OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia otomotif Sumatera Selatan tengah diramaikan dengan munculnya sosok muda potensial, Fariz Dwi Saputra atau yang akrab disapa Fariz Montez, yang menyatakan kesiapan dirinya maju sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Selatan.
Pemuda asal Sumatera Selatan tersebut dinilai bukan nama baru di lingkungan otomotif. Rekam jejaknya yang panjang, baik sebagai pelaku organisasi, pembalap, hingga penggerak industri event otomotif, menjadi modal kuat dalam pencalonannya memimpin IMI Sumsel ke depan.

Fariz merupakan pengusaha muda yang lahir dari keluarga besar otomotif. Ia adalah putra dari Barnas Bursyah, sosok senior yang pernah menjabat sebagai Ketua Harian IMI Sumatera Selatan sekaligus Ketua Komisi Off-road IMI Pusat pada era kepemimpinan Bob RE Nasution hingga Juliari Batubara.
Nama Fariz juga erat kaitannya dengan Montez Sport Club, klub otomotif legendaris yang didirikan bersama almarhum Handoko Halim dan Beben Bursyah. Klub ini dikenal sebagai salah satu pelopor promotor event otomotif paling aktif sejak era 1990-an, bahkan sejajar dengan Trendypromo Mandira milik legenda otomotif nasional Helmy Sungkar.
Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan klub, Fariz sukses membawa Montez Sport Club ke arah yang lebih modern. Berbagai terobosan dilakukan, termasuk menjadi pionir konsep night race dan sportainment di dunia event otomotif nasional. Di bawah sentuhannya—serta bimbingan sang ayah—Montez terus berkembang dan beberapa kali meraih penghargaan sebagai klub otomotif terbaik.

Tak hanya aktif di organisasi, Fariz juga memiliki pengalaman manajerial prestasi. Ia pernah dipercaya menjadi manajer tim balap Sumatera Selatan pada Pra Pekan Olahraga Nasional 2011, dengan capaian membanggakan sebagai satu-satunya kontingen asal Sumatera yang berhasil meloloskan seluruh nomor pertandingan.
Dalam keterangannya kepada tim redaksi, Fariz mengungkapkan alasan dirinya maju sebagai calon Ketua IMI Sumatera Selatan.
“Alasan saya mencalonkan diri sebagai Ketua IMI Sumatera Selatan karena merasa terpanggil oleh kecintaan terhadap dunia otomotif, khususnya di tanah kelahiran saya. Ini menjadi bentuk dedikasi saya untuk Sumatera Selatan,” ujar Fariz.
Ia menilai potensi atlet otomotif Sumatera Selatan sangat besar dan membutuhkan sistem pembinaan yang lebih terarah.
“Potensi atlet Sumatera Selatan sangat baik. Saya ingin mengangkat prestasi atlet-atlet Sumsel serta mendorong industri otomotif beserta ekosistemnya agar semakin maju dan berkembang,” lanjutnya.
Pengalaman Fariz sebagai pembalap slalom nasional periode 2005–2008 bersama Montesz Slalom Team menjadi nilai tambah tersendiri. Di bawah mentor legenda slalom asal Palembang, James Sanger, ia memahami langsung kebutuhan serta tantangan yang dihadapi para pembalap.
Bekal pengalaman sebagai atlet, manajer tim, promotor event, hingga organisator membuat Fariz optimistis mampu menghadirkan program pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Ia pun mengaku semakin percaya diri setelah mendapatkan dukungan luas dari para senior, komunitas, serta klub otomotif di Sumatera Selatan.
“Saya lebih percaya diri ketika mendapatkan dukungan dari para senior dan teman-teman klub serta komunitas otomotif Sumatera Selatan,” tutup Fariz.
Dengan semangat regenerasi dan visi pengembangan ekosistem otomotif daerah, pencalonan Fariz Montez diyakini menjadi warna baru dalam dinamika kepemimpinan IMI Sumatera Selatan ke depan.

