OtomotifZone.com – Jakarta, Kebijakan penggunaan bahan bakar Turbo di kelas utama ajang Drag Bike nasional tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku balap. Menanggapi dinamika tersebut, Direktur On Road Sepeda Motor IMI Pusat, Medya Saputra, akhirnya buka suara terkait polemik yang berkembang.
Medya yang belum lama ini dipercaya mengemban jabatan strategis di tubuh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia memastikan akan segera melakukan pembahasan lanjutan, termasuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina sebagai penyedia bahan bakar.

“Dalam waktu dekat saya akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai ini semua. Termasuk ke pihak Pertamina. Kita sudah siapkan plan A dan B,” ujar Medya Saputra.
Opsi Model Seperti Motoprix
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah skema seperti yang diterapkan di Motoprix. Dalam kejuaraan tersebut, bahan bakar disediakan langsung oleh pihak penyelenggara.
Sebelum balapan dimulai, panitia dan peserta bersama-sama melakukan pengecekan serta pengukuran kadar oktan bahan bakar yang akan digunakan. Dengan sistem ini, seluruh pembalap mengetahui secara transparan spesifikasi bahan bakar yang dipakai sehingga meminimalisir potensi kecurangan.
Skema ini dinilai mampu menciptakan kesetaraan performa di lintasan sekaligus menjaga sportivitas.
Opsi Peserta Bawa Sendiri, Tapi Disetarakan
Selain itu, terdapat pula opsi lain yang selama ini sudah diterapkan di beberapa daerah di Sumatera. Dalam sistem ini, peserta diperbolehkan membawa bahan bakar masing-masing.
Namun, sebelum digunakan, dilakukan proses pengecekan dan penyetaraan. Oktan tertinggi yang ditemukan akan dijadikan patokan batas maksimal. Setelah perlombaan usai, bahan bakar yang tersisa di dalam tangki motor akan kembali diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi.
Tangki Kosong Jadi Alternatif?
Jika nantinya panitia memutuskan untuk menyediakan bahan bakar secara resmi, maka seluruh motor Drag Bike wajib masuk lintasan dalam kondisi tangki kosong. Hal ini menjadi salah satu poin krusial yang kini masih menjadi bahan diskusi dan perdebatan di internal penyelenggara maupun tim peserta.
Keputusan teknis akhir masih menunggu hasil pembahasan lanjutan antara IMI Pusat dan pihak terkait. Para pelaku Drag Bike pun kini menantikan regulasi resmi yang diharapkan mampu menjawab polemik sekaligus menjaga marwah kompetisi.
Kita tunggu saja keputusan final yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.

