OtomotifZone.com-Bogor. Pertarungan klasik Aditya Wibowo dan Daffa AB dikelas Mini cukup menyita banyak perhatian diajang Eshark Year End race 2018 Sabtu kemaren (1/12), dimana keduanya saling intip saat race final.
Race final selama 16 lap menjadi tontonan sangat menarik, karena keduanya silih berganti saling overtake diposisi terdepan, sesekali Qarrar Firhand Ali menyodok diposisi terdepan curi kesempatan lengahnya kedua pegokart berebut posisi.

Bermodal unggul sejak qualifying hingga prefinal, dengan sistem penilaian sejak heat, pembalap P Five racing team diunggulkan dengan point tersebut, sementara Aditya Wibowo perjalanan racenya tidak semulus Daffa, Berbekal unggul 138 point hasil 2 heat dan Prefinal, Daffa AB memang cukup finish diposisi 2 juga sangat aman untuk penghitungan seluruh point.

Dan terbukti, dilap-lap akhir Daffa AB meski berusaha untuk menekan pegokart Gandasari Racing team dan hanya selisih 0.020 detik saja lebih lambat dari Adit menyentuh garis finish, Daffa diposisi runner up dan Adit memenangi race final, namun Daffa secara keseluruhan race mengantongi 390 point, sementara Aditya Wibowo mengantongi 342 point dan masih terpaut 48 point.

Menariknya perhelatan dengan sistem point juga membuat pembalap bisa mengatur strategi balap, tidak melakukan kesalahan sedikitpun sejak heat adalah modal besar untuk mengumpulkan pundi-pundi point secara sempurna dan utuh, dan Daffa AB melakukan hal tersebut dan menjadi juara, dan berhak mendapat hadiah 1 mesin Rok untuk dirinya, kemenangan Daffa AB menghantarkan mekaniknya meraih penghargaan best mechanic diajang penutup tahun 2018.
Kemenangan ini menjadi tolok ukur jelang pertarungan musim depan ya.

