OtomotifZone.com – Kediri, Seri Kejuaraan V1 – Honda Dragbike Championship 2016 kembali dilanjutkan. Kali ini masuk di seri ke 4 dari 8 seri yang direncanakan dan Simpang lima Gumul kabupaten Kediri (24/7) menjadi tempat laga 342 starter di 19 kelas yang dilombakan.
Meski bukan pertama kalinya obyek wisata simpang Gumul menjadi ajang dragbike, namun kali ini sungguh sangat berbeda dengan beberapa kegiatan serupa. Karena trek dirubah total dengan pola garis start di sisi sebelah timur dan finish disebelah barat sekaligus trek pengeremannya. “ Jika dibandingkan dengan beberapa kegiatan serupa, trek ini polanya dibalik, guna untuk memperpanjang trek pengereman yang nyaris sama dengan trek yang dipakai. Hanya karena mengganggu beberapa tempat yakni minimarket dan water park pool makanya hanya tersisa 183 meter sebagai trek pengereman yang bebas dipakai “ jelas Ismail ‘ Janggut’ Ketua JAC (Jatim Automotive Club) sebagai penyelenggara.

Rubahan trek ini berbuah hasil sangat leluasanya paddock dengan trek, karena para crew dan penonton yang berada di paddock bebas memandang ke sirkuit. Sedangkan para penonton juga bisa berada di sisi utara mulai parkferme hingga gate finish dengan bebas. Bagiaman pendapat pimpinan lomba dengan pola sirkuit seperti ini. “ sah saja tidak ada kendala, jarak pengereman masih ideal, penonton juga bebas melihat paddock dan trek dengan leluasa “ kata Heru Subagyo pimpinan lomba.
Dikelas poin (DB2,4,5,6,7) yang merupakan kelas wajib, nama adi Susanto dan Ricko Leonardi masuk dijajaran dragster bertahan dalam pengumpulan poin. Jika di seri ke 2 Mojoagung dan seri ke 4 di Kenjeran Surabaya nama Galih Dwi dragster Boyolali masuk di jajaran lima besar kelas DB4 (Matic tune up 200 cc) kali ini absen dan hangus dalam pengumpulan poin nya. Sebagai ganti nama Eko’ chodox’ Sulistyo hadir dan podium di beberapa kelas yakni sport 2 tak 155 cc, bebek standart 4 tak 155 cc. Hanya si Kodok gagal menampilkan terbaik dengan hanya berada di posisi ke 2 di dua kelas tadi. Kelas Favorite Eko sport 2 tak tune up 155 cc masih tertinggal cepat dibandingkan dragster Jogjakarta Fendi Pendol, Eko lebih lambat 0.002 detik saja dengan motor satu tim Fendi. Sedangkan bebek 4 tak 155 cc Eko mengakui kegesitan Gerry Percil asal Madiun. “ Para pembalap Jatim saya akui jauh lebih maju perkembangannya, jika beberapa Tahun lalu masih tertinggal, kini para pembalap pemula mampu kalahkan seniornya “ tandas Eko ‘ chodox’ Sulistyo.

Pemegang standing poin ke 2 kelas DB4 ( Matic tune up 200 cc ) Ivan Bangun gagal mengumpulkan pundi-pundi poin karena terjatuh di kelas DB2 ( Bebek 4 tak 200 cc ). Kronologis Ivan Bangun terjatuh berada di Race ke 2 di kelas DB2. Secara mendadak menjelang garis Finish tiba-tiba Satria FU Bangun dengan kecepatan penuh melintir ke utara hingga menabrak pagar pembatas yang sebelumnya melompat ban pengaman trek dan menyambar sensor speed hingga hancur. “ kasus ini murni terjatuh di trek saat balap, dan sudah diselesaikan oleh pihak asuransi yang saat ini Ivan dirawat di salah satu rumah sakit di Kediri “ terang Dawak Zamroni dari JAC.
Semoga cepat pulih kembali dan GaspoL lagi
Penulis : DIKi | Foto : DIki

