OtomotifZone.com – Yogyakarta, Penonton balap motor sering kali hanya melihat persaingan para pembalap di lintasan. Padahal, terdapat proses panjang yang dikerjakan mekanik dan kru di balik layar sebelum sebuah motor siap berlomba. Hal tersebut menjadi bagian dari keseharian Dimas bersama tim Patas Jatim.
Sebagai pemilik Patas Jatim, Dimas menjalankan usaha yang bergerak di bidang engine builder atau peracikan mesin balap. Pekerjaannya tidak berhenti setelah mesin selesai dirakit, tetapi juga mencakup pengujian, pendampingan saat perlombaan, hingga evaluasi setelah balapan.
Dimas menjelaskan bahwa timnya berusaha hadir langsung untuk mengawal motor yang telah mereka siapkan ketika mengikuti perlombaan.

“Kita biasanya datang kawal. Yang penting jadwalnya enggak bentrok, kita usahakan datang, kita kawal langsung,” jelas Dimas.
Menurutnya, kehadiran langsung di sirkuit memberikan kepuasan tersendiri bagi pemilik motor yang telah mengeluarkan biaya untuk kebutuhan balap.
Proses pekerjaan juga berlanjut setelah perlombaan selesai. Dimas bersama pembalap akan mengevaluasi berbagai kendala yang terjadi selama balapan, mulai dari performa mesin, rangka, hingga posisi pembalap. Bahkan, pembahasan tersebut masih berlanjut ketika tim sudah kembali ke bengkel.
Dalam aktivitas sehari-hari, Patas Jatim dijalankan oleh tiga orang. Jumlah tersebut dapat bertambah sekitar lima orang ketika tim mengikuti kegiatan balap.Dimas mengakui bahwa keterbatasan waktu dan biaya menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan mesin balap. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya ingin berhenti melakukan riset.
“Yang jelas keterbatasan waktu, uang, kan tetap riset lah,” ujarnya.
Bagi Dimas, pekerjaan di balik layar balap motor membutuhkan proses belajar dan evaluasi yang berkelanjutan. Sebab, keberhasilan di lintasan bukan hanya hasil kerja pembalap, tetapi juga melibatkan orang-orang yang mempersiapkan motor sebelum perlombaan.
