OtomotifZone.com – Sentul. Harus diakui pertarungan di kelas Shifter 150 sampai detik ini masih dikuasai oleh dua nama besar di kancah karting Indonesia yakni Senna SN dan Prassetyo Hardja kedua pembalap tersebut terus menunjukan dominasinya hingga seri 3 Kejurnas Eshark Indonesia 2019.
Namun hal menarik terjadi saat gelaran Eshark Indonesia Karting Championship 2019 Seri 4 yang digelar secara bersamaan dengan Asia Rok Cup 2019 Seri 3 di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu (30/6). Dimana kedua pembalap tersebut tersingkir dari perebutan gelar juara. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh Diptya Oktadewa dengan mengunci gelar juara di kelas Shifter 150.
Yap sengitnya duel antara Prassetyo Hardja dan Senna sudah terjadi sejak heat pertama dimulai mereka saling overtake tidak terindahkan lagi, dan puncaknya di final race pertarungan terjadi super ketat, saling overtake, defense dan juga manuver-manuver yang bikin jantung penonton lepas tersebut terjadi, akan tetapi endingnya cukup pahit bagi keduanya karena mereka tidak bisa melanjutkan balapan karena bersenggolan saat memasuki tikungan pertama di laps ke -11 dan memupus harapan menginjakan kaki di podium tertinggi.
Kejadian tersebut memuluskan langkah Diptya Oktadewa Ichwan semakin mudah karena memang dirinya tidak menemukan lawan berarti, bahkan dengan pembalap di posisi kedua selisih 43.009detik.

Namun pasti ada hikmah di balik sebuah kejadian yang patut dijadikan pelajaran bagi semuanya, dimana sekeras apapun pertarungan mereka di dalam sirkuit, setelah itu mereka berjabat tangan dan saling melupakan apa yang terjadi di dalam sirkuit, mungkin jiwa sportifitas seperti itulah yang patut di tiru oleh seluruh pembalap atau para pecinta olah raga.
Dalam motorsport, tidak ada kalkukator yang paten, sebelum bendera finish dikibarkan, posisi depan sejauh meninggalkan lawan-lawannya belum tentu pasti jawaranya, dan yang paling belakang belum tentu tidak podium, pantang menyerah selama race berlangsung adalah salah satu contoh konkrit, selain tentunya sang Dewi Fortuna selalu mengintip dan mengikutinya.
Penulis : Nana Triana |Foto : Edi Batrawan

