OtomotifZone.com-Kendari. Gonjang ganjing pandemi tak berujung, membuat kondisi roda ekonomi politikpun ikut berdampak, baik oleh pemerintah maupun individu masyarakat, sehingga kadang rasa putus asa menyeruak dengan pernyataan-pernyataan bentuk kekesalan sepihak tanpa melihat dampak setelahnya, hal tersebut pernah dilakukan pembalap senior Sulawesi Tenggara, Handy Tuahatu.
Terdaftar sebagai atlit PON XX kontingen Sulawesi Tenggara 2020 yang digelar jelang akhir tahun 2021 lalu, namun akhirnya harus merelakan namanya tidak masuk dalam daftar kontingen, dimana sebelum proses pelatda sebelumnya, Handy sempat bikin pernyataan jika uang pembinaan dari KONI tidak lekas turun dan sampai kepada atlit, pada kenyataannya uang pembinaan memang sudah turun namun bertahap.
Tanpa melakukan cek dan ricek, membuat statement dimedia sosial dan sempat dirilis media setempat, dan ditanggapi serius oleh Pengprov IMI Sulawesi Tenggara selaku induk cabor bermotor, dan Anton Timbang, selaku ketua pengprov melakukan hak pembinaannya untuk memberikan pembinaan yang lebih berat, namun ketua IMI Sultra 3 periode ini masih memberi pertimbangan dan kebijaksanaan dengan tidak mematikan karir atlitnya, dengan catatan Handy bikin pernyataan maaf dimedia massa.
Pertimbangan Anton Timbang tidak memberi sanksi keras, berdasarkan rasa kemanusiaan dan atas prestasinya membawa nama Sultra serta kondisi ekonomi sedang sulit, apalagi minggu ini akan ada event road race diwilahnya, sang ketua memberi alternatif bijaknya dan diterima dengan baik oleh Hantu dengan meminta maaf lewat OtomotifZone.com.
Dalam pernyataannya, Handy Tuahatu menyatakan “Saya, Handy Tuahatu dengan tulus meminta maaf atas penyataan saya yang sempat berbedar dan berterima kasih kepada ketua IMI Sultra dan jajarannya, sekaligus saya bangga menjadi atlit balap motor Sulawesi Tenggara”.
Informasi tersebut penulis pertegas dengan menanyakan langsung kepada salah satu pengurus inti Pengprov IMI Sultra dan memberi informasi, semua sudah clear.
Komunikasi 2 arah akan berbuah manis..

