di Sentul, namun para pembalap Jatim tahu diri akan prestasi yang akan dia ikuti.

Pada kenyataannya seperti Satria FU tunggangan Rian Hercules dari Lumajang. Di lap – lap awal motor yang sama sekali spesifikasi standart tersebut unggul dengan meninggal jauh bebek rifalnya. Namun karakter standart tersebut lemah diputaran atas dan kurang efektifnya gigi rasio standart untuk sirkuit GOR Joyoboyo. “Kesulitannya ada pada putar balik yang terlalu panjang rangkanya.Berbeda dengan Jupiter Z lama meski hanya spesifikasi MP1 dan SOHC tetapi putaran menengah ke atas mudah diraih karena gigi hanya 4 saja,” kata Rian.
Maka dengan kondisi seperti ini, untuk tahun 2016 akan datang masih perlu dipikirkan di kelas bebek 150 cc apakah harus bebek super underbone seperti FU, Sonic dan MX King yang ber rangka lebih panjang dari bebek umumnya.

Tak hanya kapasitas dibatasi, karena handling SE pun semakin sulit dan liar jika dibandingkan motor trail buatan dalam negeri. “Cara tune up untuk SE tak harus full tune up, karena KTM saya hanya mengganti Noken as DOHC dan untuk menggiring tenaga menengah keatasnya semakin liar,” aku H. Momo Harmono peraih podium utama kelas Supermotor FFA
Penulis : Diki | Foto : Diki

