
Karyaku Demi Otaku
OtomotifZone.com – Darah fighter mengalir dengan derasnya pada saluran pembuluh darah dan denyut nadi Budiyanto. Kritis, idealis, anti penindasan, anti kemapanan, low profile itulah jiwa Budiyanto yang kemudian tercermin pada Honda GL 100 Tahun 1991 semplakanya. Sudah pasti kalau bicara soal street fighter tak akan pernah bisa lepas dari kota Purwokerto.
Makanya beberapa bikers di Purwokerto menyebutnya dengan COS (Centrum Of Street fighter), hampir semua aktivitas fighter Indonesia ada disana. “Akupun tak tanggung untuk mendalami filosofi tentang COS meski bukan tanah kelahiranku” jelas Budi yang kelahiran kota Temanggung.
Nah, GL Cepek tunggangan Budi ini mengandung beberapa pesan dari sang Builder yang juga seorang fighter. “Karyaku memang diperuntukan kepada tanah Purwokerto dan otaku bekerja untuk Purwokerto, karena aku ingin kota ini menjadi kota yang identik akan street fighter” pesan Agus DJ yang tersirat dalam motor Budi.
Ritual potong sasis salah satu hal wajib untuk menjadi seorang fighter. Yang menjadi acuan Agus DJ sekarang bukanlah Street Fighter European Style (SES), namun kini Purwokerto sudah terkesan menjadi trend setter SF (Street Fighter). Apapun yang sedang nge-trend di Purwokerto pasti langsung menyebar ke tanah air.
Konsep dasarnya adalah terlihat padat di bagian depan, sedangkan bagian belakang terlihat memanjang pada swing arm. Nah, agar hal tersebut terealisasikan maka Agus DJ harus merelakan hornet dipangkas habis. Bisa disebut street buntung, karena yang tersisa hanya jok single seater saja. Kalau OZ perhatikan sih, hampir mirip dengan konsep bulldog nih. “Yap, betul sekaleee… berbadan gede dengan buntut yang mungil” jelas Agus DJ yang gemar bercelana kolor.
Setang Baplang
Setang panjang 80 cm dengan ukuran 22,4 yang memenuhi standar ISTW merupakan hal paten dari X-K Bike Design. Hal ini juga disebut sebagai SPS alias Street Fighter Purwokerto Style. Hingga setang baplang tersebut menjadi hal wajib setelah ritual potong sasis. Gak heran kalau hasil karya builder dari Purwokerto menggunakan setang sejenis dengan bentuk dan ukuran yang sama. Wow… karakter ini memang harus dipertahankan…
penulis/foto : uung

DATA SPESIFIKASI
Ban depan : FDR 100/70-17
Ban belakang : Battlax 180/60-17
Lampu depan : Hallogen
Lampu belakang : Variasi MTB
Pelek : Power
Cakram depan : Tiger
Setang : MFMC
Underbond : bandit
Modifikator : Agus Djanuar (X-K Bike Design)
Alamat : Jl. Pasirmuncang Purwokerto
No Telp/HP : 0816692964 / 0281-621811




Komentar ditutup.