OtomotifZone.com – Lahat. Terpuaskan hasrat 60 offroader tangguh nasional yang tampil di ajang Final Round IOF National Championship yang berlangsung selama 4 hari, Kamis-Minggu (8-11/12) di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Trek bejat dan super ekstrim menjadi momok menakutkan sekaligus tantangan bagi peserta yang berdatangan dari berbagai penjuru Tanah Air. Sejumlah tim tangguh meramaikan kawasan Bukit Serelo tersebut. Mulai dari tim Dasico Bali, BBS Kalimantan Timur, Kalteng 22, Galena Logistic Jawa Timur, Tiger Jambi, R3A Kisaran, Sakai dan Blue White dari Riau, JA Motorsport Jatim, Gunot Sumatera Barat, Isen Mulan DKI Jakarta, hingga tim tuan rumah Sumatera Selatan diwakili Senggugu dan Fisel.

Semuanya main dalam dua kelas perlombaan, Rookie dan Pro. Hari pertama dan kedua dibuka 7 SCS (Special Competition Stage). Sebagian offroader sudah rontok ketika menjajal trek jahat yang disajikan. “Tanah, air dan batu ada dalam satu lintasan trek. Lengkap kan tantangannya?,” ujar Saifudin Aswari Riva’i, Bupati Lahat sekaligus Ketua Cendrawasih Bungsu selaku Panitia Pelaksana seri ke-4 IOFNC.
“Kita buat sistem dua kali eliminasi. Dua hari pertama eliminasi satu yang menyisakan 50 persen peserta. Eliminasi kedua diambil Top 20 untuk main juga di kejuaraan Battle of the Best,” beber Fion Kamil yang punya gawe bikin trek bejat.
Tak sedikit mobil peserta klontang saat melewati turunan terjal, melindas batu besar, maupun mengitari gap sempit. Tak sedikit juga yang menyerah dan melewati Batas Waktu Tempuh Maksimal (BWTM) yang ditetapkan. Peserta DNF alias Did Not Finish dievakuasi keluar trek menggunakan alat berat escavator.
Setelah lolos eliminasi kedua, peserta kembali main di 4 SCS ekstrim, yakni SCS 9-12 pada Sabtu dan Minggu. Paling maut SCS 9 yang makan korban terguling seperti Chandra Dewana dan M Vincent, keduanya dari tim Senggugu.
“Ini baru trek nasional. Sangat menantang untuk ditaklukkan,” seru Vincent, bule Inggris yang telah lama menetap di Sumsel. “Berat, tapi harus bisa masuk finish supaya meraih poin,” sebut H Ibram dari Kalimantan Tengah.
Terbaik adalah Dek Rai dan Dek Tung. Pasangan driver dan navigator dari tim Dasico Bali ini berhasil tercepat di SCS 9 dan 10. Poin penuh 100 dicatat. Pada dua SCS lain, tercepat ketiga tanpa kesalahan pinalti. Hasil akhir 521 poin mengantarkan keduanya sebagai Juara Umum.
Sementara Aziz Yurianto/Adi Suratman dari Galena Logistic Jawa Timur hanya tercepat pada SCS 8. Lalu dikurangi pinalti 10 poin. Mengantongi poin akhir 442 mengantarkan ke posisi kedua di kelas Pro dan Overall.
“Tahun depan kita mau ambil lagi seri IOFNC, tapi maunya putaran final. Masih banyak trek alami di Lahat,” pungkas Aswari yang juga offroader dan Ketua Pengda IOF Sumatera Selatan.
Penulis: Noverry | Foto: eNDe

