BerandaHeadlineBalap Kelas Cornering Berbahaya?

Balap Kelas Cornering Berbahaya?

Pembalap cornering dengan cobaan cuaca tak menentu, melibas lintasan dengan throttle penuh tanpa menggunakan wearpack, membuat penonton ngeri melihatnya. Tak dipungkiri sebagian orang menganggap balapan cornering kegiatan sangat berbahaya.

Cuaca hujan deras saat balapnan Fun Corner Race Trijaya Sumber Production 2017 berlangsung
Cuaca hujan deras saat balapnan Fun Corner Race Trijaya Sumber Production 2017 berlangsung

Pada ajang balap motor Fun Cornerrace Trijaya Sumber Production 2017 di sirkuit Brigif Kujang II, Cimahi, hari Sabtu (28/01), tanpa menunjukan rasa takut, Pembalap cornering meliuk lincah disetiap tikungan. Diantara banyaknya penonton yang hadir, tak jarang penonton berceloteh merasa ngeri melihatnya.

Salah satu pembalap cornering kelas matic
Salah satu pembalap cornering kelas matic

 

Penggemar cornering pada awalnya sering beraksi di jalan umum, hal ini tentu saja sangat berbahaya. Akan tetapi penggemar kecepatan jenis ini, sekarang sudah memiliki wadah untuk menyalurkan hobinya dilintasan balap.

Tepat tanggal 10 Desember 2016, tahun lalu, Pengprov IMI JABAR, menyambut positif  peresmian dan pembuatan regulasi kelas cornering, yang dipelopori oleh Sumber Production.

Tidak lain peresmian dan pembukaan lomba balap motor kelas cornering untuk mewadahi penggemar cornering, agar hobinya dapat disalurkan ke arah yang lebih positif dan lebih aman karena tidak dilakukan dijalan umum. Regulasipun telah diatur lebih ketat agar tingkat keselamatan pembalap cornering lebih baik.

Pembalap cornering begitu kontras terlihat dilintasan balap, karena mereka tidak mengenakan wearpack. Perkelengkapan mereka untuk melindungi tubuh, hanya mengandalkan body protector.

Kami mencoba mengorek fenomena dari sudut pandang yang lain, tentang apa yang pembalap cornering pikirkan, mengenai hobinya yang butuh nyali besar ini.

FUN CORNERRACE TRIJAYA SUMBER PRODUCTION 2017 podium
Dede Saepudin berdiri di podium satu

Pembalap cornering, Kurnia Jaya Motor Atohod Speed, Dede Saepudin yang berhasil meraih podium pertama dikelas Bebek 4T 130cc Cornering, mengatakan bahwa ‘tidak takut bila mengalami kecelakaan walaupun tidak menggunakan wearpack’ menurutnya hal tersebut adalah ‘risiko dalam sebuah balapan’.

“Saya senang ada wadah untuk menyalurkan hobi saya, kalau nanti, mekanik saya mengajak saya turun di kelas road race yang menggunakan wearpack, saya akan jauh senang lagi,” tambahnya.

Pembalap road race wanita
SILVY F, TEEN SPEED 18+ RUSH SPEED 13 RACING SHOP

Yang menjadi luar biasa, kelas cornering ini tidak hanya diikuti oleh kaum adam saja, akan tetapi kaum hawa pun beraksi dilintasan dengan begitu beraninya, seakan kaum hawa tidak ingin kalah berkenaan hal keberanian dilintasan.

Dalam lomba balap motor FUN CORNERRACE TRIJAYA SUMBER PRODUCTION 2017, tercatat total 470 starter, yang terbagi di limas belas kelas.

Dari awal balapan sampai akhir, balapan berjalan lancar dan tidak terdapat kecelakaan yang parah, hal ini membuktikan secara empiris bahwa balapan kelas cornering jauh lebih aman bila dilakukan dilintasan balap.

Penulis : Jody Rusli | Photos : Jody Rusli

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot