BerandaRacing Roda 2GrasstrackGrasstracker Kecewa Berat Sirkuit Bantar Gebang Penuh Lumpur Dipaksakan

Grasstracker Kecewa Berat Sirkuit Bantar Gebang Penuh Lumpur Dipaksakan

OtomotifZone.com – Bekasi. Kompetisi balap motor grasstrack Segitiga Baja Open Championship 2017 yang berlangsung di sirkuit Bumipala, Bekasi minggu kemaren (12/2) dibumbui rasa kecewa yang amat dalam oleh para pembalap garuk tanah karena lintasan dipenuhi lumpur mirip bubur  karena diguyur hujan.

Fenomena ini disebabkan guyuran hujan deras yang intens sejak hari Sabtu (11/02) sampai akhir balapan tidak diantisipasi penyelenggara dengan cermat, sirkuit hanya dibuat tidak melihat kondisi cuaca, kenapa sampai bubur eh lumpur dibeberapa lintasan menenggelamkan motor pembalap, karena sistem drainase salah satu penyebab yang tidak dipikirkan oleh penyelenggara.

Salah satu pembalap, Chikal Faizal mengungkapkan rasa kekecewannya terhadap kondisi sirkuit.

Panitia dan promotor sudah bagus untuk perhitungan lap karena ada transponder, Cuma dari kondisi sirkuit kurang memuaskan karena penuh lumpur,” ungkap Faizal.

#117 Chikal Faizal

Pembalap lainnya, merasakan hal yang sama. Diakhir jalannya kompetisi, sebagian dari mereka curhat soal kondisi motornya yang butuh perbaikan, matanya juga harus segera diobati karena terkena lumpur.

OtomotifZone.com yang berada dilokasi saat jalannya lomba, menemukan faktor lain yang membuat sirkuit jadi lautan lumpur. “Faktor drainase yang kurang baik menambah parahnya kondisi sirkuit,” jelasnya.

pembalap sedang berusaha lepas dari jeratan lumpur

Cuaca buruk yang tidak terduga alasan panitia terhadap kondisi yang terjadi ini. Selalai itukah panitia, sampai tidak bisa memprediksi akan adanya turun hujan deras saat lomba berlangsung. Apakah hanya mengejar kangtaw semata tanpa memperhatikan hak-hak pembalap..??

Tanpa melihat prediksi dari BMKG sekalipun, harusnya panitia sudah bisa mengantisipasi dan memprediksi setiap kemungkinan hal terburuk yang akan terjadi.

Panitia yang mengatur segala aspek jalannya lomba dan menjadi juru kunci sukses gelaran, perlu di ingatkan agar mempersiapkan secara matang sebelum membuat kompetisi, jangan hanya mengejar untung dan nama saja karena sukses dibanjiri pembalap dan penonton, perhitungan tidak cermat akhirnya memang dibanjiri, tapi oleh lumpur.

Kondisi ini menjadi bukti nyata, bahwa panitia kurang memperhatikan aspek yang penting. Wajar saja, jika kita meragukan kesiapan panitia untuk menggelar kompetisi.

Panitia terlalu memaksakan sirkuit, memang ini semua terjadi karena faktor cuaca, ya saya harap tadinya panitia bisa untuk meminimalisir kejadian seperti ini”, kata Faizal lagi, dengan raut muka kesal.

Wartawan kami yang lain, Agis, sempat mengikuti briefing panitia setelah sesi kualifikasi selesai. Dia sempat mendengar panitia akan memberbaiki beberapa jumpingan dilintasan. Akan tetapi, keesokan harinya tidak ditemui panitia memperbaiki lintasan. Padahal setiap gelaran ada Juri pengprov yang bertugas..? apakah tidak ada tindakan dari seorang juru pengadil lomba..?? atau karena faktor tidak enak atau memang sengaja membiarkan kondisi lintasan tidak layak tapi dipaksakan..?? siapa yang dirugikan..???

Tentu saja hal tersebut sangat disayangkan, tapi biarlah kejadian ini menjadi pelajaran. Bukan saatnya saling menyalahkan, yang terpenting saat ini adalah mempelajari masalah yang ada dan memecahkan masalah bersama.

Jangan sampai seperti keledai yang jatuh kelubang yang sama dua kali, bisanya suka makan saja tak tanggung jawab bila menghamili.

Penulis : Agis and team| Photos : Ajie Nur Syamsi & Agis | Editorial : Jody Rusli

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot