OtomotifZone.com – Magetan. Otozoner semua . Gelaran Enjelis AMRT Roadrace open Championship kemarin di Magetan (30/6) mempunyai makna tersendiri. Hasil kerja Bareng tim Enjelis AMRT Magetan dan BG Automotive Club itu disesaki 281 starter di 28 kelas yang dilombakan. Balapan kali ini disamping memaknai ultah tim balap Enjelis AMRT sendiri, juga bangkitnya beberapa kelas balap Jatim yang sedang mewabah. Kita simak beberapa poin tadi diatas, dan ternyata ajang balap ini untuk memaknai ultak tim balap Enjelis ke 7. Tim balap yang bermarkas di desa kuwonharjo, Takeran kabupaten Magetan itu tetap diperkuat rider Rexzy Kepo.

Dan sudah menjadi lagu wajib jika balap di karesidenan Madiun, Kepo selalu borong predikat juara hingga beberapa kelas . Khusus di kota sendiri Magetan Kepo sukses sabet 9 kelas dan 3 kelas juara umum. Bukan main,! Karakter aggresif tadi cocok untuk trek tanjakan dan turunan di jalan Mayjen sungkono jalan akses Pasar baru – Terminal tersebut. “ Untuk sementara break balap dulu konsen untuk daftar ke Secaba TNI AD, jika ada waktu senggang selama proses pendaftaran gas tipis – tipis saja sembari latihan fisik “ ujar Rexzy Kepo pada OZ

Di kelas Mini GP Jawatimur, lagi – lagi Sayhan Alvero putra Ipung kancil Pamekasan ini berjaya di dua kelas Mini GP yang dilombakan. Rival beratnya Rafif Sadya dari Tulungagung terlihat menguntit dengan semangat juga di dua kelas yang sama. Sedangkan rekan se tim Sayhan yakni Valera putra Bima Octavianus masih harus gaspol lagi di trek tanjakan mayjen Sungkono. Jam terbang Sayhan dan Valera tak bisa diembunyikan lagi, karena berbagai medan tikungan dan tanjakan sekalipun dilibasnya. Keduanya yang tergabung di tim Octv2 RS sudah acapkali podium baik di Jabar, Jateng maupun Jatim yang kian hari semakin semarak kelas Mini GP ini.

Untuk kelas ECU standart 150 cc memang belum banyak pelaku balapnya. Namun Kelas yang memang interval menuju jenjang lebih tinggi dari kelas krucil MiniGP ke MP5 ini semakin hari banyak penggemarnya. Semangat tim Gazslor yang bermarkas di Panjer Tulungagung sangat tinggi, karena kudu himpun peserta untuk gaspol ditrek Magetan. “ memang perlu perjuangan untuk kelas ECU Standart 150 cc, ini karena untuk asah skil dulu dari Mini GP yang sudah terlalu panjang kaki menuju jenjang MP5. Soal motor murni standartan dealer seperti dikelas seri HDC ( Honda dream Cup) “ kata Dimas Gazslor . Sukses, Gantar, Adies, Favian(Mber),Akhdan dan Gatot
Penulis dan Foto : DIKi

